Pupuk merupakan bahan atau material yang mengandung satu atau lebih unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Unsur hara adalah unsur kimia tertentu yangdiperlukan oleh tanaman agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan optimum. Pengaruh pH Tanah terhadap Ketersediaan Unsur Hara Kemasaman (pH) tanah mempunyai peranan yang penting terhadap ketersediaan unsur-unsur hara di dalam tanah, baik hara makro maupun hara mikro. Meningkatnya kelarutan ion-ion Al, dan Fe dan juga meningkatnya aktivitas jasad-jasad renik tanah sangat dipengaruhi oleh keadaan pH tanah. Pada umumnya unsur hara makro akan lebih tersedia pada pH agak masam sampai netral, sedangkan unsur hara mikro lebih tersedia pada pH yang lebih rendah (masam). Unsur hara makro, nitrogen, fosfor, kalium dan magnesium tersedia pada pH 6,5. Unsur hara fosfor pada pH > 8,0 tidak tersedia karena diikat oleh ion Ca. Sebaliknya jika pH Untuk memperoleh ketersediaan hara yang optimum bagi pertumbuhan tanaman dan kegiatan biologis di dalam tanah, maka pH tanah harus dipertahankan pada pH sekitar 6,0 “ 7,0 Penggolongan Pupuk Pupuk dapat digolongkan berdasarkan : (1) pembentukannya, (2) unsur har yang dikandung dan (3) senyawa kimia pembentuknya. Berdasarkan pembentukannya, pupuk terbagi menjadi (1) pupuk buatan dan (2) pupuk alam. Pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat secara industri dan mengandung unsur hara tertentu yang umumnya berkadar tinggi. Contohnya pupuk Urea, SP 36 dan KCl. Pupuk alam dihasilkan dari alam, seperti endapan batuan. Contohnya Fosfat alam dari batuan fosfat, dan Kalsit serta Dolomit dari batuan kapur. Dibandingkan dengan pupuk alam, pupuk buatan mempunyai keunggulan dan kelemahan. Keunggulan pupuk buatan: (a) lebih mudah menentukan jumlah pupuk berdasarkan kebutuhan tanaman, (b) hara yang diberikan dalam bentuk yang cepat tersedia, (c) dapat diberikan pada saat yang lebih tepat dan (d) pemakaian dan pengangkutannya lebih murah karena kadar haranya tinggi. Kelemahan pupuk buatan ialah : (a) merusak lingkungan jika penggunaannya tidak dengan perhitungan yang akurat dan (b) pada umumnya hanya mengandung sedikit unsur mikro. Berdasarkan unsur hara yang dikandung, pupuk terbagi menjadi (1) pupuk tunggal dan (2) pupuk buatan. Pupuk tunggal mengandung satu jenis hara tanaman, contohnya Urea, SP 36 dan KCl. Pupuk majemuk mengandung lebih dari satu unsur hara, contohnya NPK. Berdasarkan senyawa kimia pembentuknya, pupuk terbagi menjadi (1) pupuk anorganik dan (2) pupuk organik. Pupuk anorganik dari senyawa anorganik yang dihasilkan dari proses rekayasa kimia, contohnya Urea , SP, Kl, ZA, ZK, Phonska. Pupuk organik terbentuk dari senyawa organik yang berasal dari tumbuhan atau hewan, contohnya Super Kascing, Subur Ijo, kompos, dll. Unsur Hara yang Diperlukan Tanaman Unsur hara yang diperlukan tanaman terdiri atas: (1) unsur hara esensial, (2) unsur hara makro dan (3) unsur hara mikro. Unsur hara esensial ialah unsur yang harus selalu tersedia yang terdiri atas Karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O). Unsur hara makro ialah unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah banyak, yang terdiri atas unsur makro primer, yaitu Nitrogen (N), Phosphat (P) dan Kalium (K) serta unsur makro sekunder, yaitu Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Sulfur (S). Unsur hara mikro