Loading...

Sistem Pemasaran Kacang Hijau

Sistem Pemasaran Kacang Hijau
Pemasaran produk hams menjadi perhatian dalam mengusahakan tanaman kacang hijau. Untuk keperluan pemasaran, terutama ekspor, mutu hasil sangat menentukan tingkat harga. Kenyataannya, kacang hijau yang diusahakan petani di Indonesia masih sangat beragam kualitasnya. Salah satu penyebabnya adalah petani umumnya masih menanam varietas lokal. Ekspor kacang hijau Indonesia sudah ada sejak tahun 1920 pada waktu itu diekspor ke Singapura. Di samping ekspor, Indonesia juga mengimpor kacang hijau dari Rangon. Jadi, jelaslah bahwa kacang hijau sudah sejak lama mempunyai andil dalam perekonornian nasional. Selama ini permintaan terhadap kacang hijau termasuk stabil karena penggunanya kontinu. Jenis olahan kacang hijau menurut umtan banyaknya pemakaian bahan diperkirakan seperti ini: kecambah, disusul oleh bubur, makanan bayi, kue, minuman, tahu, soun, tepung hunkue, sayuran, dan sup. Untuk pemasaran dalam negeri dikenal dua macam mutu kacang hijau, yaitu kacang hijau yang berbiji besar digunakan untuk membuat tepung dan bubur, sedangkan yang berbiji kecil untuk membuat taoge. Dengan mempertimbangkan jumlah penduduk Indonesia yang telah mencapai lebih dari 200 juta orang maka potensi permintaan pasar terhadap kacang hijau cukup besar. Permintaan pasar ini belum mencapai titik jenuh sehingga masih terbuka peluang untuk meningkatkan luas areal pertanaman kacang hijau dengan menggunakan varietas unggul dan cara budi daya yang benar. Sumber : Bertanam Kacang Hijau / Soeprapto H.S