PENDAHULUAN Bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis Kementerian Pertanian. Hampir disetiap daerah mengembangkan bawang merah termasuk provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dari hasil pengamatan di lapangan, kendala utama budidaya bawang merah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah masalah ketersediaan bibit dan organisme pengganggu tanaman (OPT). Hampir disetiap lahan yang ditanami dengan bawang merah di jumpai penyakit yang sangat merepotkan petani. Pengendalian penyakit dilakukan berdasarkan pengamatan diatas ambang ekonomi dan gejala-gejala penyebaran hama dan penyakit utama dengan menggunakan prinsp Pengendalian Hama Terpadu (PHT), seperti yang disebabkan oleh jamur dan serangan ulat daun yang dapat menggagalkan panen. Pada dasarnya untuk mengatasi serangan OPT gunakan konsep PHT, pestisida kimia dapat digunakan sebagai alternatif terakhir. a. Bercak Ungu (Alternaria porii (ELL) Cif. Akibat serangan :- Daun bawang kering dan matiUmbi yang berbentuk tidak sempurna (kecil - kecil)Gejala serangan:- Bercak kecil, cekung- Warna putih hingga kelabu- Jika membesar bercak seperti membentuk cincin Pengendalian teknis :- Penyemprotan dengan air bersih pada tanaman sehabis turun hujan Pengendalian kimia: - Aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga hidroksida dan Iprodion. Pengendalian biologi : - Aplikasi agensia hayati berbahan aktif Gliocladium dan Trichoderma. b. BercakdaunCercospora (Cercosporaduddiae) Akibat serangan :- Terjadi klorosis pada daunGejala serangan:- Bercak klorosis, bulat, berwarna kuning- Terdapat pada ujung daunPengendalian kimia:- Aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga hidroksida dan Iprodion c. BusukDaun (Peronospora destructor) Akibat serangan :- Daun kering dan matiGejala serangan :- Saat tanaman mulai membentuk umbi pada cuaca yang cukup lembab maka gejala serangan akan berupa bercak hijau pucat dan selanjutnya berubah menjadi kapang.Pengendalian teknis :- Penyemprotan dengan air bersih sehabis hujan atau pada pagi hari sebelum matahari terbitPengendalian kimia :- Aplikasi fungisida berbahan aktif metalaksil dan tebu konazold. Pengendalian biologi : - Aplikasi agensia hayati berbahan aktif Gliocladium dan Trichoderma. d. Rebah bibit (Phytium debaryanum Hesse) Akibat serangan :- Tanaman yang baru tumbuh akan busuk dan mati Gejala serangan :- Bibit di persemaian busuk, rebah dan selanjutnya akan matiPengendalian teknis :- Menjaga kelembaban disekitar persemaian agar tidak terlalu tinggiPengendalian kimia :- Aplikasi bakterisida Pengendalian biologi : - Aplikasi agensia hayati berbahan aktif Gliocladium dan Trichoderma. Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung) Sumber Bacaan : - Tonny K. Moekasan dkk. 2010. Modul Pelatihan SL-PTT Cabai Merah “ Bawang Merah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.- Tonny K. Moekasan dkk. 2011. Buku Saku PTT Cabai Merah-Bawang Merah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.- Inovasi Teknologi Hortikultura, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bangka Belitung. Sumber Gambar : Koleksi Feriadi, S.P.