Loading...

SLNPV Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus

SLNPV Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus
Oleh Rissa Noor ‘Ain, SP Nuclear polyhedrosis virus (NPV) merupakan virus patogen serangga yang berpotensi mengendalikan serangga hama dan memiliki inang spesifik. NPV memiliki ciri khas yaitu berupa inclusion bodies yang disebut polyhedra berbentuk kristal bersegi banyak berukuran 0,5-1,5 um dan tampak seperti bersinar. Partikel virus terbungkus oleh kantong polyhedra. Melalui makanan yang terkontaminasi polyhedra dapat terbawa pada saluran makanan serangga inang. Polyhedra akan hancur karena mengalami hidrolisis sehingga partikel virus akan terbebas dari pembungkusnya. Virion-virion ini kemudian memperbanyak diri di dalam inti sel inang. Sel yang terserang akan hancur dan virus-virus baru akan menyerang sel-sel tubuh inang lain. Akibatnya inang akan mati dengan gejala; ulat seperti berminyak dan pucat kemerahan. Ulat menuju kepuncak tanaman, kemudian mati dalam keadaan menggantung dengan semua kaki pada bagian tanaman. Salah satu contoh NPV adalah Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus (SlNPV). Ulat grayak (Spodoptera litura Fabricius) merupakan salah satu hama penting. Kehilangan hasil akibat serangan hama tersebut dapat mencapai 85%. Ketergantungan terhadap insektisida kimia untuk pengendalian hama kedelai sampai saat ini masih sangat tinggi. Akibat penggunaan insektisida kimia yang tidak tepat, tidak hanya mencemari hasil pertanian dan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kekebalan dan resurgensi hama dan musnahnya musuh alami. Sejalan dengan upaya pengendalian hama yang ramah lingkungan, perlu dicari cara-cara pengendalian alternatif yang lebih efisien dan aman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus (SlNPV) berpotensi untuk mengendalikan S. litura karena efektifitas bioinsektisidanya sangat tinggi. Formulasi SlNPV dengan Tween-80 maupun kaolin sebanyak 40% dari volume semprot 300 l/ha, efektif mengendalikan S. litura, dengan tingkat mortalitas 70–82%. Bahan pembawa tersebut dapat melindungi kepekaan SlNPV terhadap radiasi sinar matahari. SlNPV pada dosis 200 ml/ha atau 100 ml/ha, efektif menurunkan populasi S. litura sampai 100% pada 6 sampai 12 hari setelah aplikasi. SlNPV dalam bentuk tepung yang dikemas dengan aluminium foil, dan disimpan di dalam refrigerator dengan suhu 10 0 C masih tetap efektif hingga penyimpanan selama 6 bulan. Mengingat SlNPV sebagai salah satu agens hayati pengendali S. litura efektif dan dapat diformulasikan serta dapat diproduksi secara in vivo maka SlNPV layak dikembangkan sebagai bioinsektisida Sumber : Witnu Susanto, SP, 2020 Buku pedoman teknik peebayakan pengrmbangan agens hayati dan pestisida nabati, BPTPH Kalimantan selatan. http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bulpa/article/view/8601