[JAKARTA] Penyuluhan merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Di era industri digital 4.0, Kementerian Pertanian mendorong penyuluh pertanian agar dapat mempermudah dan mensinergikan interaksi hulu dan hilir dalam sistem agribisnis/agroindustri. Hal ini sejalan dengan upaya pembenahan sektor pertanian yang harus dilakukan pemerintah dan stakeholder terkait. Penyuluh selain harus bisa menguasai teknologi, juga harus paham dengan sistem agribisnis yaitu apa yang dibutuhkan pasar dan hal ini menjadi titik tolak bagaimana mengembangkan materi penyuluhan untuk mendampingi petani. Hal ini sesuai dengan harapan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa inovasi teknologi revolusi industri 4.0 dapat menarik minat generasi muda. Khususnya untuk menumbuh kembangkan sektor pertanian dan dengan seiringnya berjalannya waktu lebih mencintai pertanian dan mau berusahatani di sektor pertanian. "Tantangan petani dalam merespon pertanian 4.0 yaitu peralatan pertanian analog, keterampilan memanfaatkan media, infrastruktur telekomunikasi di pedesaan, keamanan data pertanian, manajemen big data dan integrasi data aplikasi pertanian," katanya. Tantangan tersebut akan menjadi peluang dengan menerapkan teknologi digitalisasi di sektor pertanian dan untuk mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern. Pertanian itu keren dan saat ini agenda utama pertanian era 4.0 adalah transformasi digital sektor pertanian serta pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital bidang pertania," ujar Mentan SYL. Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 38, Selasa (20/09/2022) di AOR BPPSDMP yang bertemakan Penyuluhan Berbasis ICT. Dedi mengatakan saat ini kita harus bertransformasi ke pertanian modern untuk mendongrak produktivitas pertanian dan juga kreativitas petani dan penyuluh pertanian. Metode penyuluhan pertanian dulu hanya menggunakan metode lakususii, sekarang lakususi plus smart farming melalui pemanfaatan teknologi Internet Of Things”. ujar Dedi. Dedi menambahkan bahwa apabila di era digital 4.0 penyuluhan tidak menggunakan teknologi akan ketinggalan, dengan menggunakan Internet Of Things akan tercapainya pertanian yang maju, mandiri dan modern. Narasumber Ngobras yang merupakan tim media kabupaten kebumen, mengatakan bahwa salahsatu media penyuluhan yang dilaksanakan secara rutin yaitu panggung Penyuluhan yang merupakan inovasi media penyuluhan di era digitalisasi penyuluhan pertanian. Panggung Penyuluhan mengangkat materi yang berisi tentang penyuluhan pertanian dengan konsep wawancara langsung, narasumber berasal dari Penyuluh Pertanian atau Pelaku Utama dan Pelaku Usaha di bidang pertanian serta para pemangku kebijakan. Panggung Penyuluhan tayangkan di media sosial Penyuluhan Pertanian Kebumen diantaranya YouTube dan Podcast satu minggu sekali setiap Hari Jumat jam 05.00 wib. Sulistiarini salahsatu anggota tim media kabupaten kebumen menceritakan awal berdirinya tim dimulai dengan adanya lomba pembuatan video penyuluhan yang diadakan dinas pertanian. Saat ini sudah ada 26 podcast di 26 BPP kabupaten kebumen, kami juga telah bergabung kedalam organisasi profesi dan telah memiliki tim pemasaran juga tim kapasitas penyuluhan”. jelas Sulistiarini. Lebih lanjut Sulistiarini mengatakan tujuan pembuatan tim ini, karena kami melihat tuntutan jaman yang semuanya menggunakan teknologi tentunya kami di dukung oleh dinas pertanian kabupaten kebumen. Kedepannya kami berharap semakin banyak materi yang disajikan dan lebih bermanfaat bagi petani. Semakin banyak podcast dan konten-konten yang menarik lainnya, sehingga petani lebih tertarik terhadap materi yang dibawakan”.pungkas Sulistiarini.hvy