Loading...

SISCrop 2.0 Sebagai Informasi Data Produksi Beras Nasional

SISCrop 2.0 Sebagai Informasi Data Produksi Beras Nasional
Indonesia memiliki Luas Baku Sawah (LBS) sekitar 7,46 juta ha dengan berbagai tipologi sawah dan provitas yang beragam. Informasi provitas padi sangat penting dalam estimasi produksi padi yang berkaitan dengan kecukupan bahan pangan (beras) seluruh rakyat Indonesia. Saat ini Kementerian Pertanian melalui Bada Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) telah merilis Sistem Informasi Standing Crop versi 2.0 (SISCrop 2.0) yang menyediakan informasi fase tumbuhan dan produktivitas padi. SISCrop merupakan sistem informasi yang dapat memberikan informasi tentang kondisi faktual tanaman padi di lapang. Dalam pengembangan model Standing Crop ini berbasis penginderaan jauh ini Kementerian Pertanian bekerjasama dengan LAPAN dan Kementerian Lembaga dan Perguruan Tinggi terkait lainnya. Inovasi ini merupakan terobosan Kementan yang lebih efektif dan efisien karena dilengkapi dengan remote sensing atau penginderaan jauh. Inovasi ini dapat meminimalisir kesalahan hitung luas lahan, serta dapat memudahkan petugas lapang memantau kondisi wilayah pertanian yang sulit dijangkau. SISCrop 2.0 menyediakan informasi fase pertumbuhan yakni: fase pengairan, fase vegetatif I (<41 HST), fase vegetatis II (41-64HST), fase generatif I (65-95 HST), fase generatif II (96-112/120 HST), bera, yang dipantau dari citra satelit Synthetic Aperture Radar (SAR) Sentinel-1. SISCrop 2.0 merupakan penyempurnaan dari SISCrop 1.0 yang hanya menyediakan informasi fase tumbuhan padi atau standing crop. SISCrop 2.0 membantu dalam menetapkan luas tanam, luas panen, provitas, dan estimasi produksi beras nasional. Informasi tersebut sangat dibutuhkan Kementerian Pertanian dan lembaga lainnya dalam perencanaan nasional, dan efisiensi pelaksanaan kegiatan strategis terutama dalam mengalokasikan berbagai bantuan benih, pupuk, pestisida, dan perencanaan irigasi. Siscrop 2.0 tersedia untuk seluruh Indonesia dan dapat dijangkau oleh siapa saja dan dapat diakses melalui laman pencarian di http://scs1.litbang.pertanian.go.id/home. Laman itu menyajikan informasi mengenai peta interaktif terkait kondisi sawah di Indonesia beserta kondisi standing crop, provitas, dan estimasi kebutuhan pupuk. Sejumlah data standing crop adapat diunduh, mulai dari data nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Kementerian Pertanian telah memproyeksi produksi beras periode Januari-Mei 2023 mencapai 14,82 juta ton, yang dihasilkan dari 4,63 juta ha luas panen. Berdasarkan perhitungan dengan metode SISCrop 2.0 yang menggunakan citra satelit data tersebut memiliki simpangan Root Square Mean Error (RSME) sebesar 0,17-0,27 ton/ha dengan akurasi di atas 90 persen. Berdasarkan perhitungan dengan metode SISCrop 2.0 yang menggunakan citra satelit data tersebut memiliki simpangan Root Square Mean Error (RSME) sebesar 0,17-0,27 ton/ha dengan akurasi di atas 90 persen. Oleh : Religius Heryanto (Penyuluh BPSIP Sulbar)