Tanaman tembakau dapat tumbuh pada dataran rendah ataupun di dataran tinggi bergantung pada varietasnya. Ketinggian tempat yang adaptif untuk pertumbuhan tanaman tembakau adalah 0 – 900 mdpl dengan pH tanah berkisar antara 5-6. Tanaman tembakau sangat memerluka drainase yang baik, oleh karena itu, kondisi tanah yang gembur, remah, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik sangat sesuai untuk budidaya tembakau Pembibitan Jumlah benih + 8 -10 gr/ha, disesuaikan dengan jarak tanam. Untuk media semai, campuran tanah (50%) dicampur dengan pupuk kandang. Gunakan pupuk perangsang pertumbuhan sesuai dosis yang dianjurkan. Benih direndam dalam larutan pestisida selama 1-2 jam lalu dikeringanginkan yang bertujuan agar benih terhindar dari serangga dan jamur. Saat proses perkecambahan, jika terdapat tanda dengan bintik putih, artinya benih dapat dipindahkan ke media persemaian. Benih dapat disemai menggunakan baki/tampah yang diberi tisu atau kapas basah agar benih tetap lembab. Bibit sudah dapat dipindahtanamkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari setelah semai. Pengolahan Media Tanam Taburkan pupuk kandang sebanyak 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan selama 7 hari Buat bedengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm. Jarak antar bedeng 90-100 cm dengan arah membujur antara timur dan barat. Lakukan pengukuran pH tanah. Jika tanah dirasakan masih masam dengan pH dibawah 5, berikan kapur dan dibiarkan selama 5 hari Lakukan pemupukan dasar NPK sesuai dosis anjuran Penanaman Jarak tanam dapat mempengaruhi tingkat ketebalan daun tembakau. Jika menginginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat, sekitar 90 x 70 cm. jika ingin lebih tebal, bisa lebih dijarangkan penanamannya. Penyulaman baru dilakukan 1- 3 minggu setelah tanam, jika terdapat bibit kurang baik, dapat dicabut dan digantikan dengan bibit baru. Dianjurkan untuk tanaman pengganti memiliki umur yang sama. Pemeliharaan Penyiangan dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali.dengan memperhatikan kondisi gulma. Penyiangan dapat menggunakan herbisida atau dapat dilakukan secara manual. Pangkas tunas pada ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali. Untuk pangkas pucuk, lakukan saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun di bawah bunga. Panen dan Pasca Penen Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwarna hijau kekuning-kuningan. Daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas. Pemetikan dapat dilakukan berselang 3-5 hari, dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman. Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali. Sortir daun berdasarkan kualitas warna daun yaitu: Trash (apkiran): warna daun hitam Slick (licin/mulus): warna daun kuning muda Less slick (kurang liciin): warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon) More grany side (sedikit kasar) : warna daun antara kuning dan orange. Penulis: Akhmad Ansyor, SP, M.Sc Sumber Gambar: Koleksi BSIP Lampung Sumber Bacaan: Dirjenbun, Pusat Standar Instrumen Perkebunan