Tanaman lada banyak diusahakan oleh petani dalam bentuk perkebunan kecil, namun produktivitasnya masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan penyediaan bibit berkualitas melalui pembibitan lada yang sehat dan baik.Tanaman lada dapat diperbanyak secara generatif melalui biji dan vegetatif melalui setek. Perbanyakan melalui setek lebih praktis, efisien dan bibit yang dihasilkan sama dengan siat induknya. Setek tanaman lada dapat diambil dari sulur panjat, sulur gantung, sulur tanah dan sulur buah (cabang buah).Sulur panjat adalah sulur yang tumbuh memanjat pada tanaman penegak, mempunyai akar lekat pada setiap bukunya, apabila ditanam akan menghasilkan tunas dan akar lekatnya dapat langsung melekat pada tanaman penegak.Sulur gantung adalah sulur panjat yang menggantung atau tidak tumbuh memanjat pada tanaman penegak, tidak mempunyai akar lekat , apabila ditanam akan menghasilkan tunas yang tidak dapat langsung melekat pada tanaman penegak dan keluar cabang buahnya lambat 1- tahun. Sulur tanah adalah sulur yang merayap di permukaan tanah , akar lekatnya terbatas, tiap buku tidak keluar akar, apabila ditanam akan menghasilkan tunas yang tidak dapat langsung melekat pada tanaman penegak, dan keluar cabang buahnya lambat 1-2 tahun. Sulur buah atau disebut juga cabang buah tidak mempunyai akar lekat, apabila ditanamsulur akan cepat menghasilkan buah, tetapi tanaman tidak dapat tumbuh tinggi dan tidak dapat melekat pada tiang panjat. Keluar cabang buahnya cepat, yaitu pada umur 1 tahun sudah menghasilkan buah, disebut juga lada perdu.Untuk menghasilkan tanaman lada yang tumbuh baik pada tanaman penegak, sebaiknya digunakan bahan tanam yang berasal dari sulur panjat. Setek lada dari sulur panjat diperoleh dari tanaman yang belum berproduksi pada umur 6-9 bulan, pohon induk dalam keadaan pertumbuhan aktif dan tidak sedang berbunga atau berbuah. Setek tidak boleh terlalu tua atau muda dan diambil dari sulur yang belum menjadi kayu. Bahan tanaman untuk bibit sebaiknya berasal dari tanaman yang tumbuh kuat , daunnya berwarna hijau tua, tidak menunjukan gejala kekurangan hara maupun serangan hama penyakit. Bahan tanaman diperoleh dari kebun induk perbanyakan atau kebun produksi yang masih muda.Bahan tanam lada untuk bibit dapat berasal dari setek pendek maupun setek panjang. Penggunaan setek pendek satu ruas berrdaun tunggal dari sulur panjat memiliki beberapa keuntungan, antaralain dapat menyediakan bibit dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang relati cepat, seragam dan menghemat penggunaan bahan tanam hingga 40 %. Penggunaan setek panjang 5-7 ruas yang langsung ditanam di lapangan mempunyai resiko kegagalan yang cukup besar dan memerlukan bibit yang cukup banyak sehingga tidak ekonomis. Setek pendek satu ruas berdaun tunggal yang disemai selama tiga bulan menunjukan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan setek panjang 5-7 ruas yang ditanam langsung di lapangan. Ditulis ulang oleh: Edwin Herdiansyah dan Tri Kusnanto Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat