Loading...

SUBAK BANYUATIS MENGAWALI PENANAMAN PADI DENGAN METODE SRI

SUBAK BANYUATIS MENGAWALI PENANAMAN PADI DENGAN METODE SRI
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Bertempat di balai subak Banyuatis, kepala seksi padi dan palawija Kabupaten Buleleng Ketut Santiana, memberikan arahan dalam mengawali penanaman padi melalui pola SRI (Sistim Rice Intensification ) Kelian subak Banyuatis Ketut Mawa, mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah melalui dana Bansos tahun 2013, sehingga subak Banyuatis dapat menjadi pioner dalam peningkatan beras Nasional (P2BN) di kecamatan Banjar. Pada kesempatan lain Kasi Padi Palawija mengungkapkan bahwa pemerintah selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat, khususnya para petani. Tujuan yang utama adalah pencapaian swasembada produksi beras nasional tahun 2014. Kabupaten Buleleng mendapatkan kegiatan melalui program SRI sebanyak 600 Ha, tersebar di 7 Kecamatan. Agar para pemandu dan pendamping metode SRI lebih aktif, serta mampu menggerakkan dan mengarahkan ketujuan yang ingin dicapai sesuai petunjuk yang ada. Untuk mengaktifkan bakteri didalam lahan Pertanian petani diharapkan membuat praktek Mikro Organisme Lokal ( MOL)