Loading...

TEKNIK PENGAIRAN BAWANG MERAH

TEKNIK PENGAIRAN BAWANG MERAH
Bawang Merah (Allium Ascalonicum) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditas sayuran ini termasuk ke dalam kelompok rempah tidak bersubstitusi yang berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan, bahan obat tradisional, antara lain mengendalikan tekanan darah, menyembuhkan sembelit, menurunkan kolesterol, meredakan sakit tenggorokan, menurunkan resiko diabetes, gangguan hati, mencegah pertumbuhan sel kanker dan mengatasi wasir. Oleh karena itu bawang merah merupakan tanaman Hortikultura musiman yang memiliki nilai ekonomi tinggi.Pemeliharaan tanaman bawang merah adalah sangat penting dalam budidaya bawang merah, salah satu diantaranya adalah pengairan. Meskipun tidak menghendaki banyak hujan, tetapi tanaman bawang merah memerlukan air yang cukup selama pertumbuhannya melalui penyiraman.Pada bawang merah periode kritis karena kekurangan air terjadi saat pembentukan umbi, sehingga dapat menurunkan produksi. Untuk menanggulangi masalah ini perlu adanya pengaturan ketinggian muka air tanah dan frekuensi pemberian air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air dengan ketinggian 7,5 – 15 mm dengan frekuensi satu hari sekali rata-rata memberikan bobot umbi bawang merah tertinggi. Pengairan yaitu mengalirkan air diantara tanah guludan atau selokan. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung akan tetapi cara ini dapat merusak tanah.Meskipun tidak menghendaki banyak hujan, tetapi tanaman bawang merah memerlukan air yang cukup selama pertumbuhannya melalui penyiraman. Pertanaman di lahan bekas sawah dalam keadaan terik di musim kemarau memerlukan penyiraman yang cukup, biasanya satu kali dalam sehari pada pagi atau sore hari, sejak tanam sampai menjelang panen. Penyiraman yang dilakukan pada musim hujan umumnya hanya ditujukan untuk membilas daun tanaman, yaitu untuk menurunkan percikan tanah yang menempel pada daun bawang merah. Pada awal pertumbuhan dilakukan penyiraman dua kali, yaitu pagi dan sore hari. Penyiraman pagi hari usahakan sepagi mungkin di saat daun bawang masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. Penyiraman sore hari dihentikan jika persentase tanaman tumbuh telah mencapai lebih 90 %. Air salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang merah. Tinggi permukaan air pada saluran (canal) dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan pertanaman Pengairan, penyiraman 1x per hari pada pagi hari, jika ada serangan Thrips dan ada hujan rintik rintik penyiraman dilakukan siang hari. Saluran Air/DrainaseTanaman bawang merah memerlukan tanah yang gembur oleh karena itu tanah diolah secara intensif. Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 120 – 180 cm dan panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan. Di antara bedengan parit/saliran air/canal dengan ukuran lebar 40 – 50 cm, kedalaman 50 cm dan ukuran panjang tergantung kondisi lahan. Saluran drainase berfungsi sebagai pengendali tergenangnya air di bedengan pada saat musim hujan/banjir dan juga sebagai penyimpan/tempat menggenangkan air sebagai sumber air dalam pengairan/penyiraman tanaman. Fase Kritis Air Pada Tanaman Bawang MerahPada fase pembentukan umbi yang perlu diperhatikan adalah pengairannya. Kekurangan air pada tanaman bawang merah pada fase ini dapat menurunkan hasil. Butuh air yang banyak pada musim kemarau sehingga perlu dilakukan penyiraman sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari. Pada fase pematangan umbi tidak begitu banyak air sehingga penyiraman hanya dilakukan sehari sekali yaitu pada sore hari. Untuk menanggulangi