Loading...

PERTANIAN PRESISI DI PERKEBUNAN

PERTANIAN PRESISI DI PERKEBUNAN
Rendahnya produktivitas perkebunan salah satunya disebabkan oleh penerapan teknik budidaya yang belum optimal, yang meliputi pemilihan bahan tanaman yang kurang sesuai, pemilihan lokasi yang kurang tepat, pemberian pupuk yang kurang sesuai baik dosis, waktu dan jenisnya, pemberian air yang tidak sesuai jumlah maupun saat pemberian, panen yang kurang sesuai baik waktu maupun cara panennya serta pengolahan pasca panen. Untuk memperoleh tingkat produkifitas optimal, maka semua tahapan budidaya harus dilakukan dengan ketepatan yang tinggi (presisi). Untuk itu penerapan pertanian presisi perkebunan harus dilaksanakan yaitu dengan cara mengelola lingkungan yang dibutuhkan tanaman secara tepat sehingga tanaman mampu berproduksi lebih besar dengan tingkat input yang lebih kecil. Oleh karena itu pertanian presisi perkebunan harus mampu mengelola sumber daya alam yang ada dengan berbasis pada teknologi informasi. Secara umum ada 5 komponen dalam pertanian presisi perkebunan yang harus dilakukan yaitu : 1) ketepatan dalam persiapan lahan; 2) ketepatan dalam pemilihan bahan tanaman dan penanaman; 3) ketepatan dalam pemeliharaan tanaman; 4) ketepatan dalam pelaksanaan panen dan pasca panen serta 5) ketepatan dalam memanfaatkan limbah perkebunan. Ketepatan dalam persiapan lahan Kesesuaian lahan merupakan hal yang penting dalam budidaya tanaman perkebunan. Untuk itu lahan harus dipilih yang sesuai dengan syarat tumbuh dari tanaman perkebunan yang akan kita budidayakan. Persiapan lahan dimulai dengan pengolahan lahan dengan langkah pertama adalah pembuatan lubang tanam. Hal ini dikarenakan lubang tanam merupakan lingkungan yang paling mendasar bagi tanaman perkebunan dan akan berpengaruh besar terhadap perkembangan selanjutnya. Melalui konstruksi lubang tanam yang benar diharapkan diperoleh kondisi fisika dan kimia media yang ideal dengan keseimbangan kandungan hara, air, udara, dan pH yang proporsional untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan jaringan akar tanaman perkebunan. Pembuatan lubang tanam selain harus pada posisi titik yang tepat sesuai dengan kondisi topografi lahan dan arsitektur pola tanamnya, juga ukuran volumetrik lubang serta karakteristik campuran tanah beserta material organik dan tambahan amelioran yang akan diisikan ke dalamnya harus tepat sesuai kebutuhan fisiologis tanaman. Melalui penerapan pertanian presisi maka budidaya tanaman perkebunan diharapkan dapat membantu proses konstruksi lubang tanam pada budidaya perkebunan yang benar semakin mudah dilakukan di lapangan, misalnya dengan memanfaatkan inovasi alat pembuat lubang tanam yang kompatibel dengan operasional traktor. Ketepatan dalam pemilihan bahan tanaman dan penanaman Mengingat budidaya perkebunan merupakan investasi berjangka panjang, maka perlu dihindari kesalahan dalam penggunaan bahan tanaman. Penggunaan benih bermutu yang memiliki sifat unggul dan sehat harus dipenuhi pada saat seting awal kebun. Setelah diproleh benih bermutu, penanaman benih tersebut harus sesuai dengan jarak tanam yang direkomendasikan untuk budidayanya agar kebutuhan benih sesuai dan efisien. Point krusial pada penyediaan benih perkebunan adalah pada ketersediaan benih secara kuantitas dan kualitasnya. Untuk itu melalui praktek pertanian presisi dan penarapan mekanisasi yang tepat diharapkan dapat membantu proses produksi benih perkebunan yang memenuhi kualifikasi tersebut secara efisien. Hal ini dapat dicapai misalnya melalui tata pemberian hara dan air yang optimal pada pohon induk agar menghasilkan stek yang berkualitas. Ketepatan dalam pemeliharaan tanaman Pengelolaan hara atau pemupukan, pengelolaan air atau pengairan, pengendalian OPT dan sanitasi kebun adalah tindakan pemeliharaan tanaman perkebunan agar mampu berproduksi dengan baik. Melalui pertanian presisi, pengelolaan hara dapat dilakukan dengan melakukan pemupukan berimbang yaitu penggunaan pupuk organik dan anorganik secara tepat dosis, tepat jenis dan tepat waktu. Begitu juga pengelolaan air atau pengairan juga harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Hal yang sama juga harus dilakukan dalam pengendalian OPT dan sanitasi kebun. Pengendalian OPT harus dilakukan dengan cara pengendalian terpadu dan penggunaan insektisida dan pestisida hanya dilakukan apabila serangan OPT sudah mencapai ambang batas ekonomi sehingga tidak merusak lingkungan. Sedangkan sanitasi kebun harus tetap dilakukan secara kontinyu agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan terhindar dari gangguan gulma serta serangan OPT. Dengan pemeliharaan tanaman yang tepat maka biaya produksi budidaya tanaman perkebunan akan dapat ditekan sekecil mungkin sehingga input yang digunakan akan optimal dan mampu menjaga kelestarian lingkungan. Ketepatan pelaksanaan panen dan pasca panen Panen yang merupakan salah satu faktor penentu produktivitas maka harus dilakukan berdasarkan tingkat kemasakan dan cara panen. Setelah dipanen, hasil harus segera mungkin dilakukan pengolahan yang tepat agar hasil panen tidak rusak dan kehilangan hasil dapat di tekan. Melalui pertanian presisi, panen dan pasca panen produk perkebunan harus mampu meningkatkan nilai hasil perkebunan dan memberikan nilai tambah bagi produk perkebunan yang dihasilkan. Ketepatan dalam memanfaatkan limbah pertanian Limbah dari perkebunan setiap tahun cukup besar, namun potensi untuk mengolahnya masih sangat minim. Limbah perkebunan seperti limbah kulit kakao, limbah kulit kopi, limbah dari parbik kelapa sawit harus mampu dimanfaatkan baik untuk pakan maupun sebagai bahan organik tanah. Melalui pertanian presisi maka limbah perkebunan ini harus mampu dimanfaatkan agar tidak ada sumber daya alam yang terbuang sia-sia. Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Rr. Sri Hartati, Suci Wulandari dan Sri Suhesti, 2020. Pertanian Presisi Untuk Mendukung Peningkatan Produksi Gula. Bunga Rampai Peningkatan Produktifitas dan Daya Saing Komoditas Perkebunan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Bogor. Joko Pitono, 2019. Pertanian Presisi Dalam Budidaya Lada. Perspektif Vol. 18 (2) Des 2019. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor.