Loading...

Program dan kebijakan Pupuk Subsidi Tahun 2024

Program dan kebijakan Pupuk Subsidi Tahun 2024
[JAKARTA] Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut penambahan anggaran pupuk subsidi sebesar Rp14 triliun pada 2024 agar pemerintah dapat bergerak cepat untuk menambah pasokan pupuk petani guna mengantisipasi fenomena El Nino. Saat ini masih banyak petani yang bisa mendapatkan program pupuk subsidi dari pemerintah, terlebih yang tidak memiliki Kartu Tani”. ujar Mentan.;Menurut Amran, kurangnya pasokan pupuk bersubsidi membuat jumlah produksi menurun hingga 4 juta ton pada 2023. Selain itu, para petani yang bertempat tinggal di wilayah pegunungan dan hutan juga tidak berkesempatan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Sementara itu agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 01 bertemakan Program dan kebijakan Pupuk Subsidi Tahun 2024 dilaksanakan Selasa (09/01/2024) secara virtual di AOR BPPSDMP. Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan pada arahannya bahwa Menteri Pertanian sudah Merevisi bahwa menebus Pupuk boleh memakai Kartu Tani ataupun KTP. Untuk alokasi pupuk subsidi di tahun 2024 di tambah 14 Triliun rupiah atau setara dengan 2,5 juta ton urea ditambah Mpk , Bapak Presiden sudah menyampaikannya di bulan januari”. ujar Dedi Nursyamsi. Narasumber Ngobras, Tommy Nugraha, Direktur Pupuk dan Pestisida mengatakan Permentan 10 Tahun 2022, tentang pembatasan jenis pupuk Urea dan NPK, Peruntukan petani komoditas padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi dan kakao dengan luas lahan yang diusahakan maksimal 2 Ha, Mekanisme alokasi berdasarkan proporsi luas lahan spacial komoditas prioritas atau data SIMLUHTAN. Upaya perbaikan tata kelola dilakukan dengan perencanaan, penyaluran, verifikasi dan validasi penyaluran, pengawasan penyaluran”.ujar Tommy Nugraha. Melanjutkan materi yang dipaparkan narasumber, Yanti Ermawati, Ketua Kelompok Substansi Pupuk Bersubsidi memgatakan bahwa Ketentuan Masa Transisi,mekanisme penyaluran untuk kios pada blankspot area (tidak ada sinyal) dilakukan secara manual dan dilaporkan melalui aplikasi i-Pubers maksimal tanggal 1 bulan berikutnya untuk periode penyaluran Januari s.d Maret 2023, Khusus untuk penyaluran bulan Januari 2024 transisi dari aplikasi T-Pubers ke I-Pubers, mekanisme penyaluran menggunakan KTP dilakukan secara manual dan dilaporkan melalui aplikasi i-Pubers maksimal tanggal 5 bulan berikutnya Adapun tantangan transformasi digitalisasi dan kondisi petani yaitu akses internet yang belum merata terutama wilayah 3T, keterbatasan petugas dalam implementasi digitalisasi, keterbatasan infrastruktur pengelolaan seperti Komputer, Laptop, dan HP bagi petugas Verval, kemampuan petani terhadap implementasi digitalisasi, kondisi petani lanjut usia, domisili jauh dari kios, akses transportasi sulit, pindah lahan garapan,”. imbuh Yanti Ermawati.hevymay