Loading...

PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI DAN CARA PENGENDALIANNYA

PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI DAN CARA PENGENDALIANNYA
Para petani di Desa Tunggal Bhakti, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, merasa khawatir dengan merebaknya penyakit Hawar Daun Bakteri yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv. Oryzae. Penyakit ini pernah menyerang tanaman padi di daerah Peniraman, Kalimantan Bart, pada tahun 2011 yang menyebabkan kerusakan tanaman padi varietas Inpari-6, Inpara-5, Inpara-2, hingga varietas padi local. Sekarang penyakit ini menyerang beberapa varietas padi seperti Ciherang, Cibogo, dan Inpari-33 yang menjadi andalan petani di Desa Tunggal Bhakti yang akan menjadi lokasi Peringatan Puncak Hari Pangan Sedunia ke-37 tahun 2017 di Provinsi Kalimantan Barat. Oleh karena itu petani perlu memperoleh informasi yang tepat mengenai penyakit ini. Penyebab : Bakteri Xanthomonas campestris pv. oryzae Gejala : Penyakit HDB menghasilkan dua gejala khas, yaitu kresek dan hawar. Kresek adalah gejala yang terjadi pada tanaman berumur Sementara, hawar (Gb. 2) merupakan gejala yang paling umum dijumpai pada pertanaman yang telah mencapai fase tumbuh anakan sampai fase pemasakan.Gejala penyakit berupa bercak berwarna kuning sampai putih berawal dari terbentuknya garis lebam berair pada bagian tepi daun. Bercak bisa mulai dari salah satu atau kedua tepi daun yang rusak, dan berkembang hingga menutupi seluruh helaian daun. Pada varietas yang rentan, bercak bisa mencapai pangkal daun terus ke pelepah daun.Sumber infeksi dapat berasal dari jerami yang terinfeksi, tunggul jerami, singgang dari tanaman yang terinfeksi, benih, maupun gulma.Sel-sel bakteri membentuk butir-butir embun pada waktu pagi hari yang mengeras dan melekat pada permukaan daun (Gb. 2b). Pengendalian :1. Penggunaan varietas tahan seperti Inpari-32 adalah cara yang paling efektif.2. Sanitasi seperti membersihkan tunggul-tunggul dan jerami-jerami yang terinfeksi/sakit.3. Jika menggunakan kompos jerami, pastikan jerami dari tanaman sakit sudah terdekomposisi sempurna sebelum tanam pindah.4. Gunakan benih atau bibit yang bebas dari penyakit hawar daun bakteri.5. Kurangi penggunaan pupuk nitrogen, dan gunakan pemupukan berimbang (NPK).6. Jarak tanam jangan terlalu rapat. Pengendalian Kimia :Gunakan bakterisida Agrept dengan dosis 1 gr/liter air, atau Nordox 0,5-1 gr/liter air pada tanaman yang terserang. Dari hasil kajian ini terlihat bahwa penggunaan varietas tahan yaitu VUB Inpari-32 terbukti mampu menekan serangan penyakit Hawar Daun Bakteri sehingga mampu menekan biaya produksi padi dengan cara mengurangi biaya pembelian bakterisida seperti Nordox. (Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc., Penyuluh BPTP Kalimantan Barat) Sumber: Hasil kajian inovasi teknologi Budidaya Padi Sistim Jajar Legowo Super dengan VUB Inpari-32 di Desa Tunggal Bhakti, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat mendukung Hari Pangan Sedunia ke-37 di Kalimantan Barat