Loading...

Tali Perak Sebagai Alternatif Pengendalian Hama Tupai Pada Tanaman Jagung di Desa Pulau Panggung Kecamatan Abung Tinggi

Tali Perak Sebagai Alternatif Pengendalian Hama Tupai Pada Tanaman Jagung di Desa Pulau Panggung Kecamatan Abung Tinggi

Desa Pulau Panggung di Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara merupakan salah satu desa dengan usaha tani tanaman jagung. Saat ini, setidaknya terdapat ±15 hektar lahan jagung yang diusahakan oleh kelompok tani yang berada di desa tersebut. momok yang menakutkan bagi petani pengusaha tanaman jagung tidak hanya berasal dari penyakit pada tanaman tersebut yang harus dikendalikan baik secara organik maupun kimia, tetapi juga dengan hama penganggu tanaman seperti babi dan tupai.

Terdapat banyak dampak negatif yang akan terjadi apabila hama tupai ini tidak segera dilakukan penganggulangan, diantaranya:

·            Penurunan Hasil Panen: Tupai merusak bagian tanaman, terutama tongkol jagung saat masih muda atau menjelang panen, untuk dimakan atau disimpan. Kerusakan ini secara langsung mengurangi jumlah produk yang dapat dijual.

·            Kerugian Finansial: Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama tupai akan berdampak langsung pada penerimaan pendapatan petani jagung karena mengurangi jumlah hasil produksi tanaman jagung milik petani.

·            Kerusakan Kualitas: Selain mengurangi kuantitas, serangan hama juga menurunkan kualitas jagung, yang berdampak pada harga jual yang lebih rendah.

·            Potensi Gagal Panen: Pada kasus serangan yang parah dan tidak terkendali, hama dapat menyebabkan gagal panen (puso) di lahan yang terkena dampak.

Pengendalian hama tupai yang dilakukan oleh kelompok tani di Desa Pulau Panggung antara lain adalah dengan cara pemasangan tali perak di sekitar lahan. hal tersebut terbukti dirasakan efektif bagi petani karena sejak pemasangan tali perak tersebut, hama tupai tidak lagi menganggu tanaman jagung milik kelompok tani.

Tali perak digunakan sebagai pengusir hama, khususnya hama burung seperti burung pipit pemakan padi, dengan cara memanfaatkan kilauan cahaya matahari yang dipantulkannya. Saat tertiup angin, tali ini akan bergerak dan memantulkan sinar yang dapat membuat hama takut mendekat. Cara ini efektif diterapkan terutama saat tanaman menjelang panen.

Cara kerja

·            Memantulkan cahaya: Tali perak terbuat dari bahan yang memantulkan cahaya. Saat terkena sinar matahari, kilauannya dapat mengganggu orientasi hama penganggu tanaman jagung, khususnya tupai.

·            Menakuti hama: Gerakan tali yang tertiup angin ditambah kilauan cahaya peraknya membuat hama, terutama tupai dan burung, merasa terancam dan takut mendekati area tanaman.

·            Efektif pada hama pengganggu: Metode ini sangat efektif untuk mengusir hama tupai yang suka memakan hasil usaha tani tanaman jagung milik petani. 

 

Kelebihan

·            Alternatif ramah lingkungan: Merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pestisida kimia.

·            Multifungsi: Selain sebagai pengusir hama, tali perak juga sering digunakan sebagai tali lanjaran untuk tanaman seperti tomat, timun, dan cabai.

·            Tahan lama: Terbuat dari bahan berkualitas yang kuat dan tidak mudah putus

Oleh karena itu, pengendalian hama merupakan bagian penting dalam upaya memastikan produktivitas dan kesehatan tanaman untuk meminimalkan kerugian ekonomi. 

 

Penulis:

Nisya Prita Karnila, S.P.

BPP Abung Tinggi – Lampung Utara