Dunia pertanian dewasa ini sedang mengalami beberapa ancaman yang dapat menurunkan jumlah produksi pertanian, sedangkan kebutuhan akan produk-produk pertanian semakin meningkat dengan meningkatnya jumlah penduduk dunia. Hal ini diperparah dengan ancaman-ancaman biotik dan abiotik yang dapat membuat kegagalan produksi. Selain itu, kebutuhan akan input pertanian seperti pupuk yang semakin terbatas membuat dunia pertanian rentan terhadap kegagalan. Sehingga, diperlukan suatu tindakan yang dapat membuat dunia pertanian terus berlanjut. Hal ini lah yang mendasari Penyuluh Pertanian BPP Lut Tawar memberi sosialisasi tentang pertanian berkelanjutan kepada Gapoktan di daerah tersebut. Koordinator BPP Lut Tawar sekaligus moderator dalam kegiatan ini, Ismita Risni, S.TP., M.P, mengatakan bahwa kegiatan yang diadakan oleh BPP Lut Tawar ini berupa sosialisasi pupuk organik untuk pertanian berkelanjutan. Adapun peserta dalam kegiatan ini adalah anggota gapoktan di Kec. Lut Tawar dengan narasumber yaitu ibu Ayu Seara, MP dan pihak dari perusahaan pupuk pasaroa Jakarta sebagai produsen pupuk organik. Acara yang bertempat di BPP Lut Tawar pada Jumat/16 Juni 2023 ini merupakan kerja sama antara PT. Pupuk Pasaroa Jakarta dan BPP Lut Tawar yang bertujuan untuk mencerdaskan petani akan pentingnya penggunaan pupuk organik untuk tanah dan tanaman dimana penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dapat merusak sifat kimia dan biologi tanah yang dapat membuat tanah kurang baik untuk ditanami. Ibu Ayu Seara, MP menjelaskan bahwa mahalnya pupuk kimia, menurunnya hasil produksi pertanian hingga kualitas tanah yang menurun membuat pupuk kimia tidak bisa digunakan secara terus menerus menjadi dasar untuk penggunaan pupuk organik sebagai alternatif untuk penambahan unsur hara bagi tanaman. Kemudian, narasumber dari PT. Pupuk Pasaroa menerangkan bahwa pupuk yang diproduksi oleh pihaknya merupakan pupuk organik instan atau cepat saji yang praktis dan langsung dapat cepat direspons tanah dan tanaman untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Hal ini dikarenakan pupuk tersebut diproses dengan teknologi nano yaitu teknologi molekuler yang langsung diserap oleh jaringan sel tanaman sehingga meningkatkan efisiensi pemupukan. Namun, di samping kelebihan pupuk organik yang baik untuk sifat-sifat tanah, penggunaan pupuk organik juga memiliki beberapa hambatan seperti penggunaan pupuk yang lebih banyak dibanding pupuk anorganik sehingga biaya yang dikeluarkan juga relatif besar. Kemudian dengan kebutuhan yang banyak membuat jumlah tenaga yang dibutuhkan banyak. Pupuk organik juga tidak seperti pupuk kimia yang dapat tersedia dalam tanah dalam waktu yang singkat. Diperlukan waktu yang relatif lebih lama agar unsur hara bagi tanaman dapat tersedia. Tetapi, demi untuk keberlanjutan pertanian, penggunaan pupuk organik harus semakin ditingkatkan Acara ini sendiri ternyata disambut antusias oleh para petani. “Awalnya kami pikir acara ini kurang disambut baik oleh petani mengingat acara ini tentang pupuk organik, tetapi saat kegiatan, ternyata petani yang datang ke BPP membludak hingga memenuhi ruangan bahkan hingga di luar gedung” tutur Ismita. “Semoga petani-petani di Lut Tawar semakin peduli terhadap keberlanjutan pertanian sehingga penggunaan pupuk organik semakin meningkat” tambahnya. Adapun tindak lanjut dari kegiatan ini adalah nantinya ada suatu percobaan penggunaan pupuk organik dari perusahaan pupuk pasaroa untuk tanaman padi, bawang merah, cabai dan kopi. Sehingga, petani dapat melihat serta membandingkan penggunaan pupuk organik dan pupuk kimia}* }* Ismita Risni