Loading...

PERBANYAKAN TRICHODERMA ,SP PADA MEDIA BERAS

PERBANYAKAN TRICHODERMA ,SP PADA MEDIA BERAS
PENDAHULUAN Pengendalian hayati (biological control) merupakan suatu metode pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) yang melibatkan musuh alami yang menguntungkan untuk memperoleh pengurangan jumlah populasi dan serangan hama serta penyakit di lapangan. Jamur antagonis adalah satu jenis agens hayati yang bisa dimanfaatkan dalam upaya pengendalian hayati. Keunggulan jamur-jamur sebagai pengendali hayati karena jamur-jamur tersebut mempunyai kapasitas reproduksi yang tinggi, mempunyai siklus hidup yang pendek, dapat membentuk spora yang mampu bertahan lama di alam bahkan dalam kondisi ekstrim. Disamping itu, penggunaan mikroba antagonis juga relatif aman digunakan, mudah diperbanyak, cocok dengan berbagai insektisida, dan kemungkinan menimbulkan resistensi sangat kecil. Salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai biofungisida adalah jamur Trichoderma sp. Trichoderma, sp dapat menghambat pertumbuhan serta penyebaran racun jamur penyebab penyakit bagi tanaman seperti cendawan Rigdiforus lignosus, Fusarium oxysporum, Rizoctonia solani, Fusarium monilifome, sclerotium rolfsii dan cendawan Sclerotium rilfisil. Mikroorganisme ini adalah jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman. Spesies Trichoderma sp. yang berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman antara lain sebagai jamur antagonis yang bersifat preventif terhadap penyakit tanaman telah menjadikan jamur tersebut digunakan oleh petani dalam usaha pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). KEUNGGULAN JAMUR TRICHODERMA SP. Mampu mengendalikan jamur rugi pathogen dalam tanah, Dapat mendorong adanya fase revitalisasi tanaman. Berfungsi sebagai biodekomposer, mendekomposisi limbah organik, menjadi kompos yang bermutu, serta dapat bertindaksebagai biofungisida. Dapat menjadi agen biokontrol karena bersifat antagonis bagi jamur lainnya. PROSES PEMBUATAN MEDIA BERAS SEBAGAI PERKEMBANGBIAKAN TRICHODERMA SP. Siapkan beras sebanyak 15 lt, kemudian Beras dicuci dengan air bersih lalu direndam dengan air selama 15 menit, setelah itu ditiriskan sampai kering (kering angin) di atas kain steril. Kukus beras di dandang selama 20-30 menit hingga setengah matang, tujuan pengukusan dilakukan yaitu untuk mendapatkan beras setengah matang. Setelah beras setengah matang, diangkat dan dinginkan selama 5 menit, Masukkan beras dalam kantong plastik tahan panas sebanyak 100 gr lalu dilipat-lipat, Kukus kembali beras dalam kantong plastik selama 2 jam, tujuan dari pengukusan kedua yaitu untuk mengsterilkan beras yang telah dibungkus plastik, kemudian simpan di lemari pendingin, Sebelum menambahkan isolat Trichoderma sp., media beras di remukkan terlebih dahulu, Lalu tambahkan isolat Trichoderma sp. pada media beras, kemudian campur rata dan usahakan isolat tersebut tidak mengenai plastik untuk mencegah adanya kontaminasi. Isolat yang dimasukkan kedalam media sebanyak 0,9 gram. Setelah isolat dengan media tercampur rata, lipat silang kantong plastic kemudian gulung ujungnya lalu di stapler, Beri label dan letakkan kembali di lemari pendingin. STERILISASI ALAT DAN BAHAN Proses sterilisasi alat dan bahan diperlukan pada tahapan pembuatan Trichoderma sp. sebagai proses penghilangan atau membunuh mikroorganisme (protozoa, fungi, bakteri, mycoplasma, virus) pada peralatan agar tetap bersih atau steril sehingga mencegah terjadinya kontaminasi. Sterilisasi dilakukan menggunakan dandang yaitu alat pengukus sederhana. Pengukusan alat dan bahan dilakukan dengan api sedang selama 60 menit. Sterilisasi bahan bertujuan untuk menjaga agar bahan matang dan tidak terkontaminasi, proses pengukusan beras dilakukan untuk mematikan bakteri yang dapat merugikan dalam pembuatan Trichoderma sp. INKUBASI TRICHODERMA SP. Selama proses inkubasi berlangsung ruangan yang digunakan harus dalam keadaan steril dan terhindar dari bakteri yang dapat merusak agar proses inkubasi Trichoderma sp. berhasil. Proses inkubasi Trichoderma sp. berlangsung pada 2 minggu atau 14 hari lamanya. Inkubasi ini bertujuan agar miselia berwarna hijau dapat berkembang biak dengan baik. Setelah 2 minggu masa inkubasi Trichoderma sp.dapat digunakan langsung pada lapangan. Lama penyimpananTrichoderma sp. yaitu 3 bulan dan disimpan dilemari pendingin. Media padat yang ditutupi miselia berwarna hijau yang berumur antara 2-3 minggu, siap digunakan untuk aplikasi pada lapangan. Penyusun : Nasriati Sumber : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar