Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jawa Timur pada tahun ini akan merehabilitasi jaringan irigasi di 110 desa yang ada di 26 kecamatan. Hal itu disampaikan Bupati Suyoto saat menghadiri Kegiatan Pemberdayaan HIPPA, himpunan kelompok tani penerima kegiatan rehabilitasi Jitut Jides 2012 di Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu beberapa waktu lalu. Bupati mengatakan Kondisi JITUT/JIDES yang ada di wilayah Bojonegoro lebih dari 50 persen masih berupa saluran alam yang belum terbangun. Selanjutnya, pada tahun 2012 direncanakan akan dilakukan rehabilitasi JITUT/JIDES pada 110 desa yang menyebar di 26 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro Propinsi Jawa Timur. Menurut Data Dinas Pertanian, lokasi kegiatan Rehabilitasi JITUT/JIDES Tahun 2012adalah sebagai berikut : Sukosewu : 3 desa, Malo : 5 desa, Ngasem : 4 desa, Purwosari 4 desa, Baureno : 7 desa, Sekar : 2 desa, Bubulan : 1 desa, Kanor : 5 desa, Kasiman : 2 desa, Kepohbaru : 5 desa, Kedungadem : 7 desa, Temayang : 2desa, Tambakrejo : 2 desa, Margomulyo : 1 desa, Trucuk : 3 desa, Sugihwaras : 4 desa, Dander : 5 desa, Gondang : 3 desa, Padangan : 6 desa, Bojonegoro : 7 desa, Ngraho : 3 desa, Kalitidu : 4 desa, Balen : 9 desa, Sumberrejo : 7 desa, Kapas : 8 desa, Kedewan : 1 desa Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Ir. Subekti, MMA tujuan dalam kegiatan Rehabilitasi JITUT/JIDES antara lain untuk meningkatkan kinerja JITUT/JIDES sehingga dapat meningkatkan fungsi layanan irigasi, meningkatkan areal tanam melalui penambahan indeks pertanaman dan produktivitas hasil-hasil pertanian. Selain itu, juga untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi dengan mengurangi kehilangan air pada saluran irigasi, mempermudah bagi para pengurus HIPPA dalam mengatur pembagian air irigasi dan membangun rasa memiliki terhadap JITUT/JIDES yang telah direhabilitasi. Selain rehabilitasi JITUT/JIDES, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro juga melaporkan bahwa pada tahun 2012 ini Dinas Pertanian akan melaksanakan beberapa program pertanian, antara lain : SLPTT padi non hibrida (CBN) : 1.325 Ha = 33.125 Kg, SLPTT kedelai (CBN) : 2.460 Ha = 98.400 Kg, SLPTT jagung (BLBU) : 1.200 Ha = 18.000 Kg , SLPTT kedelai (BLBU) : 7.290 Ha = 91.600 Kg, SLPTT padi lahan kering (BLBU) : 2.675 Ha = 66.875 Kg, SLPTT padi hibrida (BLBU) : 5.000 Ha = 75.000 Kg, SLPTT padi non hibrida (BLBU) : 7.675 Ha = 191.875 Kg, Intensifikasi tanah pekarangan (INTAP)102desa. Sumber : admin_Bojonegoro (PP Muda)