Trichogramma sp. termasuk famili Trichogrammatidae, ordo Hymenoptera. Diketahui tidak kurang dari 100 spesies parasitoid termasuk famili Tricogrammatidae. Umumnya berupa serangga dengan ukuran tubuh sangat kecil (0,4-0,69 mm) dan hidup sebagai parasitoid telur khususnya serangga dari ordo Lepidoptera. Ukuran tubuh imago betina lebih besar daripada imago jantan. Imago jantan lebih dahulu keluar daripada imago betina dan segera berkopulasi dalam beberapa detik. Telur diletakkan kira-kira 24-28 jam setelah imago muncul. Daur hidup Trichogramma antara 7-9 hari. Larva Trichogramma sp. terdiri dari 3 instar, kemudian larva berkembang menjadi pupa, setelah 7-8 hari pupa akan menjadi imago dan keluar dari telur inang dengan membuat lubang pada kulit telur. Trichogramma evanescens merupakan agensia hayati untuk pengendalian hama utama jagung yaitu penggerek batang (Ostrinia furnacalis) dan penggerek tongkol (Helicoverpa armigera). evanescens mempunyai harapan untuk dikembangkan sebagai agensia hayati dalam pengendalian hama utama jagung yaitu O. furnacalis dan H. armigera Musuh alami sebagai agensia pengendali alami merupakan salah satu komponen penting PHT, dan mempunyai peluang yang cukup baik untuk mengendalikan hama penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis) dan hama penggerek tongkol (Helicoverpa armigera). Perbanyakan masal trichogramma di laboratorium, telah diaplikasikan guna membantu pengendalian hama penggerek tebu, seperti yang telah dilakukan oleh pabrik gula (PG) Takalar di Gowa. Trichogramma merupakan salah satu parasitoid telur yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai agensia pengendali populasi penggerek batang dan penggerek tongkol. Trichogramma biasanya diperbanyak dengan menggunakan inang pengganti seperti telur ngengat genus Corcyra, karena mudah dibiakkan. Trichogramma dapat dibiakkan pada inang pengganti seperti telur ngengat. Perbanyakan massal parasitoid trichograma dimulai dengan perbanyakan massal inang pengganti seperti telur ngengat. Telur ngengat hasil perbanyakan direkatkan pada kertas karton manila (pias) berukuran 2 cm x 8 cm dengan menggunakan lem gum arab. Setiap pias berisi kurang lebih 2500 butir telur Kemudian pias tersebut dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan imago trichograma diinvestasikan untuk memarasit telur ngengat. Rasio yang ideal untuk mencapai tingkat parasitasi 90% adalah 1 : 6 (satu trichograma betina dan 6 butir telur ngengat) namun dengan perbandingan 1 : 5 dapat mencapai tingkat parasitasi tertinggi di laboratorium Balitsereal yaitu 89%. Telur-telur yang telah terparasit 4 hari setelah investasi berwarna hitam, dan pada hari ke-7 setelah investasi muncul parasitoid baru. Populasi ini yang dapat digunakan untuk pembiakan masal generasi berikutnya. Jika pembiakan telah mencapai 20 generasi, generasi berikutnya perlu dikawinkan dengan spesies liar hasil koleksi dari lapangan untuk mencegah inbreeding. Pelepasan parasitoid ke lapangan dilakukan pada hari ke 4-5 setelah investasi di laboratorium. Peranan Parasitoid Kemampuan seekor trichograma betina untuk memarasit 100 butir telur hama penggerek batang dan 100 butir telur inang pengganti ngengat dapat dilihat pada Tabel 6. Dari 100 butir telur penggerek batang yang terparasit hanya 35% sedang- kan dari 100 butir telur ngengat yang terparasit mencapai 43%. Perbedaan ini mungkin disebabkan telur penggerek batang diletakkan secara berkelompok dan diselubungi oleh selaput tipis sedangkan telur ngengat tidak. Tingkat populasi yang tinggi tidak selalu diikuti oleh tingkat parasitasi yang tinggi. Tinggi rendahnya tingkat parasitasi pada suatu lokasi dipengaruhi oleh ada tidaknya inang (penggerek batang) dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat populasi parasitoid. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sangat mengutamakan berfungsinya mekanisme pengendalian alami yang merupakan pengendalian hama yang ramah lingkungan. Hama penggerek batang maupun penggerek tongkol pada tanaman jagung merupakan hama utama yang dapat menurunkan produksi, dan parasitoid trichograma dapat digunakan sebagai pengendali alaminya. Ada beberapa alasan yaitu: Trichograma mudah dibiakan di laboratorium dengan menggunakan telur ngengat sebagai inang pengganti. Sedangkan ngengat mudah dibiakan dengan beberapa jenis makanan selain beras jagung yaitu dengan beras, bekatul, pakan ayam dan lain sebagainya yang mudah didapat di pasar. Trichograma dapat memarasit telur-telur penggerek batang dan penggerek tongkol di laboratorium maupun di lapang, sedangkan untuk penggerek tongkol di lapang belum diperoleh data. Selain itu penggunaan agen hayati trichograma sangat aman terhadap lingkungan sehingga layak untuk dikembangkan dan dimasyarakatkan. Pelaksanaan pengendalian hama menggunakan parasitoid di lapang oleh petani memerlukan bimbingan teknis penyuluh diperlukan adanya koordinasi diantara petani didalam menentukan waktu dan jumlah pelepasan parasitoid secara bersama dalam mengendalikan hama.(Purnomojati Anggoroseto, SP, MSi.)