Loading...

penurunan susut panen (lossess) dengan menggunakan alat mesin pertanian combine harvester di kelompoktani sri marga mulya desa plosokerep kecamatan terisi kabupaten indramayu

penurunan susut panen (lossess) dengan menggunakan alat mesin pertanian combine harvester  di kelompoktani sri marga mulya desa plosokerep  kecamatan terisi kabupaten indramayu
pencapaian swasembada beras bukanlah hal yang mudah untuk diwujudkan. teknologi pertanian adalah hal penting yang harus dipersiapkan dengan matang. peranan mekanisasi dalam hal ini tidak bisa diabaikan. selain dapat mengurangi kehilangan hasil akibat susut panen (lossess), mekanisasi mampu meningkatkan mutu gabah dan beras yang dihasilkan. pada akhirnya, keuntungan yang diterima petani akan menjadi tinggi. masalah susut panen (lossess) nasional kini dapat diatasi dengan diluncurkannya mesin panen yang sesuai dengan kondisi sawah di indonesia. badan litbang pertanian telah mengembangkan inovasi mesin panen padi combine harvester yang mampu menekan jumlah susut hasil hingga mencapai di bawah 2%. pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) sudah dirasakan oleh kelompoktani sri marga mulya desa plosokerep kecamatan terisi kabupaten indramayu. pada saat panen 20 maret 2019 di sawah milik bapak h. wardi dilakukan pengaplikasian combine harvester. kegiatan tersebut dilaksanakan bersama penyuluh bpp terisi dan mahasiswa polbangtan bogor. dengan panen secara tradisional, susut panen bisa mencapai 1,8 ton dari 10 ton padi yang dipanen. sedangkan dengan combine, hanya terjadi susut kurang dari 1 ton. keuntungan lain yang dapat dirasakan oleh kelompoktani sri marga mulya desa plosokerep dalam penggunaan combine harvester antara lain adalah pada saat proses panen adalah efisien waktu yang digunakan untuk panen jauh lebih singkat dibandingkan panen manual atau menggunakan power thresher. panen lebih cepat sehingga tidak ada padi tua yang terlambat dipanen. panen manual dan menggunakan power thresher pada luasan panen 1 hektar membutuhkan waktu minimal 1 hari, sedangkan menggunakan combine harvester membutuhkan 1-3 jam untuk satu hektar luas lahan panen. biaya panen menggunakan combine harvester cenderung lebih murah bagi petani lahan luas dibandingkan harus membayar buruh panen atau bawon. selain itu gabah yang dihasilkan terlihat lebih bersih, kipas di dalam mesin combine harvester bisa mengeluarkan gabah yang kosong dan gabah lebih kering tidak tercampur dengan sampah panen. disamping itu, terdapat pula kerugian yang merupakan dampak dalam menggunakan combine harvester yaitu mahalnya biaya olah lahan pada musim tanam selanjutnya. pengolahan lahan persiapan tanam berikutnya pada sawah yang dipanen menggunakan combine harvester menjadi lebih sulit dan biayanya lebih mahal. pada sawah yang dipanen menggunakan combine harvester tanahnya menjadi padat (bantat) dan lebih banyak lubang menyerupai parit. dibutuhkan pengolahan extra pada lahan yang keras dan berlubang. hal ini berbeda dengan lahan pasca panen manual atau menggunakan power thresher yang tanahnya masih tetap rata dan tidak padat. biaya oleh lahan pada sawah yang dipanen manual atau menggunakan power thresher sekitar rp800.000 per hektar, sedangkan jika dipanen menggunakan combine harvester biaya olah lahan mencapai 1-1,2 juta per hektar. mahalnya biaya olah lahan selain disebabkan karena pengolahannya lebih sulit dan jumlah hari yang dibutuhkan lebih banyak. sebelum diolah menggunakan traktor tangan jerami sisa panen dengan combine harvester harus dipangkas terlebih dahulu karena lebih tinggi membutuhkan biaya tenaga kerja tambahan untuk memotong jerami sisa yang tidak bisa langsung diolah menggunakan traktor tangan. kerugian lain yang dirasakan adalah berkurangnya kesempatan kerja panen bagi buruh panen perempuan. tenaga kerja yang terlibat dalam panen menggunakan combine harvester adalah buruh laki-laki termasuk juga calo panen. semua operator combine harvester adalah laki-laki, 1-3 orang asisten operator juga buruh laki-laki. tenaga kerja laki-laki yang terlibat biasanya merupakan orang kepercayaan atau masih ada hubungan saudara. pilihan pekerjaan bagi buruh perempuan selain pada saat panen juga sangat terbatas. buruh perempuan juga harus bersaing dengan buruh laki-laki untuk mendapatkan pekerjaan non panen tersebut. kesimpulan dari hasil penggunaan combine harvester di kelompoktani sri marga mulya desa plosokerep kecamatan terisi kabupaten indramayu adalah: masalah susut panen (lossess) dapat diatasi dengan menggunaan mesin panen padi combine harvester yang mampu menekan jumlah susut hasil hingga mencapai di bawah 2%. penggunaan combine harvester memberikan keuntungan, yaitu pada saat proses panen adalah efisien waktu yang digunakan untuk panen jauh lebih singkat dibandingkan panen manual atau menggunakan power thresher. kerugian/dampak penggunaan combine harvester yaitu mahalnya biaya olah lahan pada musim tanam selanjutnya dan berkurangnya kesempatan kerja panen bagi buruh panen perempuan. tenaga kerja yang terlibat dalam panen menggunakan combine harvester adalah buruh laki-laki termasuk juga calo panen. penyusun : kurnia puspitasari, sp penyuluh pertanian pertama bpp kecamatan terisi kabupaten indramayu jawa barat