Loading...

POTENSI DAUN GAMAL SEBAGAI PAKAN TERNAK

POTENSI DAUN GAMAL SEBAGAI PAKAN TERNAK
Ternak sebagai penghasil daging dan susu dari tahun ke tahun semakin bertambah populasinya. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan usaha tani ternak adalah kontinuitas ketersediaan pakan. Ketersediaan pakan ternak pada waktu tertentu seperti musim kemarau sangat terbatas, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Pada musim hujan pakan cukup tersedia, bahkan melebihi kebutuhan ternak sehingga petani mudah memperolehnya. Pakan hijauan terdiri dari dua yaitu rumput dan leguminosa (kacang “ kacangan). Leguminosa terdiri dari dua yaitu leguminosa herba (pertumbuhannya menjalar) dan leguminosa pohon/perdu. Leguminosa pohon/perdu mempunyai perakaran yang dalam yang bisa mencapai kedalaman tinggi untuk mendapatkan air maupun nutrisi, sehingga mempunyai kemampuan sebagai tanaman penghijauan dan reklamasi daerah kritis. Beberapa jenis leguminosa pohon ada yang digunakan sebagai pagar hidup atau sebagai tanaman pelindung/naungan di perkebunan. Beberapa leguminosa pohon yang biasa digunakan sebagai tanaman pelindung antara lain gamal (Giliriacidia sepium), lamtoro (Leucaena leucocephala), kaliandra (Caliandra calothryrsus) dan turi (Sesbania grandiflora).Gamal (Giliriacidia sepium) berasal dari pantai pasifik Amerika Tengah, Meksiko dan masuk ke Indonesia tahun 1960-an. Hingga sekarang tanaman ini menyebar sampai ke Indonesia, Malaysia, Thailand dan India. Gamal tergolong leguminosa pohon yang berukuran sedang dengan tinggi 6 “ 15 meter. Pertumbuhannya sangat cepat dan produksinya tinggi serta berumur relatif panjang. Gamal dapat dibudidayakan dengan stek maupun biji. Pada jarak tanam 0,5 m X 0,5 m bisa menghasilkan hijauan segar sampai 43 ton per tahun. Toleran terhadap tanah masam dan alkalin, tidak tahan genangan dalam waktu yang lama. Setelah terbakar gamal masih bisa tumbuh kembali.Gamal mengandung nutrien yang cukup tinggi dan dapat dipakai sebagai sumber pakan ternak yang dapat tersedia sepanjang tahun. Daun gamal mempunyai kandungan nutrisi dari bahan kering yaitu protein kasar (PK) sekitar 23,00%, serat kasar (SK) sekitar 20,70%, lemak kasar (LK) sekitar 3,10%, Abu sekitar 9,70% dan BETN sekitar 3,50%. Hal ini menunjukan daun gamal mempunyai potensi sebagai suplemen sumber protein pada hijauan yang berkualitas rendah dan limbah pertanian yang akan digunakan untuk pakan ternak ruminansia besar maupun kecil. Akan tetapi gamal memiliki palatabilitas yang rendah dikarenakan baunya spesifik berasal dari senyawa caumarin yang merupakan zat anti nutrisi dari daun gamal. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan pelayuan sebelum daun gamal diberikan ke ternak. Pemberian daun gamal sebanyak 40% pada ternak domba mampu meningkatkan pertambahan bobot badan ternak sebanyak 91,00 gr/ekor/hari. Daun gamal juga bisa digunakan untuk ternak kambing. penulis : Linda Harta, S.Pt