Loading...

Studi Banding HVC Program SIMURP di Bantaeng, Tingkatkan Motivasi Berusahatani KEP dan KWT

Studi Banding HVC Program SIMURP di Bantaeng, Tingkatkan Motivasi Berusahatani KEP dan KWT
Sebanyak 50 peserta melakukan studi banding program SIMURP ke Bantaeng. Peserta terdiri dari Aparat dan Penyuluh Pertanian pendamping SIMURP dari empat kabupaten yakni Pangkep, Bone, Takalar dan Pinrang, serta perwakilan KEP & KWT dari empat kabupaten tersebut. Kunjungan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aparat dan penyuluh terkait komoditi tanaman yang bernilai ekonomi tinggi (High Value Crop) dan olahannya. Kunjungan ini berlangsung pada tanggal 4 hingga 6 Oktober 2023. Peserta kunjungan diterima oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Bantaeng dan Kepala Bidang Penyuluhan, Koordinator BPP Dampang dan Koordinator BPP Tompobulu. Tim studi banding melakukan kunjungan ke Sentra IKM Kopi Bantaeng dan KUB Radja Nanas. Kunjungan pertama dilakukan di Sentra IKM Pengolahan Kopi Bantaeng yang terletak di Jl. Kemakmuran Kel. Banyorang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng. Sentra pengolahan kopi ini dibangun untuk memperkenalkan dan meningkatkan kualitas kopi Bantaeng dengan bermitra dengan petani kopi di Bantaeng. Visi Kopi Bantaeng adalah menjadi sentra produksi kopi berkualitas dengan pengelolaan dari hulu hingga hilir dengan misi (1) mendukung peningkatan kualitas dan produksi kopi yang mendukung konservasi di Bantaeng, (2) mengolah kopi yang berasal dari Bantaeng dengan standar specialty, (3) mengembangkan layanan klinik kopi dan konsep ekopisata (wisata berbasis kopi) di Bantaeng. Kabupaten Bantaeng merupakan salah satu sentra penghasil kopi di Sulawesi Selatan. Upaya meningkatkan kualitas kopi dari hulu hingga hilir terus digiatkan untuk menambah nilai ekonomi kopi bantaeng. Dengan adanya sentra IKM Kopi Bantaeng semakin menggairahkan perdagangan komoditas kopi di Bantaeng. Pengusaha café dan minuman kopi mengambil bahan baku di IKM Kopi Bantaeng. Penjualan produk Kopi Bantaeng juga ditawarkan dalam laman website dengan link https://kopibantaeng.com. Kunjungan kedua dilakukan di KUB Radja Nanas yang terletak di Kampung Dampang, Kel. Gantarangkeke, Kec. Gantarangkeke, Kab. Bantaeng. Radja Nanas didirikan tahun 2017 untuk memanfaatkan dan mengolah hasil pertanian nanas di daerah setempat. Radja Nanas melakukan pendampingan kepada para petani dalam budidaya hingga mengolah nanas sehingga nilai ekonominya meningkat. Hal ini menambah penghasilan warga yang melakukan budidaya maupun yang mengolah nanas menjadi berbagai jenis panganan karena bahan baku nanas selalu tersedia. Selain menyediakan buah nanas segar, nanas juga diolah menjadi jus, selai, dan asinan nanas. KUB Radja Nanas juga menyediakan bibit nenas bagi petani. KUB Radja Nanas gencar melakukan kampanye manfaat nanas dalam memasarkan produknya. Manfaat nanas antara lain : meningkatkan system pencernaan, mengurangi peradangan, menguatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah penyakit jantung, meningkatkan kesehatan mata, membantu menurunkan berat badan, mengurangi risiko hipertensi, dan meningkatkan kesehatan tulang. Kapasitas produksi buah nanas segar 500 - 1.000 buah/Minggu, jus nanas 500-1.000 botol/bulan, selai 300-600 botol/bulan, asinan/original nanas : 10-50 cup/Hari dan bibit banas : 3.000-10.000 bibit/triwulan. Produk KUB Radja Nanas telah tersertifikasi PIRT dan Halal. Telah menjalin kemitraan untuk menjamin pemasaran seperti galeri MPP, apotek, kantin sekolah dan konsumen petani itu sendiri. Diharapkan dengan kunjungan ini semakin menggairahkan dan memberi insight baru bagi aparat dan penyuluh untuk melakukan pendampingan bagi KEP dan KWT di daerah masing-masing serta bagi KEP dan KWT mendapat pencerahan untuk pengembangan usahanya. Dwi Arnir Wanayenti, SP, MP Penyuluh Pertanian Dinas TPHBUN Prov. Sulsel