Perlakuan Penanaman Tebu secara Pengelolaan Tanaman Terpadu
Dalam Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Tebu lahan yang ingin ditanam tebu dilakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan lahan dilakukan berbagai tahapan pembajakan. Pembajakan pertama bertujuan untuk membalik tanah serta memotong sisa-sisa kayu dan vegetasi lain yang masih tertinggal. Pembajakan kedua dilaksanakan tiga minggu setelah pembajakan pertama. Arah bajakan memotong tegak lurus hasil pembajakan pertama dengan kedalaman olah 25 cm. Peralatan yang digunakan adalah disc plow 3-4 disc berdiameter 28 inci dengan traktor 80-90 HP untuk menarik. Penggaruan bertujuan untuk menghancurkan bongkahan-bongkahan tanah dan meratakan permukaan tanah. Penggaruan dilakukan menyilang dengan arah bajakan. Pembuatan kairan adalah pembuatan lubang untuk bibit yang akan ditanam. Kairan dibuat memanjang dengan jarak dari pusat ke pusat (PKP) 1,35-1,5 m, kedalaman 30-40 cm dan arah operasi membuat kemiringan maksimal 2%. Kebutuhan bibit tebu per ha antara 60-80 kwintal atau sekitar 10 mata tumbuh per meter kairan. Sebelum ditanam bibit perlu diberi perlakuan sebagai berikut :Seleksi bibit untuk memisahkan bibit dari jenis-jenis yang tidak dikehendakiSortasi bibit untuk memilih bibit yang sehat dan benar-benar akan tumbuh serta memisahkan bibit bagal yang berasal dari bagian atas, tengah dan bawah.Pemotongan bibit harus menggunakan pisau yang tajam dan setiap 3-4 kali pemotongan pisau dicelupkan kedalam lisol dengan kepekatan 20%Memberi perlakuan air panas pada bibit dengan merendam bibit dalam air panas (500C) selama 7 jam. Kemudian bibit direndam dalam air dingin selama 15 menit. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga bibit bebas dari hama dan penyakitBibit yang telah siap tanam ditanam merata pada kairan. Penanaman bibit dilakukan dengan menyusun bibit secara over lapping atau double row atau end to end (nguntu walang) dengan posisi mata disamping. Hal ini dimaksudkan agar bila salah satu tunas mati maka tunas di sebelahnya dapat menggantikan. Bibit yang telah ditanam kemudian ditutup dengan tanah setebal bibit itu sendiri. Akan tetapi bila pada saat tanam curah hujan sangat tinggi, maka bibit sebaiknya ditanam dengan cara baya ngambang atau bibit sedikit terlihat. Disusun Oleh : Bambang Wijayanto, Kiswanto, Gohan Octora Manurung Sumber : buku petunjuk teknis budidaya tebu , BPTP Lampung