Pendahuluan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan sentra produksi lada putih di Indonesia. Lada putih asal Bangka Belitung dikenal di pasar dunia dengan sebutan Muntok White Pepper. Muntok White Pepper memiliki keunggulan dibandingkan dengan lada yang berasal dari daerah lain karena memiliki rasa dan aroma yang khas. Kendala utama yang dihadapi petani di Bangka Belitung adalah gangguan hama dan penyakit pada tanaman lada. Umumnya kerusakan tanaman akibat penyakit lebih besar dibandingkan serangan hama. Kehilangan hasil akibat serangan hama dan penyakit dapat ditekan dengan melakukan teknik budidaya anjuran yang bersifat ramah lingkungan serta berkelanjutan secara tepat dan benar (IPC, 2014). Ada 3 penyakit utama yang sering menyerang pertanaman lada di Bangka Belitung yaitu penyakit busuk pangkal batang, penyakit kuning dan penyakit kerdil keriting. 1. Penyakit Busuk Pangkal Batang Penyakit busuk pangkal batang (BPB) dapat menyebabkan kematian tanaman lada secara cepat. Penyebab penyakit ini adalah jamur Phytophthora capsici, yang menyerang semua stadia/umur tanaman lada, mulai dari pembibitan sampai tanaman yang telah berproduksi. Gejala Penyakit dan Patogen Penyebabnya Patogen penyebab penyakit busuk pangkal batang sebenarnya dapat menyerang seluruh bagian tanaman lada, tetapi serangan yang paling membahayakan adalah pada pangkal batang atau akar. Gejala serangan dini pada bagian ini sulit untuk diketahui, gejala akan tampak biasanya setelah ada serangan lanjut dari patogen. Gejala yang khas dari penyakit ini adalah kelayuan tanaman apabila patogen menyerang pangkal batang atau akar. Infeksi pada pangkal batang menyebabkan terjadinya perubahan warna kulit menjadi hitam. Pada keadaan lembab, gejala hitam tersebut nampak seperti berlendir berwarna agak biru. Kulit pangkal batang tersebut kadang-kadang terlepas dan tinggal jaringan pembuluh yang berwarna coklat. Daun-daun yang layu sering kali tetap tergantung dan berubah warna menjadi coklat sampai hitam. Serangan patogen pada daun menyebabkan terjadinya bercak daun. Sepanjang tepi bercak terdapat bagian gejala hitam bergerigi seperti renda yang tampak jelas bila daun diarahkan ke cahaya. Bagian tersebut tidak tampak bila daun tersebut telah mengering. Serangan pada buah menyebabkan buah berwarna hitam dan menjadi busuk. Umumnya serangan terjadi pada buah yang letaknya dekat dari permukaan tanah. Pada musim hujan penyebaran akan jauh lebih cepat, jika ada serangan patogen pada satu tanaman pada musim ini, maka dalam satu kebun 1-2 bulan kemudian tanaman disekitarnya akan terserang juga. Pengendalian Penyakit Berdasarkan sifat-sifat jamur P.capsici, maka strategi pengendaliannya dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu sebelum tanam dan sesudah tanam. Untuk strategi pengendalian sebelum tanam, apabila suatu daerah akan ditanami lada, maka sebaiknya ditelusuri terlebih dahulu tanaman yang ada sebelumnya yaitu dengan mengambil contoh sample tanah untuk dideteksi adanya propagul patogen tersebut. Bila diketahui pada areal tersebut terdapat propagul P. capsici maka strategi yang perlu diterapkan adalah menekan laju pertumbuhan jamur patogen tersebut dengan cara : a. Menanam varietas lada yang resisten atau toleran terhadap penyakit busuk pangkal batangb. Memusnahkan sumber sumber inokulum dengan cara perlakuan pengolahan tanah yang baik yaitu dibalik-balik dan diikuti dengan pembenaman bahan organik seperti sisa tanaman padi, kacang-kacangan, jagung atau pupuk kandang.c. Menggunakan setek sehat yang bebas patogend. Membuat saluran drainase yang baike. Mengatur jarak tanam sesuai rekomendasif. Pemanfaatan lahan diantara tanaman lada dengan penanaman palawija, padi gogo, bawang-bawangan (bawang putih, bawang kucai) atau temu-temuan. Adanya tanaman kopi atau cengkeh diantara tanaman lada juga dapat menekan serangan BPB. Untuk strategi pengendalian sesudah tanam dengan kata lain tanaman lada telah ada di lapangan, maka strategi yang perlu dilakukan adalah melalui 3 cara yaitu : a. Tindakan kultur teknik Strategi pengendalian dengan membuat pagar disekeliling kebun, ternak peliharaan jangan dibiarkan bebas berkeliaran didalam kebun, menanam penutup tanah diikuti dengan penyiangan terbatas hanya disekitar tanaman lada, membuat/memperbaiki saluran drainase, memangkas sulur-sulur tanaman yang dekat permukaan tanah pada waktu menjelang musim hujan (sulur cacing maupun sulur gantung), melakukan pemangkasan tiang panjat hidup sebanyak 2 kali pada musim hujan dan 1 kali pada musim kemarau. b. Tindakan kimiawi Melakukan aplikasi fungisida sistemik, dengan penyemprotan dilakukan pada awal musim hujan dan selama musim hujan dengan interval satu bulan. c. Tindakan hayati Formulasi hayati yang merupakan campuran dari bahan organik (pupuk hijauan, pupuk kandang/sapi) disarankan untuk diberikan pada awal musim hujan, diulangi 2-3 bulan setelah pemberian awal dengan tujuan mengurangi populasi patogen dalam tanah. Pada awal musim hujan, dilakukan aplikasi formula yang mengandung Trichoderma spp., Pseudomonas flourescens, Mycorhiza Vesicular arbuscular (VAM) pada pangkal tanaman lada. Inspeksi kebun harus dilakukan secara teratur, bila terlihat daun-daun bagian bawah bergejala khas serangan P.capsici maka harus dilakukan tindakan pengendalian dengan cara mekanik yaitu dengan membuang/memusnahkan daun-daun yang bergejala dan diikuti dengan pengendalian secara kimiawi. Jika ditemui tanaman yang menunjukan gejala layu maka harus segera dimusnahkan, tanah bekas tanaman sakit jangan langsung ditanami dengan tanaman lada kembali, siram dengan larutan bubur bordo dan tanah dibiarkan terbuka paling sedikit selama 6-12 bulan. 2. Penyakit Kuning Penyakit kuning pada tanaman lada di Bangka disebabkan oleh keadaan yang kompleks yaitu adanya serangan nematoda (Radopholus similis dan Meloidogyne incognita), adanya jamur parasit terutama Fusarium solani dan Fausarium oxsysporum serta rendahnya kesuburan tanah. Nematoda adalah sejenis cacing berukuran kecil yang umumnya hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Gejala Penyakit dan Patogen Penyebabnya Gejala penyakit kuning pada tanaman lada terdiri dari gejala diatas permukaan tanah dan gejala di bawah permukaan tanah. Gejala diatas permukaan tanah ditandai dengan tanaman yang terserang pertumbuhannya akan terhambat. Warna daun dan dahan berubah menjadi kekuning-kuningan, perubahan dimulai dari bagian bawah dan akan menjalar ke bagian atas tanaman. Gejala serangan dapat terjadi pada tanaman yang belum menghasilkan maupun tananam yang sudah menghasilkan. Daun-daun yang telah menguning, tidak menjadi layu tetapi sangat rapuh, sehingga secara bertahap daun-daun tersebut akan gugur. Pada tanaman yang sudah menghasilkan buah-buah akan bertahan lebih lama melekat pada tangkai dibandingkan dengan daunnya. Gejala dibawah permukaan tanah terlihat apabila bagian akar tanaman digali, tampak sebagian akar rambutnya sudah rusak dan terdapat luka-luka nekrosis dan puru. Luka ini disebabkan oleh serangan nematoda Radopholus similis dan puru akar disebabkan oleh serangan nematoda Meloidogyne spp. Serangan nematoda akan menyebabkan akar membengkak, akar membengkak ini berisi nematoda-nematoda betina beserta kumpulan telurnya. Pengendalian Penyakit Mengingat kompleksnya penyebab penyakit kuning, maka cara pengendalianya yang tepat adalah secara terpadu. Beberapa komponen pengendaliannya antara lain : a. Penggunaan varietas tahan/toleranb. Teknik budidaya Perbaikan teknik budidaya dengan upaya antara lain ;Cara sanitasi yaitu dengan menjaga kebersihan kebun, membongkar dan membakar tanaman yang sakit.Penggunaan pupuk yang tepat sesuai rekomendasiPenggunaan mulsa c. Pengendalian secara hayatiNematoda dapat dikendalikan dengan menggunakan musuh alami, dengan menambahkan bahan-bahan organik (kotoran ayam, kotoran sapi, bungkil kedelai, alang-alang dan kompos) ke dalam tanah, populasi musuh-musuh alami nematoda parasit akan meningkat. Selain itu juga dapat dilakukan dengan cara menanam tanaman bukan inang nematoda tersebut diantara tanaman lada (Macroptillium artropurpureum, Centrosema pubescens, Clitoria ternatea, Cajanus cajan, Arachis hypogea dan Crotalaria spp.) d. Penggunaan PestisidaUntuk mengurangi populasi nematoda dapat digunakan nematisida, sedangkan untuk mengurangi aktivitas jamur digunakan fungisida. 3. Penyakit KeritingPenyakit keriting (kerdil) di Bangka diduga disebabkan oleh virus. Penyakit ini dapat menurunkan hasil produksi lada sampai 43 %. Gejala Penyakit dan Patogen Penyebabnya Gejala serangan penyakit keriting diawali dengan tanaman yang baru terserang terjadi kelainan bentuk pada daun pucuk dan tunas-tunas muda, namun daun-daun yang berada pada bagian bawah tanaman masih tumbuh normal. Tanaman yang sudah terserang, daun-daun pucuk yang keluar dari tunas menunjukan gejala mosaik, kelainan bentuk kecil-kecil, sempit dan ada yang berbentuk bulan sabit asymetris, berkerut hingga keriting dan umumnya rapuh. Pada daun yang tumbuh normal tampak bercak bercak kuning bersudut tak teratur. Tunas-tunas yang baru tubuh beruas pendek, tandan bunga (buah) juga pendek, kerdil dan buahnya kecil serta jarang. Pada serangan yang lebih berat pertumbuhan tanaman tampak kecil dan cabang cabang tumbuh berlebihan dengan kelainan daun yang kecil kecil dan kaku, kadang-kadang menggulung ke bawah dan kadang kadang juga tanpa daun sama sekali. Penyebab penyakit keriting adalah virus Pepper Yellow Mottle (PYMV) dan virus Cucumber Mosaik Virus (CMV) dan dimana tanaman yang baru terserang virus tidak memperlihatkan gejala secara visual. Pengendalian Penyakit Tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut dengan cara :a. Membongkar dan memusnahkan semua tanaman yang menunjukan gejala penyakit keriting.b. Tidak menggunakan bahan tanaman yang berasal dari tanaman yang sakitc. Menggendalikan populasi Aphis sp dan serangga vektor lainnya dengan insektisida. Penyemprotan tanaman lada menggunakan insektisida berbahan aktif dimethoate 0.05 % atau fenthion 0.05 % atau chlorpiryphos 0.05 % dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus melalui serangga vektor. Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk bahan website Judul : Penyakit Utama Tanaman Lada dan Pengendaliannya. Ditulis Oleh : Ria Maya, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung) Sumber Bacaan : - Monograf Tanaman Lada (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996) - Pengendalian Penyakit dan Hama Tanaman Lada di Indonesia (International Pepper Community, 2014) - Pedoman Budidaya Lada yang Baik (International Pepper Community, 2014) Sumber Gambar : Koleksi BPTP Kep. Bangka Belitung dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.