Loading...

Teknik Pembuatan Pestisida Hayati

Teknik Pembuatan Pestisida Hayati

Teknik pembuatan pestisida hayati diawali dengan pemahaman jenis agens hayati yang akan digunakan sebagai pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT). Agens hayati yang umum dimanfaatkan antara lain bakteri Bacillus thuringiensis, jamur ,Trichoderma sp,serta virus patogen serangga.Setiap agens memiliki sasaran OPT yang berbeda,sehingga pemilihan jenis pestisida hayati harus disesuaikan dengan hama atau penyakit yang akan dikendalikan

Tahap berikutnya adalah persiapan media perbanyakan agens hayati.Media dapat berasal dari bahan sederhana dan mudah diperoleh,seperti beras,jagung giling,dedak,atau kentang rebus yang disterilkan terlebih dahulu.Proses sterilisasi penting dilakukan untuk mencegah kontaminasi mikroorganisme lain yang dapat menghambat pertumbuhan agens hayati.Media yang telah dingin kemudian siap digunakan sebagai tempat berkembangnya mikroba

Selanjutnya dilakukan proses inokulasi,yaitu memasukkan bibit atau starter agens hayati ke dalam media yang telah disiapkan. Inokulasi harus dilakukan secara higienis agar hasil perbanyakan optimal. Setelah itu, media disimpan di tempat yang bersih,teduh,dan memiliki suhu serta kelembapan yang sesuai.Dalam beberapa hari hingga minggu,agen hayati akan berkembang dan siap digunakan sebagai bahan pestisida hayati

Tahap berikutnya adalah pembuatan formulasi pestisida hayati.Agen hayati yang telah tumbuh dapat dilarutkan dengan air bersih dan disaring untuk menghasilkan larutan yang mudah diaplikasikan.Pada beberapa kasus,ditambahkan bahan perekat alami seperti molase atau gula merah cair agar mikroba dapat bertahan lebih lama saat diaplikasikan di tanaman.Formulasi harus digunakan dalam kondisi segar untuk menjaga viabilitas mikroorganisme

Tahap terakhir adalah aplikasi dan penyimpanan pestisida hayati.Penyemprotan dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari paparan sinar matahari langsung yang dapat menurunkan efektivitas mikroba.Aplikasi sebaiknya dilakukan secara rutin dan berulang karena pestisida hayati bekerja secara biologis dan bertahap. Dengan teknik pembuatan dan penggunaan yang tepat,pestisida hayati mampu mengendalikan OPT secara efektif ramah lingkungan dan aman bagi manusia serta ekosistem pertanian