Tidak hanya para petani di Desa Peniraman, Kalimantan Barat, yang merasa khawatir dengan merebaknya penyakit bakteri pada tanaman padi mereka tetapi penyakit ini juga ditemukan di lahan Bapak Zulkarnain di Desa Gelik, Selakau Timur, Kalimantan Barat. Penyakit Bakteri Daun Bergaris ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv. oryzicola. Penyakit ini pernah menyerang tanaman padi di daerah Desa Peniraman pada tahun 2011 yang menyebabkan kerusakan tanaman padi varietas Inpari-6, Inpara-5, Inpara-2, hingga varietas padi local. Sekarang penyakit ini menyerang beberapa varietas padi seperti Ciherang dan Cibogo yang menjadi andalan petani. Oleh karena itu petani perlu memperoleh informasi yang tepat mengenai penyakit ini. Penyebab : Bakteri Xanthomonas campestris pv. oryzicola Gejala : Infeksi penyakit ini biasanya terbatas pada helaian daun saja. Gejala yang timbul berupa bercak sempit berwarna hijau gelap yang lama-kelamaan membesar berwarna kuning dan tembus cahaya di antara pembuluh daun. Sejalan dengan berkembangnya penyakit, bercak membesar, berubah menjadi berwarna coklat, dan berkembang menyamping melampaui pembuluh daun yang besar. Seluruh daun varietas yang rentan bisa berubah warna menjadi coklat dan mati. Pada keadaan ideal untuk infeksi, seluruh pertanaman menjadi berwarna oranye kekuning-kuningan.Bakteri memasuki tanaman melalui kerusakan mekanik atau melalui terbukanya sel secara alami. Butir-butir embun yang mengandung bakteri akan muncul pada permukaan daun. Hujan dan angin membantu penyebaran penyakit ini.Stadia tanaman yang paling rentan adalah dari fase anakan sampai stadia pematangan. Pada infeksi yang berat, kehilangan hasil dapat mencapai 30%. Pengendalian ? Buang atau hancurkan tunggul-tunggul dan jerami-jerami yang terinfeksi/sakit.? Pastikan jerami dari tanaman sakit sudah terdekomposisi sempurna sebelum tanam pindah.? Gunakan benih atau bibit yang bebas dari penyakit bakteri daun bergaris.? Kurangi penggunaan pupuk nitrogen, dan gunakan pemupukan berimbang (NPK) ? Atur jarak tanam tidak terlalu rapat.? Berakan tanah sesudah panen. Pengendalian Kimia Gunakan bakterisida Agrept dengan dosis 1 gr/liter air, atau Nordox 0,5-1 gr/liter air pada tanaman yang terserang. (Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc., Penyuluh BPTP Kalimantan Barat) Sumber: Hasil kajian inovasi teknologi Budidaya Padi Sistim Jajar Legowo Super di Desa Tunggal Bhakti, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat mendukung Hari Pangan Sedunia ke-37 di Kalimantan Barat