Padi sawah merupakan tanaman pangan utama yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Untuk meningkatkan produktivitas padi, salah satu teknologi budidaya yang dianjurkan adalah sistem tanam jajar legowo 2:1. Sistem ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen melalui pengaturan jarak tanam yang lebih efektif.
Sistem tanam jajar legowo 2:1 adalah cara menanam padi dengan dua baris tanaman diselingi satu baris kosong. Barisan kosong ini berfungsi sebagai ruang cahaya, sirkulasi udara, serta jalur pemeliharaan tanaman. Dengan sistem ini, sebagian besar tanaman padi berada di posisi pinggir sehingga memperoleh cahaya matahari lebih optimal.
Keunggulan utama jajar legowo 2:1 adalah meningkatnya jumlah anakan produktif dan pengisian bulir yang lebih baik. Tanaman menjadi lebih sehat, risiko serangan hama dan penyakit berkurang, serta pemupukan dan pengendalian hama menjadi lebih mudah karena adanya barisan kosong.
Dalam penerapannya, lahan sawah harus diolah dengan baik dan diratakan. Bibit padi yang digunakan sebaiknya benih unggul dan ditanam pada umur sekitar 18–25 hari. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam teratur, umumnya 20 cm × 10 cm × 40 cm, dengan jumlah bibit 1–2 batang per lubang tanam. Penanaman tidak boleh terlalu dalam agar pertumbuhan akar dan anakan maksimal.
Pemeliharaan tanaman padi dengan sistem jajar legowo 2:1 meliputi pengairan yang teratur, pemupukan berimbang, penyiangan gulma, serta pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Barisan kosong memudahkan petani dalam melakukan perawatan tanaman dan pemantauan pertumbuhan.
Selain meningkatkan produksi, sistem jajar legowo 2:1 juga lebih efisien dalam penggunaan benih dan mempermudah proses panen. Dengan penerapan yang tepat dan konsisten, sistem tanam ini mampu meningkatkan produktivitas padi sawah sekaligus pendapatan petani.
Melalui penyuluhan pertanian yang berkelanjutan, diharapkan petani semakin memahami dan menerapkan sistem tanam jajar legowo 2:1 sebagai upaya meningkatkan hasil dan keberlanjutan usaha tani padi sawah.