Loading...

Pembuatan Pestisida Nabati dari Daun Pepaya

Pembuatan Pestisida Nabati dari Daun Pepaya

Pembuatan Pestisida Nabati dari Daun Pepaya

 

Permasalahan utama yang sering dihadapi petani dalam proses produksi tanaman adalah serangan hama dan penyakit. Penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan. Tingginya ketergantungan terhadap pestisida sintetis mendorong perlunya upaya pengembangan dan pemanfaatan pestisida alami sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Salah satu bahan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pestisida alami adalah daun pepaya.

Pembuatan pestisida nabati dari daun pepaya dengan campuran minyak tanah dan sabun dapat dilakukan dengan cara yang cukup sederhana untuk mengendalikan hama seperti ulat, kutu daun, dan rayap. Getah daun pepaya mengandung enzim protease seperti papain dan kimopapain, serta senyawa aktif berupa alkaloid, terpenoid, flavonoid, dan asam amino non-protein yang bersifat toksik bagi serangga herbivora. Minyak tanah berfungsi sebagai bahan perekat dan penarik hama, sementara sabun/deterjen digunakan sebagai emulsifier agar campuran dapat menyatu dengan baik. 

Bahan-bahan

  • 1 kg daun pepaya
  • 10 liter air
  • 2 sendok makan minyak tanah
  • 30 gram deterjen atau sabun cuci piring 

Alat

  • Pisau / Alat pencacah
  • Ember / jerigen
  • Kain saring 
  • Sprayer

Cara Pembuatan

  1. Haluskan daun pepaya: Rajang atau tumbuk halus 1 kg daun pepaya..
  2. Campurkan bahan: Masukkan hasil tumbukan daun pepaya ke dalam wadah berisi 10 liter air.
  3. Tambahkan bahan lain: Masukkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gram deterjen ke dalam campuran tersebut, lalu aduk hingga merata.
  4. Diamkan larutan: Diamkan atau rendam campuran selama satu hari satu malam (sekitar 12-24 jam) agar bahan aktifnya keluar dan menyatu sempurna. Tutup wadah dengan plastik hitam selama perendaman.
  5. Saring larutan: Setelah didiamkan, saring larutan menggunakan kain halus atau saringan untuk memisahkan ampasnya. 
  6. Aplikasi : Larutan hasil saringan dimasukkan ke dalam sprayer dan siap digunakan dengan cara disemprotkan pada tanaman yang terserang hama.

 

Cara Penggunaan

Larutan yang telah disaring siap digunakan. Encerkan kembali dengan perbandingan tertentu (misalnya, 5 ml larutan per 1 liter air) sebelum disemprotkan ke tanaman yang terserang hama. Penyemprotan dilakukan pagi / sore hari dan diulangi 5-7 hari sekali.

 

Keunggulan:

  1. Tidak terjadi resistensi pada hama
  2. Tidak berdampak merugikan bagi musuh alami hama
  3. Lebih ramah lingkungan
  4. Bahan mudah didapat dan murah
  5. Mengurangi resiko terjadinya letusan serangan hama kedua.
  6. Mengurangi bahaya bagi kesehatan manusia dan ternak
  7. Mengurangi biaya produksi dan ketergantungan petani terhadap pestisida kimia

Penyusun : Yohanis Sampe, S.P (BPP Wonggeduku Barat)

Januari-februari 2025