Cara Menetaskan Telur Ayam Dengan Mesin Penetas Sederhana A. Pendahuluan Menetaskan telur ayam dengan mesin penetas bertujuan agar telur-telur lebih banyak yang ditetaskan dalam waktu yang singkat dapat memelihara ayam yang banyak. kapasitas mesin penetas bermacam-macam paling sedikit dapat memuat 50 butir telur dan paling banyak 400 butir telur. Untuk menetaskan di pergunakan lampu minyak atau listrik . B. Penempatan Mesin Tetas Mesin penetas yang akan di pergunakan untuk menetaskan, di taruh di ruangan yang udaranya tetap, tidak ada angin dan tdak terkena sinar mata hari. Besar ruangan seimbang dengan besar mesin penetas ( tidak terlalu lebar dan tidak terlalu sempit). Ruang yang terlalu lebar menimbulkan udara di sekitarnya dingin sehingga pertukaran udara dan uap telur berkurang dan telur menjadi basah, ruang yang terlalu kecil menimbulkan pertukaran udara dan uap telur terlalu banyak sehingga mudah menjadi kering. Udara di dalam ruang harus bersih dan cukup mengandung O2 atau zat asam udara yang panas menimbulkan pertukaran udara yang banyak sehingga persediaan air di dalam ruangan mesin penetas harus cukup bila tidak telur akan menjadi kering. C. Cara Meletakkan Telur Cara meletakkan telur pada mesin tetas adalah secara horizontal dengan pembalikan sebesar 180o. Kondisi seperti inilah yang sebenarnya terjadi saat ayam mengerami telur. Pemutaran telur dilakukan 3 kali sehari. Telur diberi tanda berbeda pada kedua sisinya. D. Proses Penetasan Telur Ayam Sebelum telur di masukan kedalam mesin yang harus di persiapkan : 1. Ruangan di dalam mesin di panasin sampai 38,33oC selama 24 jam. 2. Air di dalam bak ruangan di dalam mesin di isi penuh . 3. Lubang udara pada mesin di tutup., 4. Mesin harus bersih. 5. Pengukur suhu di dalam mesin penetas tersedia dan keadaannya baik . Memulai penetasan 1. Hari ke 1 - 2 Setelah suhu dalam mesin stabil di 36,67oC, masukkan telur dengan posisi horizontal dengan tanda yang sama. Pintu dan ventilasi dalam keadaan tertutup. 2. Hari ke 3 Mulai melakukan pemutaran telur dengan membalikkan telur 180o dengan tanda yang berbeda. Pemutaran dilakukan 3 kali sehari yaitu pada jam 07.00, 12.00 dan 19.00. Pemutaran dilakukan secara rutin sampai hari ke 17 dengan frekuensi yang sama. Lihat suhu dan air pada nampan. Suhu harus pada posisi 37,22oC dan air harus tetap penuh. 3. Hari ke 4 Kegiatan meliputi pemutaran dan pembukaan lubang ventilasi selebar ¼ bagian dan suhu harus di posisi 38,8 oC dan air harus tetap penuh. 4. Hari ke 5 Pemutaran dan pembukaan ventilasi menjadi ½ bangian. Suhu tetap. 5. Hari ke 6 Pemutaran telur dan ventilasi di buka menjadi ¾ bagian, cek air di nampan. Malam harinya lakukan peneropongan pada telur. Telur yang tidak menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan (fertil) dikeluarkan. Telur ini masih layak konsumsi. 6. Hari ke 7 Kegiatan tetap sama dengan hari ke 6 (tetapi tidak melakukan peneropongan) dan ventilasi dibuka seluruhnya. Suhu harus stabil di posisi 38,88 oC. 7. Hari ke 8 “ 13 Kegiatan tetap sama dengan hari ke 7, tetapi sushu harus dinaikkan menjadi 39,44 oC. Tetapi tidak melakukan peneropongan terhadap telur. 8. Hari ke 14 Kegiatan tetap sama dengan sebelumnya dan lakukan penerobongan kembali pada malam harinya. Pisahkan telur yg dipastikan embrionya mati. Kalau masih ragu sebaiknya dibiarkan di dalam mesin 9. Hari ke 15 “ 17 Telur tetap di putar 3 kali sehari, ventilasi tetap terbuka sampai hari ke 17 10. Hari ke 18 - 19 Pada hari ke 18 tetap di putar 3 kali. Setelah itu tidak dilakukan lagi pemutaran telur. Suhu dalam mesin di tingkatkan menjadi 40 oC. Biasanya sebagian telur mulai retak. Mulai hari ke 19 mesin di tutup dan tidak d buka sampai telur menetas. 11. Hari ke 20 “ 21 Telur ayam sudah mulai pecah dan sudah ada yg menetas, tetapi kondisi biasanya masih lemah. Pada hari ke 21 anak ayam yang menetas sudah bisa dipisahkan. Ditulis kembali Oleh : Ita Sriyanti, S.Pt (PPL Bangka Selatan) Sumber : - Cara membuat Mesin Tetas Sederhana, Syanur - Cara Menetaskan Telur Ayam Dengan Mesin Tetas Sederhana, Bisnis Peternakan, Andi Ganang Pratama