ialah unsur yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, yang meliputi Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Tembaga (Cu), Molibdenum (Mo), Seng (Zn) dan Klor (Cl). Fungsi Unsur-unsur Hara dalam Pupuk Unsur hara makro utama/ primer 1. Nitrogen (N) Nitrogen merupakan unsur hara makro utama yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak. Sumber N tidak diperoleh dari batuan dan mineral tapi berasal dari hasil pelapukan bahan organik dan dari udara, yaitu dari fiksasi N oleh mikroorganisme baik yang bersimbiosis dengan akar tanaman leguminosa seperti rhizobium. Sumber lain nitrogen di dalam tanah ialah melalui air hujan dan melalui penambahan pupuk buatan seperti Urea atau ZA. Unsur N mudah bergerak (mobile) dan berubah bentuk menjadi gas dan unsur lain serta hilang melalui penguapan dan pencucian. Oleh karena itu, dalam aplikasinya di lapangan, pemberian pupuk N harus dilakukan secara bertahap dan cara aplikasinya harus dibenamkan ke dalam tanah atau diberikan di dalam lubang di sekitar tanaman yang selanjutnya ditutup dengan tanah. Kegunaan unsur N ialah merangsang pertumbuhan daun, batang dan akar, merupakan bagian dari hijau daun yang berguna dalam proses fotosintesis danmerupakan bagian dari sel tanaman. Gejala kekurangan unsur N ialah daun berwarna hijau kekuningan, pertumbuhan daun sempit, dan daun tua cepat menguning. Pemberian N yang berlebih akan menyebabkan kekurangan unsur K. 2. Fosfor (P) Fosfor sebagian besar berasal dari pelapukan bahan organik. Fosfor di dalam tanah tidak mudah bergerak (immobile) dan sebagian besar terikat atau terfiksasi oleh oksida, mineral liat, dan bahan organik. Walaupun sumber fosfor di dalam tanah mineral cukup banyak, tanaman masih dapat mengalami kekurangan fosfor. Hal ini disebabkan sebagian fosfor terikat secara kimia oleh unsur lain sehingga menjadi senyawa yang sukar larut dalam air. Oleh karena itu pupuk fosfor berperan sebagai pupuk dasar dan diberikan 7 hari sebelum tanam yang iaplikasikan di sekitar lubang tanaman agar mudah diserap oleh akar tanaman. Kegunaan unsur P ialah memacu pertumbuhan akar, merangsang pembentukan biji, memacu pembungaan dan pembentukan buah, mengangkut karbohidrat di dalam tanaman, dan mengatur tegangan sel tanaman agar tahan OPT. Gejala kekurangan unsur P tanaman kerdil, ruas batang pendek, daun berwarna keunguan, tepi daun melengkung ke bawah yang dimulai dari daun tua, dan biji/buah kurang. Pemberian unsur P yang berlebih menyebabkan kekuranganunsur K. 3. Kalium (K)Ion K tergolong unsur yang mudah bergerak (mobile) sehingga mudah sekali hilang dari tanah melalui pencucian, karena K tidak ditahan dengan kuat di permukaan koloid tanah. Oleh karena itu, dalam aplikasinya di lapangan, pemberian pupuk K harus dilakukan secara bertahap dan cara aplikasinya harus dibenamkan ke dalam tanah atau diberikan di dalam lubang di sekitar tanaman yang selanjutnya ditutup dengan tanah. Kegunaan K ialah memperkuat dinding sel sehingga tanaman tahan terhadap serangan penyakit, dan memacu pertumbuhan akar sehingga meningkatkan keefektifan penyerapan unsur hara. Kekurangan unsur K mengakibatkan batang dan daun lemas, pertumbuhan tanaman terhambat, daun berukuran kecil, daun berwarna hijau keunguan dan tepinya berwarna coklat serta daun rontok. Pemberian unsur K yang berlebih menyebabkan tanaman kekurangan unsur Ca dan Mg.