Loading...

Teknik Persemaian Benih Cabe Merah

Teknik Persemaian Benih Cabe Merah
PENDAHULUAN Tujuan penyemaian benih adalah menghindari atau meminimalisir kematian bibit tanaman dan efektifitas penggunaan benih. Bayangkan berapa banyak benih yang mati atau dimakan serangga jika ditanam langsung tanpa disemai terlebih dahulu. Penanaman benih secara langsung menyulitkan kita dalam hal pengontrolan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), sehingga akan menghabiskan banyak benih karena kemungkinan sering melakukan penyulaman dan dalam jumlah yang banyak. Dengan penyemaian hal-hal tersebut bisa dihindari, karena dengan tempat terbatas memudahkan kita mengontrol dan mencegah serangan OPT. PEMILIHAN BENIH Untuk memperoleh hasil yang tinggi digunakan benih bermutu dengan sifat-sifat : Daya kecambah tinggi ( > 80 %), Mempunyai ketegaran tumbuh (vigor) baik (tumbuh serentak, cepat dan sehat), Murni (tidak tercampur varietas lain) Bersih (tidak tercampur biji rumput), Sehat (bebas dari organisme pengganggu tanaman). Sampai saat ini varietas cabe yang sudah dilepas dipasaran terdiri dari 2 varietas, baik hibrida maupun non hibrida (komposit). Varietas hibrida antara lain; Lado, Tarro, Kiyo. Varietas non Hibrida, antara lain; Perintis, Merintis, Tanjung-1 dan 2, dan lain-lain. PENYEMAIAN BENIH Berikut ada dua cara penyemaian benih cabe, yaitu dengan menggunakan polybag dan penyemaian langsung pada bedengan Cara Semai Benih Cabai Menggunakan Polybag Siapkan media semai yang sudah didinginkan. Sediakan polybag ukuran 6 x 8 cm, lubangi bagian bawah polybag untuk drainase. Isi polybag dengan media semai. Susun polybag sesuai selera, kemudian siram dengan air. Rendam benih dengan air hangat kuku selama 3 – 4 jam kemudian tiriskan. Untuk mempercepat proses perkecambahan tambahkan ZPT secukupnya atau bisa juga menggunakan larutan bawang merah. Setelah ditiriskan, masukkan benih satu persatu kepolybag (1 polybag 1 benih). Tutup dengan tanah halus yang sudah diayak. jangan terlalu tebal, sebab akan menghambat pertumbuhan benih. Semprot dengan insektisida untuk mencegah gangguan semut dan serangga lainnya. Setelah itu tutup dengan mulsa plastik selama ± 7 hari atau sampai benih tumbuh. Cek kelembaban setiap hari, jika kering semprot dengan air. Biasanya benih akan tumbuh serentak di hari ke-6 atau ke-7. Jika sudah tumbuh setidaknya 70 % buka mulsa penutup dan buat para-para sebagai naungan. Cara Semai Benih Cabai di Bedengan (Tanpa Polybag) Buat bedengan sesuai kebutuhan dengan media semai yang sudah disiapkan. Siram media dengan air secukupnya. Buat larikan dengan jarak 3 cm agar benih tidak berhimpitan, Letakkan benih yang sudah direndam dengan air hangat dan ZPT pada larikan dengan jarak 2-3 cm, kemudian tutup dengan tanah halus. Langkah selanjutnya sama dengan langkah no. 8-11 diatas. Bibit cabai yang telah berumur 3-4 minggu dalam media pembibitan dan sudah memiliki 4-5 helai daun siap ditanam dilapangan. Penutupan dengan mulsa plastik dimaksudkan untuk menciptakan suasana hangat namun lembab, agar benih cepat berkecambah dan tumbuh serentak. Jika benih sudah tumbuh segera buka penutup mulsa. Kemudian buat para-para sebagai naungan dengan atap plastik bening tembus cahaya agar benih tidak rusak jika turun hujan. Disusun Oleh: ASMANIDAR Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Kembang Tanjong Kabupaten Pidie Provinsi Aceh