Salah satu masalah dalam mengembangkan pembangunan pertanian adalah ketergantungan para petani terhadap penggunaan pupuk an organik (kimia )dan pestisida yang semakin lama semakin tinggi dan mahal harganya, sedangkan harga jual produksi pertanian berfluktuasi tajam (tidak menentu ). Selain itu tanah semakin lama semakin rusak akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang terus menerus dan berlebihan. Salah satu solusi atau cara untuk menanggulangi masalah tersebut yaitu dengan mengoptimalkan peran pupuk organic dan pestisida nabati sebagai penunjang pertumbuhan tanaman yang aman dikonsumsi dan dapat memperbaiki struktur tanah. Keunggulan pupuk organik Pupuk organik memiliki keunggulan- keungulan sebagai berikut: 1.Menghemat biaya, karena dapat di produksi sendiri oleh petani 2. Memiliki unsure hara yang lengkap 3.Ramah lingkungan, salah satunya dapat mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah dan pelepasan gas metana dari sampah organik yang membusuk akibat bakteri metanogen. 4. Meningkatkan kesuburan tanah 5. Memiliki daya simpan air yang tinggi 6.Penggunaan dalam jumlah yang besar tidak menyebabkan kerusakan pada tanaman. Agar pupuk organik yang akan kita produksi terdekomposisi dengan baik dapat kita lakukan dengan cara pemberian bakteri pengurai( bakteri fermentasi) salah satunya menggunakan Efektif Mikroorganisme (EM4) dan hasil fermentasinya disebut Bokashi. CARA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT (BOKASHI) 1. Bahan dan Alat Bahan A. Bahan Baku 1.Jerami Padi / rumput/ sampah sisa hasil pertanian yang sudah dipotong-potong (2-5 cm) 3 goni 2.Sekam padi/Bekatul 2 goni 3.Dedak halus 1 goni 4.Tamte ( limbah pabrik tebu ) 10 karung B. LarutanMikroba 1.Air : 20 liter 2. Molase/gula merah/gula putih : ¼ Kg 3. EM4 : 1 liter Alat: 1.Ember 2. Cangkul/skop 3.Parang 4.Terpal Plastik Cara Pembuatan 1. Buat larutan mikroba secara berurutan dan dicampur merata diamkan selama 10 Menit 2.Sebarkan bahan baku yang telaht ersedia (lapisan pertama jerami padi, sekam, tamte (Limbah pabrik gula), dedak halus, serbuk kayu) lalu diaduk sampai tercampur secara merata. 3. Siramkan larutan mikroba tersebut secara berlahan kedalam campuran bahan baku sampai mencapai 30-40% atau dengan cara dikepal dengan tangan air tidak keluar dari adonan dan bila kepalan tangan dibuka adonan akan mekar. 4. Adonan digundukkan samapai ketinggian 20-50 cm kemudian ditutup tipis dengan lapisan tanah lapisan atas dan disungkup dengan terpal plastik 5. Periksa suhu adonan setiap hari, pertahankan suhu pada kisaran 40-50 0 C, jika lebih adonan diaduk sampai suhu menjadi turun dan ditutup kembali. 6. Setelah 5- 10 hari adonan sudah menjadi Bokashi dan siap untuk digunakan. Cara penggunaan : 1. Pupuk kompos ditaburkan kebedengan sebanyak 2 ton/ Ha atau kelubang tanam sebanyak 250 mg/ lubang tanam Caranya : Bokashi ditaburkan pada lubang tanam 2 hari sebelum tanam. 2. Padi Sawah Dosis : 2-5 ton/ Ha Caranya : Taburkan Bokashi 1 minggu sebelum tanam ( terlebih dahulu sawah di keringkan, ulangi pemberian bokashi setelah penyiangan pertama ( umur 3 minggu setelah tanam). Oleh : Ir. Theresia Dwi Harsiwi Mustika Adi BPP Kecamatan Trangkil Sumber :https://www.slideshare.net/pandirambo900/teknis-pembuatan-pupuk-organik-padat