Loading...

PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dari Akar Bambu

PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dari Akar Bambu
Musim tanam padi telah tiba. Berbondong-bondong petani pergi ke kios pertanian untuk membeli sarana produksi seperti benih padi dan pupuk. Lahan pun mulai disiapkan untuk tempat persemaian dan penanaman. Semua dilakukan oleh petani dalam upaya mendapatkan produksi tanaman padi yang maksimal. Budidaya tanaman padi di musim penghujan rentan terserang penyakit baik yang disebabkan oleh jamur ataupun bakteri dikarenakan kelembaban meningkat. Penyakit uatama yang umumnya menyerang adalah Blast (Pyricularia oryzae) dan Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas oryzae). Salah satu upaya agronomis untuk mencegah serangan penyakit yaitu dengan memperbaiki lingkungan tumbuh, khususnya tanah sebagai media tanam sehingga pertumbuhan tanaman padi lebih sehat dan optimal. Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) mampu menjadi solusi dalam menciptakan lingkungan yang optimal bagi perkembangan dan kerja akar tanaman. PGPR merupakan kelompok bakteri yang berkolonisasi ditemukan di Rhizosfer. Sebagian besar terdiri dari gram negative dengan jumlah strain paling banyak berasal dari genus Pseudomonas dan beberapa dari genus Serratia. Selain kedua genus tersebut, juga seringkali ditemukan genus lainnya yaitu Azotobacter, Azozpirillum, Acetobacter, Burkholderia, Enterobacter, Rhizobium, Erwinia, Flavobacterium dan Bacillus. PGPR memiliki beberapa peranan, yaitu : 1) sebagai biofertilizer : mempercepat proses pertumbuhan tanaman melalui percepatan penyerapan unsur hara; 2) sebagai biostimulan : mampu memacu pertumbuhan melalui produksi fithohormon; dan 3) sebagai bioprotektan, mampu meindungi tanaman dari infeksi pathogen (Shofiah dan Tyasmoro, 2018). PGPR dapat dibuat secara sederhana oleh petani menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan disekitar seperti akar bamboo, akar putri malu dan akar rumput gajah. Beberapa petani sudah mempraktekkan cara pembuatan PGPR dari akar bamboo. Adapun tahapannya yaitu terdiri dari pembuatan biang PGPR dan perbanyakan biang PGPR akar bamboo. Pembuatan Biang PGPR Akar Bambu Alat dan bahan : 200 gram akar bamboo dari tanaman bamboo yang masih hidup 1 liter air matang (yang sudah didinginkan) Wadah tertutup (misal toples dsb), ember dan timbangan Cara Pembuatan : Akar bamboo dicuci dan dibersihkan, lalu sedikit ditumbuk kasar. Rendam akar bamboo dengan air matang, disimpan dalam wadah tertutup selama 3 hari. Perbanyakan Biang PGPR Akar Bambu Alat dan bahan : 1 Liter biang PGPR akar bamboo 6 gelas belimbing dedak/bekatul 3 sdm gula pasir 1 ruas jepol terasi 1 ujung sdm kapur sirih 10 liter air sumur Kompor, panci, alat fermentasi Cara Pembuatan : Campurkan semua bahan (kecuali biang PGPR), aduk dan masak diatas kompor dengan api sedang. Aduk perlahan-lahan agar dedak/bekatul tidak menggumpal dibawah, hingga mendidih. Angkat dan dinginkan. Setelah media perbanyakan dingin, lalu disaring dan dicampur dengan biang PGPR. Aduk perlahan-lahan. Fermentasi dilakukan dalam alat fermentasi selama kurang lebih 10 hari. Aroma tape, larutan bening dan ada lapisan berwarna putih (massa bakteri) merupakan ciri bahwa fermentasi berhasil. Biakan bakteri PGPR dapat disimpan dalam waktu 3-4 bulan. PGPR akar bamboo biasanya oleh petani diaplikasikan di persemaian yaitu 1 minggu sebelum pindah tanam dengan cara disemprot atau saat bibit dicabut dengan merendam akar pada larutan PGPR. Dosis yang digunakan yaitu 1 gelas air mineral PGPR akar bamboo dilarutkan dengan 14 liter air. PGPR akar bamboo juga dapat digunakan sebagai seed treatment yaitu dengan mencampurkan PGPR dan air dengan konsentrasi sekitar 5% kemuadian rendam benih padi selama 8 jam. Beberapa penelitian juga mengupas efek aplikasi PGPR akar bamboo dipertanaman untuk mengetahui dosis dan waktu aplikasi yang tepat pada berbagai macam komoditas pertanian. Secara umum, aplikasi PGPR akan lebih menunjukkan hasil optimal apabila disertai dengan pemberian bahan organic ke dalam tanah. Pustaka : Shofiah, D.K.R dan Tyasmoro, S.Y. 2018. Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Pupuk Kotoran Kambing pada Pertumbuhan dan Hasil Bawah Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Manjung. Jurnal Produksi Tanaman 6(1) : hal 76-82. Ditulis oleh : DELLY HOS KAPILA, SP BPP Gapura