Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi terutama teknologi internet menyebabkan perubahan besar cara hidup masyarakat di dunia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini menuntut fungsi pelayanan penyuluh pertanian untuk mampu melakukan berbagai penyesuaian dan perubahan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian baik melalui media cetak maupun media elektronik. Penggunaan media cetak (koran, brosur, leaflet, booklet,dll) dan proses penyampaian informasi pertanian melalui pos sudah diangggap kurang efektif karena memakan waktu lebih lama. Penggunaan media tersebut mulai digantikan dengan dukungan yang diberikan melalui media elektronik baik TV maupun radio dalam bentuk iklan layanan masyarakat, film, saung tani, siaran radio (RRI). Namun media elektronik pun memiliki kelemahan, hal ini disebabkan karena biaya produksi yang cukup tinggi sehingga mempengaruhi jumlah prouksi dan waktu tayang yang kurang tepat sasaran.Dalam rangka percepatan informasi penyuluh pertanian yang efektif dan efisien, maka Pusat Penyuluhan Pertanian melakukan modifikasi penyusunan dan penyebaran informasi penyuluh pertanian melalui sistem jaringan yang terkoneksi dengan internet yang dikenal dengan Sistem Manajemen Informasi Penyuluh Pertanian (SMIPP). Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan, Dr. Rani Mutiara dalam acara pembukaan Apresiasi Sistem Manajemen informasi Penyuluh Pertanian (SMIPP) di Hotel Arch, Bogor tanggal 25 Mei 2016 menyatakan bahwa saat ini kondisi masyarakat Indonesia mengalami perubahan, awalnya masyarakat Indonesia adalah masyakat agraris menjadi masyarakat industri dimana seluruh aktifitas dan pemenuhan kebutuhan hidupnya memanfaatkan teknologi modern. Namun saat ini masyarakat industri pun telah bergeser kearah masyarakat Informasi, dimana masyarakat menjadi haus akan informasi dan berlomba untuk menggunakan informasi dan teknologi komunikasi baru dalam segala aspek kehidupannya. Siapa yang menguasai informasi maka akan menguasai dunia”. Ditambahkan oleh Dr. Rani, penyuluh pertanian harus meningkatkan kompetensinya di era digital ini, antara lain : Communication (IT, social media, oral and writing), Community Organizing (motivator dan facilitator), Market ( quality, price, consumer preference) dan Innovation Enterpreneur.Apresiasi Sistem Manajemen Informasi Penyuluh Pertanian (SMIPP) dilaksanakan selama 4 (empat) hari pada tanggal 25-28 Mei 2016 di Arch Hotel Bogor. Peserta apresiasi ini adalah 9 admin pusat, 5 orang admin provinsi, dan 36 orang admin kabupaten/kota. Ruang lingkup Kegiatan SMIPP :- Pembangunan dan pengembangan software SMIPP (Cyber Extension dan Simluhtan);- Penyediaan materi penyuluhan;- Penyediaan data kelembagaan penyuluhan, ketenagaan penyuluhan dan kelembagaan petani utama;- Pengadaan komputer untuk Balai Penyuluhan (BP3K);- Penilaian kinerja dengan E-Evaluh.Selain mendapatkan materi dari para narasumber yang berkompeten di bidangnya dilaksanakan juga pelatihan penulisan berita di website serta praktek upload berita dan pengisian data simluhtan. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat mampu meningkatkan produktifitas kerja penyuluh pertanian dalam pelayanan yang efisien, cepat, mudah, akurat, murah, aman, terpadu dan akuntabel. (Nurlaily).