Loading...

TANAMAN SEREH WANGI DIANTARA TANAMAN LADA

TANAMAN SEREH WANGI DIANTARA TANAMAN LADA
Sereh wangi adalah tumbuhan dari keluarga rumput-rumputan. Tanaman yang memiliki nama lain Cymbopogon nardus ini, tumbuh berumpun dengan tinggi sekitar 50 “ 100 cm, daunnya tunggal berjuntai seperti pita dengan panjang sampai 1 meter dan lebar 1,5 cm, batangnya tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek dan berwarna putih. Tanaman sereh wangi berkembang biak dengan sistem bonggol akar. Tanaman ini mengandung zat geraniol, metilheptenon, terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik, dan terutama sitronelal. Zat sitronelal ini dapat mengusir dan membunuh nyamuk karena memiliki sifat racun kontak (aroma). Khasiat sereh wangi secara tradisional dapat digunakan sebagai campuran air mandi untuk penderita rematik, obat antiseptik, meredakan sakit kepala, melepaskan gigitan lintah, dan mengatasi gigitan serangga. Budidaya sereh wangi selain dapat dilakukan secara monokultur juga dapat dibudidayakan sebagai tanaman tumpangsari atau tanaman pigiran/ border sebagai pembatas pada tanaman perkebunan, contohnya pada budidaya tanaman lada. Selain medapatkan hasil buah lada tahunan sebagai tanaman pokok, petani juga mendapatkan hasil sampingan dari minyak atsiri sereh wangi. Di Indonesia sereh wangi di kenal dua varietas, yaitu varietas Mahapengiri yang dianggap asli Indonesia dan varietas Lenabatu yang berasal dari Ceylon atau Srilangka. Pada awalnya masyarakat Eropa menyukai minyak hasil budidaya sereh wangi asal Srilangka tetapi setelah tahun 1900 mereka menyadari bahwa kualitas minyak sereh wangi asal Jawa jauh lebih baik kwalitasnya. Negara yang selalu aktif membeli minyak sereh wangi Indonesia antara lain adalah Singapura, Jepang, AS, Australia, Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, India, dan Taiwan.Syarat tumbuh sereh wangi dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai dengan 4.000 m dpl. Pertumbuhan akan optimal pada areal dengan jenis tanah alluvial yang subur pada ketinggian sampai 2.500 m dpl, beriklim lembab dengan curah hujan 1.800 “ 2.500 mm per tahun dengan distribusi yang merata sepanjang tahun. Tanaman sereh wangi dapat hidup sampai 6 tahun, namun semakin lama produktivitasnya dapat menurun.Perbanyakan tanaman yang paling mudah adalah dengan pemecahan rumpun tanaman dewasa. Sereh wangi yang akan diambil minyak atsirinya dipangkas sebelum muncul bunga, karena jika bunganya sudah muncul maka mutu minyaknya akan lebih rendah. Panen daun sereh wangi pertama kali pada saat sudah berumur enam bulan sejak penanaman, panen selanjutnya dapat dilakukan tiga kali setiap tahunnya.Kriteria saat panen ditetapkan berdasarkan perkembangan, tinggi dan tingkat kedewasaan tanaman. Ketepatan waktu panen sangat berpengaruh pada mutu dan rendemen minyak atsirinya. Waktu panen dilakukan sebaiknya pada pagi hari, pemangkasan daun jangan terlalu rendah cukup di pangkal daun karena bagian di bawah pangkal daun tidak mengandung minyak atsiri.Miinyak sereh wangi digunakan dalam industri terutama sebagai pewangi sabun, sprays, desinfektans, bahan pengilap dan aneka ragam preparasi teknis. Proses produksi minyak sereh wangi dilakukan melalui proses penyulingan. Rendemen rata-rata minyak sereh wangi sekitar 0,6 “ 1,2 %, tergantung jenis sereh wangi, serta penanganan dan efektifitas penyulingannya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam peningkatan mutu minyak sereh wangi diantaranya adalah penanganan terhadap daun hasil panen yang akan diambil minyak atsirinya. Sebelum disuling daun sereh sebaiknya dilayukan atau dikeringkan dulu selama 3 “ 4 jam. Selama pengeringan daun harus dibolak balik agar merata, lalu setelah daun dikeringkan hendaknya segera dilakukan penyulingan, karena penyimpanan daun yang terlalu lama akan menurunkan mutu minyak sereh wangi yang diperoleh. Untuk mengusir atau membunuh nyamuk yang menjadi penyebab penyakit demam berdarah di musim penghujan, kita dapat membuat sendiri ekstrak serai wangi. Cara pembuatannya yaitu daun dan batang serai sebanyak 1 kg dicuci dan tiriskan hingga kering, diblender sampai halus lalu masukan ke dalam wadah yang telah diisi air sebanyak 250 ml. Diamkan selama semalam lalu saring dan masukkan ke dalam botol. Saat akan digunakan, tuangkan ekstrak sereh wangi ke dalam alat penyemprot dan encerkan, lalu semprotkan ke tempat dimana nyamuk-nyamuk bersembunyi. Ditulis Ulang Oleh: Edwin Herdiansyah dan Dede Rohayana Sumber: BPTP Lampung