Kaur merupakan salah satu kabupaten, hasil pemekaran yang terletak di wilayah bagian selatan Provinsi Bengkulu. Pusat pemerintahannya berada di Ibukabupaten Bintuhan, berjarak sekitar 210 km dari Kota Bengkulu. Daerah Kaur ini memiliki sumberdaya ternak sapi lokal yang memiliki keunikan tersendiri dan dikenal dengan nama Sapi Kaur. Pola pemeliharaannya masih teradisional, dilepas di sawah setelah habis panen atau di kebun-kebun kelapa sawit dan pada malam hari sapi-sapi Kaur tersebut biasanya pulang dengan sendiri kekandangnya.Sapi Kaur mempunyai kondisi morfologis yang khas, dimana sapi betina mempunyai tanduk yang panjang dan cenderung melengkung ke depan menyerupai sabit dan tidak berpunuk. Sedangkan sapi jantan mempunyai tanduk lebih pendek. Selain itu sapi jantan mempunyai punuk dengan ukuran yang kecil. Sapi jantan dan betina mempunyai glambir. Warna bulu sapi kaur dominan berwarna putih agak kekuningan (60%), merah bata (30%) atau kombinasi warna hitam, putih, bercak hitam keputihan dan merah (10%). Sapi jantan dewasa mempunyai bobot + 400 kg dan betina + 250 kg. Secara umum karakteristik sapi Kaur memiliki daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan yang beriklim panas dan lembab maupun terhadap kualitas pakan yang kurang baik, memiliki sifat yang jinak, sapi jantan biasanya dimanfaatkan sebagai penarik gerobak hasil pertanian dan galian lainnya.Sapi Kaur ini hampir mirip dengan sapi pesisir, berdasarkan kajian lapangan sampai dengan tahun 2016. Sapi Kaur umumnya berukuran kecil dengan berat rata-rata berat berkisar antara 150 “ 350 kg, baik jantan maupun betina. Hal ini terbukti dengan pengukuran terhadap ukuran linier permukaan tubuh terhadap lingkar dada (LD), tinggi pundak (TP), dan panjang badan (PB) secara berturut-turut didapat sebesar; 132,64 cm; 101,04 dan 108,29 cm; serta perkiraan bobot badannya hanya mencapai berat 175 kg. Berdasarkan pengelompokan warna kepala pada sapi Kaur yang ditemukan terdapat 7 (tujuh) pola warna dasar, yaitu warna; Kuning keemasan (29,78%), Krim (21,51%), Putih (15,24%), Hitam (12,36%), Abu-abu (10,02%), Merah tua (6,08%), dan Tompel-tompel putih ditengah kepalanya (5,01%). Pola warna untuk sapi jantan memiliki pola warna yang agak gelap pada kepala dan leher dibandingkan dengan warna bagian tubuh yang lainnya, kondisi ini merupakan pola warna tipe sapi liar. Dilhat secara umum keragaman pola warna sapi Kaur diominasi warna; Krim (27,11%). Kuning keemasan (22,03%), Putih (20,33%), Abu-abu (11,86%), Hitam (8,47%) dan Merah (6,77%).Disamping itu sapi Kaur juga memiliki keragaman bentuk yang mengundang ketertarikan tersendiri, baik jantan maupun betina sama-sama memiliki tanduk dan gelambir. Tanduk-tanduk tersebut cukup beragam; ada yang lurus dan ada yang melengkung dengan arah lengkung (kedepan 35%; keatas 30%; kebelakang 30%; dan kebawah 5%). Begitu juga terhadap bentuk kepala rata-rata berbentuk lurus/straight trilateral dengan bulu halus dan pendek, kelopak mata warna hitam, telinga oval dan mengarah kesamping. Sedangkan ditilik dari ukuran gelambir, sapi Kaur memiliki gelambir dengan dua ukuran, yaitu; berukuran sedang (81,35%) dan berukuran kecil (18,65%).Diharapkan dengan didapatnya bebrapa keragaan morfologis sapi Kaur in,i dapat menjadi sumber plasma nuftah ternak spesik Provonsi Bengkulu (Ruswendi).