Loading...

PORANG POTENSI EKONOMI TINGGI

PORANG POTENSI EKONOMI TINGGI
Porang merupakan tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri. Porang dikenal juga dengan nama iles-iles. Umbi porang memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi untuk dikembangkan. Umbi porang mengandung glocumannan (yang merupakan serat alami dan larut dalam air) dalam bentuk tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan berupa tepung, selain itu juga dapat sebagai bahan kosmetik, dan jelly. Tanaman porang di Indonesia memiliki sentra produksi di Jawa Timur, NTT, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan dan Sumatera. Sementara sentra pengolahan porang dalam bentuk tepung saat ini ada di beberapa daerah seperti Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung, Maros. Untuk menghasilkan olahan porang yang baik maka terlebih dahulu harus memperhatikan cara menanam tanaman porang yang baik. Umumnya porang dapat tumbuh di semua jenis tanah, namun lebih diutamakan pada tanah liat berpasir, tanah gembur dan kaya akan unsur hara. Tanaman porang baik tumbuh di ketinggian antara 100-1000 mdpl dan curah hujan yang luas namun juga tahan terhadap kekeringan. Porang juga dapat tumbuh pada daerah yang ternaungi seperti hutan dan semak belukar. Suhu yang baik untuk tempat tumbuh porang berkisar antara 25-300C. Tanaman porang juga dapat tumbuh optimal pada tanah yang memiliki drainase baik dan kandungan humus yang cukup tinggi, serta PH tanah antara 6-7,5. Secara singkat, dalam menghasilkan tanaman porang yang baik membutuhkan tahapan budidaya yang tepat. Lokasi yang paling baik untuk menanam porang adalah di bawah naungan pepohonan. Namun, porang juga bisa tumbuh dengan baik di lahan yang terbuka dan biasanya dilengkapi dengan paranet, sehingga tidak terlalu banyak terkena matahari. Penanaman porang di bawah naungan seperti tumpangsari dapat memudahkan pemeliharaan. Pertumbuhan dan produksi maksimum dapat dicapai dengan pemeliharaan yang intensif dapat seperti penyiangan. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma agar kebutuhan air dan nutrisi dapat terserap dengan maksimal. Penyiangan harus dilakukan sebulan setelah menanam umbi porang. Penyiangan berikutnya dilakukan saat ada gulma yang muncul. Gulma yang sudah disiang lalu ditimbun di dalam lubang untuk dijadikan pupuk organik. Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kalinya saat usia 2 tahun setelah tanam. Umbi yang dipanen adalah umbi besar dengan berat lebih dari 1 kg per umbi, sedangkan umbi kecil harus dipanen pada tahun berikutnya. Setelah itu, tanaman dapat dipanen setiap setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya. Ciri-ciri porang yang siap panen adalah saat daunnya sudah kering dan jatuh ke tanah. Setelah umbi dipanen dan dibersihkan dari tanah dan akar, umbi dipotong dan dijemur biasanya membutuhkan waktu 5 hari untuk memperpanjang masa simpan dan menghindari dari jamur yang dapat merurunkan kualitas dan harga porang. Pemotongan umbi pada saat panen harus benar karena menentukan kualitas porang yang dihasilkan. Porang merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat seperti: Menjadi bahan pangan yang menghasilkan karbohidrat lebih dari 80%, sehingga dapat dibuat mie, tofu, jelly. Glucomannan pada tanaman porang yang berbentuk gel dapat dimanfaatkan sebagai pengganti gel silicon yang baik untuk isolator listrik. Porang juga berfungsi sebagai pengental sirup dan perekat pada eskrim sehingga tidak mudah meleleh. Kadar glucomannan pada umbi porang bermanfaat untuk kesehatan tubuh yaitu mengurangi kadar kolesterol. Porang yang sudah diolah menjadi beras dan mie juga memiliki kalori yang lebih rendah serta serat yang baik sehingga sangat baik bagi kesehatan. Pengolahan pasca panen pada tanaman porang dapat memperpanjang umur simpan porang dan meningkatkan nilai tambah, maka dapat dilakukan pengolahan dengan menjadikan umbi porang sebagai chip/keripik porang ataupun dapat dijadikan tepung porang. Pembuatan chip porang dapat dilakukan dengan membersihkan porang kemudian dikupasdan dicuci kembali. Porang kemudian diiris dengan ketebalan ±5 cm dan dijemur dibawah terik matahari hingga benar-benar kering (±5 hari). Porang harus benar-benar kering untuk menghindari timbulnya jamur yang dapat mengurangi kualitas dan harga jual porang. Selanjutnya chip porang ini dapat diolah kembali menjadi tepung porang dengan cara chip yang telah kering dimasukkan dalam mesin penepung), kemudian tepung porang dihaluskan menggunakan ball mill (mesin penepung). 3.Tepung porang difraksinasi (dipisahkan senyawa yang terkandung di dalamnya. Tepung porang kemudian dicuci dengan etanol untuk meminimalisir kandungan kalsium oksalat (dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti gatal pada kulit dan mengendap di ginjal serta merusak hati) dan zat-zat kotor pada tepung porang sehingga yang tersisa sebagian besar adalah glukomanan. Hasil dari tahapan tersebut akan menghasilkan tepung porang murni. Tepung porang yang telah dimurnikan dapat dimanfaatkan untuk industri farmasi dan makanan. Hal ini dikarenakan tepung porang mempunyai glukomanan yang baik bagi kesehatan.Pengolahan porang di Indonesia juga sudah mulai diminati, sehingga banyak produk olahan porang yang yang dihasilkan dan sebagian besar merupakan olahan lanjutan dari porang yang sudah diolah dalam bentuk tepung. Beberapa produk yang dikenal menjadi olahan tepung porang adalah beras porang dan mie shirataki. Biasanya produk ini diminati oleh masyarakat karena dianggap sehat dan memiliki kalori yang lebih rendah dibandingkan nasi dan mie pada umumnya. Tanaman porang sangat potensial untuk dikembangkan baik dalam bentuk mentah yang belum diolah ataupun sebagai bentuk produk yang sudah diolah. Potensi porang ini dapat dilihat dari banyaknya minat terhadap olahan porang di beberapa tahun terakhir. Tanaman porang di Indonesia juga banyak di ekspor ke luar negeri seperti negara Jepang, Korea, China. Saat ini ekspor umbi porang terutama dalam bentuk setengah jadi seperti beras porang sedang gencar dilakukan, sehingga peluang untuk membudidayakan porang juga semakin terbuka besar. (Jks)