masalah ini perlu adanya pengaturan ketinggian muka air tanah (khusus pada lahan bekas sawah) dan frekuensi pemberian air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air dengan ketinggian 7,5 – 15 mm dengan frekuensi satu hari sekali rata-rata memberikan bobot umbi bawang merah tertinggi. Waktu Dan Teknik Pengairan/Penyiraman Waktu Pengairan/PenyiramanPenanaman bawang merah umumnya ditanam pada musim kemarau. Keadaan tanah yang becek sangat tidak menguntungkan karena sering mendatangkan penyakit dan pembusukan umbi. Selama pertumbuhan dan pembentukan umbi pengairan memegang peranan penting diperlukan air yang banyak. Penyiraman/pengairan tanaman dilakukan: a. Penyiraman pertama tepat setelah penanaman sampai daun pertama mulai tumbuh atau kira-kira pada 1 – 2 minggu. Kalau cuaca kering penyiraman dilakukan 2 (dua) kali sehari yaitu pagi dan sore. Penyiraman pagi hari usahakan sepagi mungkin di saat daun bawang masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. Penyiraman sore hari dihentikan jika persentase tanaman tumbuh telah mencapai lebih 90 %,b. Setelah tanaman berumur 2 mg – 50 Hst, penyiraman cukup 1 (satu) kali sehari saja yang dilakukan pada sore hari, c. Tanaman berumur ± 2 bulan, penyiraman dilakukan 2 (dua) kali sehari, d. Jika ukuran umbi sudah mencapai ukuran maksimal sebaiknya pengairan dihentikan sama sekali, e. Tidak ada ketentuan yang tegas dan pasti untuk pengairan, namun tetap lembab sampai kira-kira tanaman berumur 50 – 60 hari. Pengairan akan baik jika dilakukan pada sore hari dan hindari penyiraman/pengairan pagi dan siang hari yang sudah ada panas matahari,f. Bawang merah membutuhkan air yang banyak lebih-lebih jika pertumbuhan tanaman subur dan cepat. Penyiraman tergantung musim, pada musim penghujan perlu perhatian khusus karena apabila terlalu banyak air akan menyebabkan tanah selalu lembab/basah akan mudah terkena penyakit busuk umbi. Teknik Pengairan/PenyiramanSistem yang baik digunakan adalah sistem genangan sehingga air dapat sampai ke daerah perakaran secara resapan. Pengairan dengan sistem genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan. Pada tanaman yang sudah cukup kuat sistem pengairan tuang (kocoran) dapat diterapkan. Sistem selang juga dapat dilakukan agar tanah di sekitar tanaman tidak hanyut.Penyiraman dapat menggunakan gembor atau sprinkler atau dengan cara menggenangi air disekitar bedengan atau yang dikenal dengan sistem “ Leb “. Pengairan dilakukan secara teratur sesuai dengan kebutuhan tanaman, terutama jika tidak ada hujan. Tinggi permukaan air pada saluran (canal) dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan pertanaman.Dalam kondisi hujan yang berkepanjangan yang merupakan dampak perubahan iklim, bawang merah tidak mampu berproduksi optimal bahkan sering gagal panen. Budidaya bawang merah pada musim hujan tidak memerlukan pengairan, namun penyemprotan air pada tanaman tetap diperlukan setiap pagi untuk membasuh percikan tanah akibat hujan yang menempel pada daun atau menghilangkan embun tepung yang menempel pada daun setelah hujan pada malam hari. Penyiraman dilakukan secara rutin, dua kali sehari yaitu pagi dan sore yang dilakukan sampai kapasitas lapang (cukup basah) tidak terlalu basah karena kalau kelebihan air akan menyebabkan sirkulasi udara (aerasi) dalam tanah akan tidak dapat berjalan dengan baik sehingga akar tanaman sulit menyerap garam-garam tanah/unsur hara, akar tanaman busuk dan tanaman mati. Oleh : Burhani, A.Md (Admin Kec. Telanaipura) Sumber : Anonimous. 2015. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Bawang Merah. Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat. Jakarta.