PENDAHULUANKomoditi tanaman pangan yang banyak diusahakan oleh rumah tangga petani adalah padi sebagai penghasil beras. Dari sisi ketahanan pangan nasional fungsinya menjadi sangat penting dan strategis. Kalimantan Tengah memiliki lahan cukup luas dengan tiga jenis agroekosistem yang berpotensi untuk kegiatan pembudidayaan padi. Agroekosistem dimaksud adalah irigasi, pasang surut, dan kering/tadah hujan. Melalui rekomendasi paket teknologi usahatani padi yang tepat, pembudidayaan tanaman padi di jenis-jenis agroekosistem tersebut diharapkan dapat mencapai hasil produksi maupun produktivitas yang tinggi, sehingga mampu mennyokong target pemerintah untuk mencapai sasaran pembangunan tanaman pangan nasional untuk komoditas padi yakni swasembada berkelanjutan.1. AGROEKOSISTEM IRIGASICara Pengolahan Tanah:Tanah diolah sempurna, dengan menggunakan traktor tangan hingga siap untuk ditanami.Varietas:Ciherang, Inpari 3, Inpari 13, Inpari 15, Inpari 23, Inpari 24, Inpari 30 dan MekonggaBahan Pembenah Tanah:- Kapur 500 kg/ha/musim- Pupuk kandang 1.000-3.000 kg/ha- Arang sekam 500-2.500 kg/ha(dapat dipadukan dan/atau dipilih)Pemupukan:- Kapur: 500 kg/ha- Urea: 50-200 kg/ha- NPK: 200-250 kg/haatau- Urea: 100-150 kg/ha- SP-36: 100 Kg/ha- KCL: 50-100 kg/haCara Tanam:- Jajar legowo 2 : 1 dan 4 : 1- Alat mesin tanam padi (Rice Transplanter), tanam pindahPengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT):Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT)2. AGROEKOSISTEM PASANG SURUTCara Pengolahan Tanah:Olah tanah secara sederhana, dengan menggunakan traktor tangan, glebek atau rotari sekali pada lahan sulfat masam aktual.Varietas:Inpara 3, Inpara 6 dan Inpara 7, Inpari 30Bahan Pembenah Tanah:- Kapur 500-1.000 kg/ha/musim- Pupuk kandang 1.000-3.000 kg/ha- Arang sekam 500-2.500 kg/ha(dapat dipadukan dan/atau dipilih)Pemupukan:Tipe A dan A ke B:- Kapur 500 kg/ha/ musim- Urea 100-150 kg/ha- SP 36 100 kg/ha- KCL 50 kg/haatau- Kapur 500 kg/ha- Pupuk kandang + arang sekam 500 kg/ha- Urea 50-75 kg/ha- SP-36 50 kg/ha- KCL 25 kg/haatau- Kapur 500 kg/ha- Pupuk kandang + arang sekam 500 kg/ha- Urea 50-100 kg/ha- NPK 100-150 kg/haLahan tipe B:- Kapur 1.000 kg/ha- Kapur 500 kg/ha- Pupuk kandang + arang sekam 500 kg/ha- Urea 100-150 kg/ha- NPK 150-200 kg/haCara Tanam:- Jajar legowo 2 : 1 dan 4 : 1- Alat mesin tanam padi (Rice Transplanter), tanam pindahPengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT):Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT)3. AGROEKOSISTEM KERING/TADAH HUJANCara Pengolahan Tanah:Pada lahan dengan kelerengan 0-8 % dapat dengan traktor tangan atau traktor roda 4. Pada 8-15% olah tanah sangat sederhana atau tanpa olah tanah.Varietas:Mekongga, Towuti, Situ Bagendit, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 7, dan inpago 8Bahan Pembenah Tanah:- Kapur 500-1.000 kg/ha- Pupuk kandang 1.000-3.000 kg/ha- Arang sekam 500-2.500 kg/ha(dapat dipadukan dan/atau dipilih)Pemupukan:- Kapur 500-1.000 kg/ha- Urea 150-200 kg/ha- NPK 200-250 kg/haatau- Urea: 100-150 kg/ha- SP-36: 100 Kg/ha- KCL: 50-100 kg/haCara Tanam:Larik dan Jajar legowo 2 : 1Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT):Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT)