Loading...

PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN JERUK

PENYAKIT   PENTING  PADA TANAMAN  JERUK
CVPD ( Citrus Vein Phloem Degeneration) Gejala Gejala khas CVPD adalah belang-belang kuning (blotching) tidak merata pada bagian ujung tanaman (pertumbuhan baru) pada daun yang ketuaannya sempuma. Gejala pada tanaman muda, ditandai dengan kuncup yang berkembang lambat, pertumbuhannya mencuat ke atas, daun menjadi lebih kecil dan ditemukan gejala khas CVPD yaitu blotching, mottle, belang-belang kuning berpola tidak teratur pada helai daun yang agak berbeda dengan gejala defisiensi hara Zn, Mn, Fe atau Mg. Gejala pada tanaman dewasa sering bervariasi, yaitu: Gejala greening sektoral, diawali dengan munculnya gejala blotching pada cabang-cabang tertentu, diiringi dengan pertumbuhan tunas air lebih banyak dari tanaman normal di luar musim pertunasan Pada gejala berat, daun bisa menguning seluruhnya (seperti defisiensi N) dan terjadi pengerasan tulang daun primer dan sekunder yang dikenal sebagai Vein crocking, sementara itu secara keseluruhan daun menjadi lebih kaku dan menebal. Pada pohon yang sudah berproduksi, menyebabkan buah-buah pada cabang-cabang terinfeksi menjadi lebih kecil, tidak simetris (lop sided). Kadang-kadang ditemukan buah red nose (wama orange pada pangkal buah) terutama di tempat-tempat yang terlindung dari sinar. Pengendalian Rakitan teknologi pengendalian penyakit CVPD pada jeruk telah diformulasikan dalam bentuk Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS), yaitu : Penggunaan bibitjerukberlabel bebas penyakit. Pengendalian serangga penular CVPD (D. citri) secara cermat. Sanitasi kebun secara konsisten. Pemeliharaan tanaman secara optimal. Koordinasi penerapan teknologi pengelolaan kebun dalam suatu wilayah target pengembangan. Embun Jelaga Gejala Daun, ranting dan buah terserang dilapisi oleh lapisan berwama hitam. Pengendalian Pengendalian kutu-kutu daun (Aphis). Penyemprotan detergen 5% dua kali sebulan. Puru Berkayu Gejala Pada tanaman jeruk nipis, infeksi CVEV menyebabkan munculnya tonjolan atau puru kecil (enation) yang tersebar tidak teratur pada tulang daun di permukaan bawah daun. Woody gall adalah gejala puru-puru atau tonjolan-tonjolan di bagian batang dan Pengendalian Pencegahan merupakan langkah paling aman yaitu dengan menggunakan mata-tempel atau bibit bebas penyakit serta pengendalian vektor seperti pada kutu Jamur Upas Gejala Ditandai dengan timbulnya gejala batang atau ranting yang dilapisi benang-benang mengkilap seperti sarang laba-laba (stadium membenang) berwama merah Terdapat bintil-bintil spora jamur (stadium membintil) yang menyebabkan daun-daun menjadi gugur, ranting dan cabang terserang dapat mengalami kematian. Pada stadium lebih parah menyebabkan permukaan kulit yang terserang berwama merah jambu (stadium kortisium) berubah menjadi abu-abu. Pengendalian Upayakan agar cahaya dapat masuk secara sempuma ke seluruh bagian tanaman. Bagian tanaman yang sakit segera dibuang dengan cara dipotong pada batas 5 cm dari bagian sakit, kemudian luka ditutup dengan bahan penutup luka (parafin). Potongan tanaman yang sakit segera dibakar. Bagian sakit yang belum parah stadiumnya dapat diobati dengan pengerokan, kemudian dilabur dengan fungisida dengan bahan aktif Copper atau bubur California. Membersihkan lapisan sarang laba-laba pada stadium membenang. Kanker Gejala Gejala awal berupa bercak putih pada sisi bawah daun yang selanjutnya wama hijau gelap, kadang-kadang berwama kuning di sepanjang tepinya. Pada buah ditandai dengan gejala serupa dengan di daun tetapi bagian tepi tidak berwama kuning. Pengendalian Dikendalikan dengan fungisida berbahan aktif Copper, Antibiotika seperti Streptomisin dan Kloromisetin. Penyemprotan hanya perlu dilakukan pada musim hujan sebelum terdapat serangan berat atau menjelang bertunas. Tatter Leaf Gejala Gejala yang timbul pada daun berupa bercak-bercak menguning dan bercak coklat Pengendalian Pengendalian virus ini dapat dilakukan dengan menanam bibit bebas penyakit Menghindari adanya gesekan antara pohon sakit yang luka dengan tanaman sehat dalam rumah kasa Menjaga kebersihan alat perbanyakan Pemeliharaan serta kebersihan areal pertanaman. Diplodia Gejala Diplodia basah ditunjukkan dengan reaksi setelah terinfeksi batang, cabang atau ranting yang terserang mengeluarkan blendok berwama kuning keemasan dan pada stadia lanjut, kulit tanaman mengelupas atau bahkan bisa mengakibatkan Diplodia kering, kulit batang atau cabang tanaman yang terserang tidak mengeluarkan blendok/ gummosis tetapi kulit batang akan mengelupas, langsung mengering sehingga gejala awal lebih sulit diamati. Pengendalian Menjaga kebersihan kebun, memangkas bagian tanaman yang sakit Menjaga kebersihan alat pertanian dengan alcohol 70% atau Sodium hipoklorit 10% Pelaburan dengan bubur California Busuk Pangkal Batang Gejala Gejala yang terjadi adalah busuk akar dan gumosis encer (gom/blendok) pada permukaan kulit pangkal batang. Pengendalian Pengendalian terpadu lebih diutamakan untuk memperoleh hasil maksimal yaitu: Memakai batang-bawah yang tahan terhadap Phytophthora , misalnya Poncirus Trifoliata dan Cleopatra mandarin. Tarrah untuk pembibitan sebaiknya disterilisasi dengan bahan kimia metalaxyl atau fosetyl-Al Tinggi sambungan/tempelan dianjurkan pada 30 cm dari permukaan tanah, atau sistem Okucang (Okulasi Cangkok) Pada infeksi awal terlihat, tanah di sekitar tanaman dan perakaran bibit segera digali untuk mengekspos luka, kulit terinfeksi dikelupas dengan pisau dan dioles dengan Mankozeb atau oksiklorida tembaga. Air hujan dan air pengairan jangan sampai menggenang. Pada tanaman besar dapat dilabur dengan bubur California. Embun Tepung Gejala Adanya tanda lapisan tepung putih pada bagian atas daun, yang dapat menyebabkan daun malformasi (mengering akan tetapi tidak gugur). Pengendalian Pemangkasan tunas yang terserang. Penyemprotan menjelang bertunas dan diulang saat daun muda, menggunakan pestisida dengan bahan aktif seperti Siprokonozal, Propineb, Copper Hidrocide dan Benomyl. Antraknose Gejala Serangan terjadi pada daun, ranting dan buah. Gejala timbul dengan adanya bercak wama coklat sampai hitam dan merata sehingga ujung tunas menjadi coklat. Pengendalian Membuang dan membakar bagian tanaman yang terinfeksi. Menyemprot dengan pestisida berbahan aktif Benomyl. Mencuci buah yang diketahui tercemar saat panen, sebelum terjadi penetrasi pada kulit buah.