SOSIALISASI DAN TEMU TEKNIS KEGIATAN DEMFARM PADI SAWAH DAN DEMPLOT JAGUNG DI BPP SUKABITETEK DAN BPP TOLOK KAB. BELU
Sebagai salah satu upaya mendukung pemerintah meningkatkan produksi padi (Program P2BN) serta ketersediaan benih bagi daerah, maka Kementrian Pertanian RI mengalokasikan dana melalui dana dekonsentrasi utuk melaksanakan kegiatan demfarm padi sawah pada daerah penghasil padi yang tersebar di Kabupaten. Di Kabupaten Belu Provinsi NTT, lokasi Demfarm padi sawah dan demplot jagung dilaksanakan pada dua Balai Penyuluhan Kecamatan, yakni Balai Penyuluhan Kecamatan Sukabitetek Kec. Raimanuk dan Balai Penyuluhan Kecamatan Tolok, Kec. Malaka Tengah. Untuk pelaksanaan kegiatan dialokasikan luas lahan SL Padi Sawah seluas 2 ha/BPP (sebagai Laboratorium Lapangan) dengan areal dampak seluas 25 ha, sedangkan untuk demplot jagung dialokasikan luas lahan 4 ha/BPP. Pada kesempatan sosialisasi dan temu teknis ini, Kepala Badan Peyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab. Belu, Drs. Vincentius Loy mengatakan, petani harus memanfaatkan kesempatan bantuan sarana produksi dari pemerintah melalui Demfarm dan demplot ini sebagai sarana pembelajaran untuk peningkatan hasil produksi pertaniannya serta bagi para penyuluh diharapkan, melalui kegiatan demfarm dan demplot ini dapat meningkatkan kapabilitas dan kemampuan penyuluh untuk merekomendasikan teknologi spesifik lokalita. Dari hasil rumusan sosialisasi dan temu teknis ini disepakati bahwa pelaksanaan demplot jagung pada BPP Leuntolu akan mulai dilaksanakan pada awal bulan Juli 2012 sedangkan demfram padi sawah akan dilaksanakan pada MT I 2012/2013, sedangkan pada BPP Tolok pelaksanaan demplot jagung akan dilaksanakan bulan Juli-November 2012 dan demfarm padi sawah dilaksanakan pada bulan Juli-November 2012 Lokasi pelaksanaan Demfarm padi sawah dan demplot jagung masing-masing : 1.BPP Sukabitetek pada desa Leuntolu, Desa Rafae dan Desa Tasain 2.BPP Tolok pada Desa Harekakae, Desa Umanen Lawalu dan Desa Kletek ( Ary Lobo, Penyuluh Pertanian Kab. Belu)