Loading...

Peran Kelompoktani dan Gapoktan Dalam Pengelolaan Air Irigasi

Peran Kelompoktani  dan Gapoktan  Dalam Pengelolaan Air Irigasi
Ketersediaan air untuk padi sawah irigasi akan semakin langka, hal ini diperparah oleh kerusakan daerah aliran sungai (DAS) serta perubahan iklim global. Akibar dari kelangkaan air tersebut adalah: a) Produksi padi akan turun karena luas areal tanam berkurang, kebutuhan tanaman akan air tidak terpenuhi. Sekitar 70% produksi padi nasional berasal dari padi sawah beririgasi. b) Penggunaan air akan sangat kompetitif yang dapat berpengaruh negative terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan dapat memicu konflik antar sektor dan antara daerah yang berada dalam kawasan DAS. Untuk mengatasi kelangkaan air irgasi ini diperlukan upaya peningkatan efesiensi penggunaan air antara lain dengan perbaikan teknik irigasi itu sendiri. Seperti kita ketahui bahwa ada empat teknik irigasi yang umum diterapkan di daerah atau wilayah irigasi skala kecil, skala sedang dan skala luas, yaitu; a) Irigasi tergenang mengalir ; Air dialirkan dari petak ke petak sampai seluruh petakan tergenang. Pada system irigasi teknis debit air terncana dan terukur. Untuk irigasi nonteknis (irigasi sederhana atau pedesaan) air dialirkan tidak terukur dan terencana. b) Irigasi tergenang diam; air disalurkan ke blok hamparan tanaman padi sampai seluruh petakan pertanaman tergenang, kemudian dihentikan. Selanjutnya air disalurkan ke blokt hamparan lain sampai seluruh daerah atau wilayah terairi. Debit air terukur dan terencana. c) Irigasi berselang tidak teratur ; air dialirkan keseluruh hamparan. Aliran berhenti bila hujan di daerah tangkapan juga berhenti. Aliran air berikutnya bergantung pada hujan. d) Irigasi berselang teratur adalah di wilayah pengairan yang sumber airnya dari waduk atau bendungan.Hamparan sawah dibagi dalam beberapa blok dan setiap blok memdapat aliran air 5 - 10 hari sekali Irigasi beselang yang diikuti denga kondisi stress-day (macak-macak) Stress-day adalah jumlah hari tanpa genangan air dihitung 2-3 hari petak pertanaman padi sawah pada kondisi air macak-macak. Di KP (kawasan percobaan) Sukamandi, pengairan berselang 4-5 hari sekali, tanaman padi sawah tidak mengalami stress-day. Pada pengairan berselang 9 hari sekali, tanaman padi mengalami 2 stress-day, tetapi hasil padi tidak turun. Hasil percobaan ini menunjukan bahwa teknik irigasi berselang macak-macak selama pertumbuhan tanaman padi tidak menurunkan hasil, tetapi menghemat air sekitar 49% pada musim hujan dan 41% pada musim kemarau Pada irigasi berselang macak-macak ini, hamparan sawah dapat dibagi menjadi 4-9 blok. Setiap blok akan menerima air irigasi 5 - 10 hari sekali. Selain itu, pengairan berselang 4-5 hari sekali meningkatkan efesiensi penggunaan pupuk urea sebesar 50% dibandingkan dengan irigasi tergenang. Manjemen Pengelolaan air irigasi berselang Irigasi berselang diikuti dengan stress day/kondisi air macak-macak terbukti dapat meningkatkan efesiensi pengguaan air irigasi padi sawah. Dengan teknik irigasi berselang ini diperlukan manajemen pembagian air yang adil untuk daerah kawasan irigasi, sehingga tidak terjadi konflik sosial antara petani dikawasan irigasi. Untuk itu perlu ada kerjasama antara petani pemakai air irigasi. Seperti kita ketahui bahwa disetiap desa ada kelompoktani dan Gapoktan. Struktur organisasi kelompoktani atau gapoktan selain terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara, juga dilengkapi dengan seksi-seksi sesuai kebutuhan anggota, khusus untuk kelompoktani yang anggotanya mempunyai usaha padi sawah irigasi, diperlukan seksi pengairan yang mempunyai tugas berusaha memenuhin kebutuhan anggotanya akan air irigasi untuk padi sawah. Petugas seksi pengairan dari kelompoktani - kelompoktani dalam satu desa bergabung membentuk kelompok hulu air/P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) yang bertugas mengatur pembagian air kepada sawah anggota kelompoktani /anggota gapoktan di desa tersebut. Setiap anggota yang sawahnya mendapat pelayanan irigasi dari P3A dikenakan biaya yang besarnya sesuia kesepakatan. Dana ini digunakan pembelian alat-alat operasional dan selebihnya untuk insentif anggota/petugas P3A. Untuk pengelolaan air antara desa/antara gapoktan maka dibentuk Gabungan P3A.(GP3A) yang bertugas mengatur pembagian air irigasi antara desa, artinya GP3A ini mengatur air pada pintu air pada saluran primer atau sekunder. Sedangkan P3A mengatur pembagian air untuk petani dalam satu desa yaitu pada pintu air saluran tersier. Berdasarkan kesapakatan angota gapoktan, jatah air yang didapat untuk satu desa dapat diperluas penyebarannya yaitu dengan pembuatan pintu air baru pada saluran irigasi tersier dan kuarter yang dilanjutkan dengan saluran irigasi cacing. Dengan adanya saluran irigasi cacing ini daerah yang jauh dari sungai dapat terairi walaupun tidak optimal, seperti sawah tadah hujan dengan adanya saluran irigasi cacing dapat panen dua kali setahun. Sumber: 1) Kelompoktani Bina Karya dengan alamat Kampung Batu Lawang, kelurahan Babakan Kalang Anyar, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten 2) Badan Litbang Pertanian, Pengelolaan Air Irigasi Padi Sawah 3) www.mrcmekong.org : gambar saluran irigasi Penulis: Marwati (Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian)