Kentang Sumber Karbohidrat. Kentang merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak diusahakan oleh petani dataran tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Guna mengatasi keterbatasan lahan dan menghindari kerusakan lahan dataran tinggi, penanaman kentang dapat juga dilakukan pada dataran yang lebih rendah (medium) .Usaha budidaya kentang memiliki prospek dan peluang usaha yang tinggi sebagai unit bisnis yang mampu meningkatkan pendapatan dan keuntungan bagi petani, hal ini karena kentang memiliki potensi yang tinggi sebagai sumber pangan pokok pengganti beras dan sumber lainnya. Potensi sosial ekonomi yang dimiliki kentang adalah sebagai salah satu bahan pangan yang mengandung karbohidrat, mineral, dan vitamin yang cukup tinggi, sehingga sangat sesuai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai salah satu komoditas hortikultura yang dapat menggantikan beras, permintaan terhadap kentang semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk serta pola konsumsi masyarakat. Pengelompokan Kentang Untuk Konsumsi Pengelompokan kentang untuk konsumsi, umumnya dibedakan atas kentang sayur dan kentang olahan. Kentang sayur biasanya memiliki kadar air yang lebih tinggi seperti Granola, dibandingkan dengan kentang olahan yang memiliki kadar air yang lebih rendah. Di Provinsi Bengkulu khususnya di kabupaten Rejang Lebong, terdapat kentang merah yang merupakan kentang olahan spesifik Provinsi Bengkulu. Penanaman kentang ini mengalami pasang surut, kadang banyak kadang sedikit, namun selalu ada yang menanam. Terbatasnya luas pertanaman kentang, karena biaya usahatani yang besar dengan resiko kegagalan yang tinggi. Penanaman Kentang Mengingat perannya yang sangat penting sebagai komoditas pengganti beras serta penanaman yang terus menerus dilakukan pada dataran tinggi, kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan perlu mendapat pertimbangan dalam menyikapi penanaman kentang lebih lanjut. Oleh karena itu penanaman kentang pada lahan dengan ketinggian yang lebih rendah yaitu di dataran medium sebagai alternatif perluasan penanaman kentang yang lebih aman.Penanaman kentang di dataran medium masih mungkin dilakukan. Salah satu faktor pembatas produktivitas kentang di dataran medium adalah suhu yang tinggi, terutama suhu tanah. Penanaman kentang di dataran medium memungkinkan terjadinya perubahan karakter morfologis yang berhubungan dengan proses metabolisme yang terjadi pada tanaman kentang.Di Provinsi Bengkulu, kentang merah ditanam di dataran tinggi seperti umumnya penanaman kentang di Indonesia. Penanaman di dataran tinggi karena tanaman kentang membutuhkan suhu malam yang dingin untuk dapat membentuk umbi. Oleh karena itu daerah penanaman biasanya terbatas di dataran tinggi dengan ketinggian tempat diatas 1000 m dpl. Pada umumnya lahan di dataran tinggi sering juga berlereng-lereng, oleh karena itu penanaman di dataran tinggi dengan tanpa penggunaan sistim pengelolaan lahan yang disertai teknik konservasi tanah yang benar dapat menyebabkan terjadinya erosi tanah. Hal ini akan memicu terjadinya pencemaran dan percepatan degradasi tanah. Penanaman Kentang di Dataran Medium Penanaman pada dataran mediun sudah mulai dilakukan. Guna mendapatkan produktivitas yang tinggi, petani menggunakan dosis pupuk yang tinggi yaitu pupuk NPK Phonska 1.400 kg dan SP-36 400 kg/ha. Dosis ini lebih tinggi dibandingkan dengan dosis pupuk kentang Granola yang biasa digunakan sebesar 1.000 kg NPK Phonska per ha. Selain itu jarak tanam yang digunakan lebih rapat dibandingkan dengan dataran tinggi selebar 30 cm. Dengan dosis pupuk NPK Phonska 1.400 kg dan SP-36 400 kg/ha dan jarak tanam yang digunakan 30 cm, tinggi tanaman kentang merah relatif tinggi yaitu 63 cm pada umur 6 minggu dan menjadi 91,4 cm pada umur 9 minggu. Berat umbi pertanaman relatif berat dengan kombinasi dosis pupuk NPK Phonska 1.400 kg dan SP-36 400 kg/ha dan jarak tanam yang digunakan 30 cm, mencapai 0,96 kg. Demikian juga dengan produktivitas pada saat panen mencapai 16 ton per hektar (Ahmad Damiri).