Loading...

RUMPUT ODOT HIJAUAN PAKAN BERNUTRISI TINGGI YANG POTENSIAL BAGI TERNAK RUMINANSIA

RUMPUT ODOT HIJAUAN PAKAN BERNUTRISI TINGGI YANG POTENSIAL  BAGI TERNAK RUMINANSIA
Hijauan pakan memegang peranan yang penting dan menentukan dalam pengembangan usaha peningkatan produksi ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba. Sebagai sumber utama serat kasar, pakan hijauan dari jenis rumput dan legume mampu mensuplai kebutuhan protein bagi ternak sapi untuk hidup pokok, pertumbuhan, produksi dan reproduksi/berkembang biak. Hijauan merupakan bahan makanan pokok bagi ternak ruminsia dan fungsinya tidak dapat digantikan jenis makanan penguat (konsentrat). Hijauan pakan sebagai pakan utama yang harus selalu tersedia karena kebutuhan hijauan pakan ini bisa mencapai kira-kira 95% dari total kebutuhan pakan. Secara umum sumber utama pakan hijauan berasal dari rumput dan leguminosa. Ketersediaan hijauan pakan yang tidak memadai baik kuantitas maupun kualitas, menjadi salah satu kendala dalam pengembangan usaha peternakan. Penyediaan hijauan pakan umumnya mengalami kendala pada saat musim kemarau karena jumlah yang sangat terbatas dengan kualitas yang rendah. Sehingga perlu adanya upaya untuk menyediakan hijauan pakan yang cukup baik dan bisa terjamin kontinuitasnya. Alternatif hijauan yang sangat potensial dalam penyediaan hijauan pakan dan sering diberikan pada ternak ruminansia karena rumput ini merupakan jenis rumput unggul adalah rumput odot. Rumput odot (P. purpureum cv. Mott) merupakan salah satu varietas rumput gajah, dikenal dengan sebutan Dwarf Elephant Grass atau Mott Elephant Grass. Rumput odot dikenal dengan nama lokal gajah mini (karena tinggi tanaman maupun panjang dan lebar daun yang lebih kecil dibandingkan dengan rumput gajah, P. purpureum) atau rumput odot (sebab untuk pertama kalinya dikembangkan di Tulung Agung Jawa Timur oleh seorang peternak kambing PE bernama Bapak Odot) atau rumput gajah duduk (karena tinggi tanaman ini lebih pendek dari rumput gajah umumnya, setinggi gajah yang sedang duduk) atau rumput gajah super (karena tumbuhnya cepat, produksinya banyak dan pertumbuhan/regrowth juga cepat). Rumput jenis ini pertama kali ditemukan oleh Dr.W. Hanna di Georgia, USA kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Dr. Mott dan koleganya di Florida, USA. Di Indonesia sendiri, cikal bakal rumput ini dikembangkan pada tahun 2007 yang kemudian dikembangkan di seluruh Indonesia. Rumput ini dapat hidup diberbagai tempat, tahan naungan, respon terhadap pemupukan dan menghendaki tingkat kesuburan tanah yang tinggi.. Rumput odot juga bisa menyesuaikan diri pada lahan kritis Rumput odot memiliki ciri dan karakteristik seperti rumput gajah pada umumnya, namun rumput berbeda dengan rumput yang lain. Hampir semua bagian rumput odot bisa dimakan oleh ternak ruminansia, sedangkan rumput gajah biasa hanya sekitar 60-70 % saja. Dilihat dari aspek produksi dan kandungan protein kasar, rumput odot lebih unggul dibandingkan dengan rumput Brachiaria decumbens, Brachiaria ruziziensis dan Paspalum notatum, sedangkan dari sisi palatabilitas dan kecernaan rumput odot sebanding dengan rumput B. ruziziensis dan tetap lebih unggul dibandingkan dengan rumput B. decumbens dan P. notatum (Sirait et al. 2015). Karakteristik rumput odot Berikut karakteristik rumput odot sebagai berikut : Pertumbuhan dan regrowth (pertumbuhan kembali) cepat Tumbuh berumpun dan bertunas atau rhizoma Perakaran kuat dan kompak Daun lembut dan batang halus tidak berbulu Pertumbuhan daun lebih mengarah ke samping Batang pendek dan tidak terlalu keras/lunak Batang lunak mudah dimakan ternak Tinggi tanaman lebih rendah dari satu meter Anakan lebih banyak, terdiri dari 50-80 batang dalam satu rumpun Kandungan Rumput Odot Rumput odot merupakan jenis rumput unggul yang mempunyai produktivitas dan kandungan zat gizi yang cukup tinggi serta memiliki palatabilitas yang tinggi bagi ternak ruminansia. Dari hasil penelitian beberapa peneliti, produksi rumput odot dapat mencapai lebih dari 60 ton per hektar. Pemanenan pertama pada saat umur rumput odot sekitar 3-4 bulan, pemanenan selanjutnya bisa kita lakukan setiap 50-60 hari. Kelebihan rumput odot yaitu bisa disimpan sampai 3 hari tanpa adanya perlakuan khusus, dan masih dapat dimakan sapi atau kambing dengan lahap. Rumput odot memiliki kandungan nutrisi (BBIB, 2022) sebagai berikut : BK 11,96%, PK 6,7 – 13,3%, SK 29,63% dan TDN 52,96%. Kandungan protein kasar rumput gajah mini sangat bervariasi, dikarenakan perbedaan umur panen maupun manajemen pemeliharaan. Budidaya Rumput Odot Persiapan Bibit Bibit rumput odot berasal dari stek, dipotong kurang lebih 15-25 cm. Dibiarkan/ direndam dalam air. Setelah tumbuh potong bibit minimal 2-3 mata tunas. Penanaman Dengan cara dibenamkan kedalam tanah, dengan posisi penanaman miring. Pola Tanam Pola tanam rumput odot dapat dilakukan secara monoklutur, sebagai tanaman sela serta dapat dikombinasikan dengan jenis rumput lainnya. Pemupukan Pemupukan dengan pupuk kandang sebagai pupuk dasar sebanyak 3 ton/ha. Jika perlu ditambahkan NPK sebanyak 60 kg/ha pada umur 15 hari. Jarak tanam Dibuat guludan 60-80 cm dan tinggi 20 cm. Setiap guludan ditanam minimal 3 ruas, dengan 2 ruas bagian terbenam didalam tanah. Jarak tanam dalam barisan 50-75 cm dan jarak antar barisan 75-150 cm. Pemanenan Kriteria pemanenan apabila batang sudah kokoh berisi, hijau tua, umur 35-40 hari saat musim penghujan dan umur40-50 hari saat musim kemarau. Cara pemanenan dengan cara dipotong pada ketinggian 5-10 cm dari tanah. Pemanenan pertama kali disarankan setelah 60 hari setelah pemanenan. Penulis : Nuraini, S.Pt., M.Sc (Penyuluh BPSIP Kepulauan Bangka Belitung) Sumber informasi : Disarikan dari berbagai sumber