Loading...

SOSIALISASI KAWASAN MANGGIS SELUAS 20 HEKTAR DI KEC.KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG-BALI

SOSIALISASI KAWASAN MANGGIS SELUAS 20 HEKTAR  DI KEC.KUBUTAMBAHAN  KABUPATEN BULELENG-BALI
SOSIALISASI KAWASAN MANGGIS SELUAS 20 HEKTAR DI KEC.KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG-BALI Oleh: I Made Carma Pada hari senin, 12 Juni 2023 telah dilaksanakan soisalisasi kegiatan kawasan manggis di 2 (dua) desa yaitu bertempat di Balai Subak Abian Bukit Pudeh desa Tajun dan di Wantilan Desa Mengening Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Acara tersebut dilaksanakan secara maraton dimulai di Gapoktan Mengening Sari Desa Mengening kemudian dilanjutkan ke Subak Abian Bukit Pudeh Desa Tajun. Hadir pada acara tersebut yatu : Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh 2 pejabat fungsional bidang hortikultura, koordinator BPP Kecamatan Kubutambahan,POPT Kecamatan Kubutambahan,PPL Wilbin pada 2 desa masing masing PPL Wilbin mengening dan PPL wilbin tajun serta perwakilan dari masing masing kelompok sebanyak 20 orang. Walau yang diharapkan peserta yang hadir 20 orang namun peserta yang hadir melebihi dari yang diharapkan karena antusias petani untuk pelaksanaan kawasan manggis di kelompoknya. Pada kesempatan tersebut pejabat fungsional dari bidang Hortikultura menyampaikan bahwa nantinya kelompok akan mendapat bantuan bibit manggis varietas kaligesing masing masing kelompok sebanyak 1000 (seribu) pohon, pupuk organik 20 (dua puluh) ton, kapur pertanian (kaptan) 3 (tiga) ton dan pupuk kimia NPK 1 ton. Atau masing masing kelompok akan memperoleh kegiatan kawasan manggis seluas 10 hektar. Sementara itu Koordinator BPP Kubutambahan menyampaikan bahwa Desa Tajun dan mengening sangat cocok untuk budidaya manggis karena didukung oleh tempat dengan ketinggian 400 – 600 m dpl sangat potensial untuk manggis. Ekspor manggis Bali sekarang ini mulai mengalami peningkatan terutama tujuan Tiongkok walau dalam tahun 2020 eksport manggis sempat terpuruk karena pandemic covid-19 melanda dunia, namun sekarang ekspor manggis mulai bergeliat. Pada desember 2022 nilai ekspor manggis dilaporkan mencapai Rp.3,3 milyar dengan polume 53,7 ton (Balai Karantina Kls I Denpasar). Dengan adanya pengembangan kawasan manggis di Kecamatan Kubutambahan yaitu di Desa Tajun dan Mengening diharapkan nantinya kelompoktani penerima kegiatan dapat meningkat pendapatannya karena harga manggis tidak pernah anjlok harganya. Untuk itu diharapkan bibit manggis yang diterima agar ditanam dan dipelihara dengan baik sehingga pada umur 5 tahun manggis sudah bisa berbuah. Pada sesi diskusi banyak peserta bertanya tentang OPT pada tanaman manggis terutama daun manggis bercak coklat mongering kemudian bolong, masalah OPT langsung ditanggapi oleh Petugas OPT Kecamatan kubutambahan ( I Wayan Rusman,SP), dengan demikian sosialisasi yang dilaksanakan pada waktu tersebut sangat apbdol , peserta sosialisasi sangat puas dengan kedatangan para petugas dan telah memotivasi para petani sehingga nantinya program kawasan manggis ini dapat barhasil dan mampu mendongkrak pendapatan petani. Terkait dengan teknik budidaya manggis nantinya akan didampingi oleh masing masing PPL Wilbin yang sudah selalu siap akan mengawal kegiatan tersebut. Demikian sosialisasi tersebut dilaksanakan dengan baik dan lancar serta para petani siap menunggu kedatangan/droping saprodi sesuai yang disampaikan diatas.