Loading...

PERTEMUAN METODA KEHILANGAN HASIL

PERTEMUAN METODA KEHILANGAN HASIL
Penanganan pasca panen padi mempunyai peranan dalam menekan kehilangan hasil, yang secara tidak langsung merupakan upaya yang sangat strategis dalam rangka meningkatkan produksi padi dan mendukung program ketahanan pangan nasional. Jawa Barat merupakan sentra produksi padi di Indonesia akan tetapi masih memiliki tingkat kehilangan hasil padi yang cukup tinggi dan berfluktuasi dari tahun ke tahun, sebagai contoh susut hasil di Jawa Barat mengalami kenaikan sebesar 0,41 % yaitu dari 11,05% (2010) menjadi 11,46% (2011). Upaya-upaya penekanan kehilangan hasil terus dilakukan melalui fasilitasi alsintan pasca panen, bimbingan dan pengarahan mengenai penanganan pasca panen yang baik (GHP) dan juga dilengkapi dengan terus meningkatkan dan memperbaharui metoda penghitungan susut hasil, sehingga diperoleh angka susut hasil yang akurat. Kesadaran dan kepedulian pelaku pasca panen terhadap susut dan kehilangan hasil perlu terus ditingkatkan sejalan dengan keinginan pemerintah dalam menekan kehilangan hasil. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan bimbingan yang dilakukan pemerintah terhadap pelaku pasca panen, agar terjadi sinergitas yang dapat menekan kehilangan hasil. Dukungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat akan uraian diatas, salah satunya dengan mengadakan kegiatan pertemuam metoda kehilangan hasil yang dilaksanakan pada Hari Senin-Selasa Tanggal 31 April - 1 Mei 2012 bertempat di Hotel Perdana Wisata Jl. Jend. Sudirman No. 66-68 Bandung, dengan Peserta yaitu 23 Petani/Pelaku usaha di bidang padi yang didampingi Petugas dari 17 Dinas Kabupaten se-jawa barat. Serangkaian acara pada kegiatan Workshop tersebut adalah : 1. Pembukaan kegiatan pertemuan Metoda kehilangan hasil dilawali dengan sambutan dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. H. Endang Suhendar, MS dengan didampingi Kepala Bidang Bina Usaha Tanaman Pangan Diperta Jabar Ir. Dody Firman Nugraha. 2. Materi pertama mengenai Teknologi Penekanan Kehilangan Hasil yang disampaikan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian Kementrian Pertanian Peneliti Utama Ir. Suismono, M.Sc. Materi yang disampaikan mengenai pengertian dan faktor yang mempengaruhi susut pasca panen padi, teknologi menekan susut pada kegiatan pasca panen serta pengaruh tipe alat pasca panen terhadap mutu dan fisik beras. 3. Materi Selanjutnya disampaikan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian Kementrian Pertanian Peneliti Muda Dr. Enrico Saefullah, STP,Msi dengan judul Materi Teknologi Pasca Panen. Perumusan hasil materi yang disampaikan yaitu Kondisi Permasalahan pasca panen padi, Teknologi tahap-tahap pasca panen padi dan langkah-langkah dalam implementasi teknologi. 4. Materi Berikutnya mengenai Sosialisasi Alsintan Combine Harvester Untuk Padi yang disampaikan oleh Area Manager PT Corin Mulia Gemilang Bapak Hari Prabowo. Materi yang disampaikan mengenai pengenalan, kelebihan, spesifikasi dan pengalaman-pengalaman mengenai alat maxxi padi rice Combine Harvester. 5. Pada Hari ke-2 diawali dengan materi metoda penghitungan susut pasca panen padi yang disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Drs. H. Lukman Ismail, MA dan Kepala Seksi Statistik Pertanian BPS Provinsi Jawa Barat Eman Sulaeman,ST. Gambaran materi yang disampaikan yaitu Rumus susut dan tahapan pengamatan susut tiap tahapan pasca panen. 6. Materi terakhir dari pertemuan metoda kehilangan hasil ini disampaikan Kepala Balai Pengembangan Teknologi Pertanian Jawa Barat Bapak Nandang Sunandar materi yang disampaikan mengenai alat mesin pertanian pengolah padi. Rumusan dari materi tersebut yaitu Penekanan kehilangan hasil melalui penerapan alat mesin pertanian pasca panen padi disetiap tahapan (panen, Perontokan, pengeringan, penggilingan, pengeringan, penggilingan, pengemasan dan penyimpanan). Dengan telah terlaksananya Pertemuan Metoda Kehilangan Hasil yang diikuti oleh 23 Petani/Pelaku usaha di bidang padi yang didampingi Petugas dari 17 Dinas Kabupaten se-jawa barat diharapkan kesadaran dan kepedulian pelaku pasca panen terhadap susut dan kehilangan hasil dapat lebih ditingkatkan sehingga tercapai penurunan kehilangan hasil yang lebih baik lagi. (Seksi Pasca Panen Diperta Jabar)