Loading...

Pertemuan Forum Laporan Semester SIMURP Tahun Anggaran 2023 di Hotel Aryaduta Palembang

Pertemuan Forum Laporan Semester SIMURP Tahun Anggaran 2023 di Hotel Aryaduta Palembang
Pada Hari ini, Kamis, 13 Juli 2023, telah dilaksanakan rangkaian pembukaan pertemuan Forum Laporan Semester SIMURP Tahun Anggaran 2023 di Hotel Aryaduta Palembang, 13 s.d. 15 Juli 2023. Kegiatan ini diawali dengan laporan kegiatan dari Manajer NPIU SIMURP, Sri Mulyani, S.P., M.Si. yang menjelaskan tujuan kegiatan ini sebagai upaya percepatan pelaksanaan kegiatan SIMURP di lokasi daerah yang diundang. Selanjutnya, disampaikan pula ucapan selamat datang dari Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran Hasil Penyuluhan Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Darwan Agus, S.P., M.M. Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan arahan dari Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M. selaku Kepala Pusat Penyuluhan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian. Bustanul Arifin menyampaikan, proyek Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) SIMURP ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dibarengi dengan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Agar dirasakan maksimal manfaatnya, realisasi anggaran kegiatan semacam SIMURP penting untuk selalu ditingkatkan agar mencapai target realisasi (disbursement) yang ditetapkan bersama dengan pemberi pinjaman (Bank Dunia dan AIIB). Belajar dari pengalaman, beliau menekankan bahwa proyek PHLN yang tidak memuaskan realisasinya bukan hanya akan membuat terkesan “menyia-nyiakan” kesempatan untuk memperluas manfaat, namun juga meniadakan kemungkinan untuk perpanjangan kerja sama serupa dengan pihak penyedia dana. Bustanul Arifin melanjutkan arahan dengan sedikit bahasan mengenai pentingnya peran penyuluh dalam membangun pertanian di tingkat kecamatan. Beliau menjelaskan pentingnya aspek perencanaan dalam pembangunan, itulah sebabnya pada setiap tingkatan pemerintahan ada perangkat daerah urusan perencanaan. Namun begitu, di tingkat kecamatan tidak ada perangkat tersebut, terutama di bidang pertanian, maka dari itu kelembagaan penyuluh (BPP) bersama dengan penyuluh di dalamnya harus berperan aktif sebagai perencana pembangunan pertanian sekaligus eksekutornya di tingkat kecamatan. Selain itu, penyuluh juga diharapkan melalui bantuan proyek seperti SIMURP ini mampu turut mendukung peran-peran KOSTRATANI BPP, seperti menjadi konsultan agribisnis dan pelopor pengembang jejaring kemitraan. Melalui pendekatan dengan pelaku usaha tani pada setiap tingkatan kelembagaan, selain penyuluh dapat menjembatani kerja sama antar kelembagaan tersebut, namun juga dapat memberikan saran-saran bisnis yang bisa meningkatkan kapasitas usaha dari para pelaku tersebut. Rangkaian pembukaan ini kemudian dilanjutkan dengan sedikit pembahasan mengenai capaian realisasi anggaran proyek SIMURP seluruh Indonesia, di mana Bustanul Arifin menyampaikan realisasi tertinggi dicapai oleh Provinsi Sumatera Utara, disusul oleh Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat secara berturut-turut. Kemudian, Kapusluhtan memberikan penghargaan berupa sertifikat dan hadiah bagi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara yang telah berhasil mencapai realisasi tertinggi dengan persentase 51,14% di pertengahan tahun 2023 ini. Beliau menyampaikan, pemberian penghargaan ini semata-mata adalah sebagai motivasi bagi provinsi pelaksana SIMURP lainnya untuk segera meningkatkan realisasinya melalui kegiatan fisik di lapangan. Harapannya, kegiatan SIMURP dapat selalu menuai apresiasi dari pihak penyedia dana sehingga secara keproyekan dinilai senantiasa memuaskan. Kegiatan Rapat ini kemudian dilanjutkan dengan forum diskusi antara NPIU SIMURP dengan PPIU Provinsi SIMURP dan KPIU Kabupaten SIMURP dari wilayah SIMURP Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Pembahasan diarahkan kepada partisipasi daerah dalam upaya untuk melanjutkan penerapan teknologi Climate-smart Agriculture (CSA) di daerahnya masing-masing. Oleh karena itu, pada lanjutan pertemuan ini esok hari, diskusi akan banyak melibatkan perencanaan daerah, baik itu Bappeda, Bappelitbangda, maupun BP4D yang berasal dari empat provinsi SIMURP yang hadir. Red: Kevin Derrian Firdaus (Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Barat)