Loading...

TANAH DAN KESUBURANNYA

TANAH DAN KESUBURANNYA
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi 3 faktor utama yaitu faktor tanah, faktor iklim faktor tanaman serta faktor pengelolaannya. Faktor tanah yang berpengaruh antara lain adalah tingkat kesuburan tanahnya dan tingkat kemiringannya. Tanah merupakan lapisan teratas dari lapisan bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan unsur hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Tanah memiliki ciri khas dan sifat-sifat yang berbeda antara tanah di suatu lokasi dengan lokasi yang lain. Bahan penyusun tanah meliputi udara sebanyak 25%, air 20%, bahan 5% dan mineral 50%. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman agar dapat diperoleh hasil yang optimal adalah kesuburan tanahnya. Kesuburan tanah adalah kondisi tanah yang terkait dengan kandungan unsur hara didalamnya yang diperlukan oleh tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang. Untuk kondisi tanah tertentu, sesuai untuk tanaman tertentu, namun tidak sesuai untuk jenis tanaman lainnya. Sehingga perlu dipelajari terlebih dahulu sifat-sifat tanahnya, khususnya kesuburan tanahnya. Tingkat kesuburan tanah dapat diduga melalui performan atau keragaan tanaman yang tumbuh diatasnya. Tanah dikatakan subur apabila tanah tersebut mampu menyediakan unsur hara untuk tanaman yang ditanam diatasnya sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga mencapai produksi yang tinggi. Tanah dikatakan kurang subur apabila tidak mampu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Beberapa sifat tanah yang berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah yaitu sifat fisik tanah, kimia, biologi serta faktor lainnya. Sifat fisik tanah terdiri dari tekstur tanah (halus dan kasar) yang terkait dengan kecepatan air hilang melalui infiltrasi (porositas tanah), sedangkan struktur tanah (keras dan remah/gembur) yang terkait dengan perkembangan akar tanaman. Sifat kimia tanah yang paling penting adalah kemasaman tanah (pH tanah) yang jika terlalu rendah atau terlalu tinggi akan menyebabkan beberapa unsur hara tidak tersedia bagi tanaman. Sifat biologi tanah terkait dengan mikroorganisme tanah yang berperan dalam merombak bahan organik yang ada didalam tanah sehingga mampu melepas unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tanah yang subur mengandung banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman. Selain itu juga terdapat peranan makro organisme tanah seperti cacing tanah yang berperan dalam menggemburkan tanah. Tingkat kesuburan tanah dapat diketahui dengan menggunakan beberapa cara antara lain: 1) melakukan pengamatan dilapangan (kekurangan atau kelebihan unsur hara tertentu bisa terlihat dari keragaan tanaman dimana akan terlihat gejala-gejalanya): 2) analisis contoh tanaman (jaringan tanaman) dan contoh tanah di laboratorium untuk mengetahui kandungan unsur hara seperti N,P, K dan unsur-unsur hara lainnya;3) percobaan rumah kaca/percobaan pot atau percobaan lapangan yang memperlihatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang baik atau kurang baik melalui keragaan tanaman; 4) menggunakan peta status hara tanah (KATAM terpadu ) skala 1: 250.000 atau skala 1:50.000 yang bisa diakses melalui hand phone dan 5) menggunakan perangkat uji tanah sawah (PUTS) atau perangkat uji tanah kering (PUTK) untuk mengetahui kadar N, P, K, apakah tinggi atau rendah, demikian juga dengan kemasaman tanahnya (pH). Penentuan kesuburan tanah sangat penting dilakukan agar penambahan pupuknya sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan penambahan pupuk untuk tanaman-tanaman tertentu dapat ditentukan berdasarkan tingkat kesuburan tanahnya. Pemupukan yang tepat akan dapat meningkatkan hasil tanaman secara optimal, serta dapat menghemat biaya pengeluaran karena pemupukannya menjadi efisien, sesuai kebutuhan, tidak kekurangan dan juga tidak berlebihan. Sri Suryani M. Rambe BSIP Bengkulu