pendahulun bawang merah (allium ascalonicum.l) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan masyarakat. kesuksesan budidaya bawang merah dibayangi oleh berbagai masalah dilapangan. diantaranya caramembudidayakan,serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro yang menyebabkan produksi menurun. memperhatikan hal tersebut perlu adanya penyelesaian masalah. salah satunya dengan peningkatan pengetahuan tentang cara membudidayakan yang tepat ,sehingga petani dapat berkarya dan berkompetisi di era perdagangan bebas. 1. pengolahan tanah - pengolahan tanah dilakukan 15 hari sebelum tanamdengan cara dicangkul ataudibajak dengan kedalam-an20 - 25 cm. - pengolahan tanah ii dilakukan 5 hari sebelum tanamdengan cara mencangkul untuk menghancurkanbongkahan-bongkahan tanah. - dibuat bedengan dengan lebar 1,2 m, tinggi 20 cm. - jarakantara bedengan bedengan 30 cm. 2. persiapan tanam - pupuk organik dicampur rata dengan tanah bagian atas bedengan dengan dosis 2ton/ha. - satu hari sebelum tanam bedengan disiram agar gembur - dan umbi nampak bakal tunas - bibit tidak lukasaat ditanam. 3. pupuk dasar - pupuk dasar berupa 2 ton organik, 400 kg npk diberikansehari sebelum tanam. - pupuk dicampur rata dan ditaburkan diatas bedengankemudian ditutup dengantanahtipis. - untuk menanggulangi hama tanaman sebaiknyaditambahkan 20 kg furadan 3g per ha dan dicampurdengan pupuk dasar. 4. tanam - jarak tanam 20 x 20 cm populasi 200.000 rumpun per hektar. - penanaman dengan cara membenamkan umbi bibit sampairata dengan tanah, dengan mata tunas menghadapkeatas. - untuk menghindari resiko bibit busuk sebaiknya permukaan bedengan ditutup jerami kemudian disiram 5. pupuk susulan - pupuk susulan i diberikan umur 15 hst dengan dosis 320 kg npk, 90 kg za per ha, - sedangkan susulaniipada umur 30 hst dengan dosis 270 kg za. - pemupukan dengan cara di garit diantara baris tanaman,kemudian ditutup dengan tanah 6. jenis, waktu, dan takaran pupuk jenis pupuk takaran (kg/ha) dasar (1 hst) susulan i (15 hst) susulan ii (30 hst) organik 2.000 2.000 - - npk 720 400 320 - za 360 - 90 270 7. pemeliharaan - penyiraman dilakukan 2 hari sekali. - penyiangan dilakukan 2 kali, sebelum pemupukan susulan i dan ii - bedengan untuk kecamatan panekan berbentuk gulutan 8 pengendalian hama & penyakit - beberapa hama penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah adalah : ulat daun, ulat tanah dan ulat grayak, - sedang penyakit yang sering menyerang adalah ; embun tepung dan bercak ungu. - pemberantasan hama penyakit dilakukan secepatnyabegitu ada seranganhama/penyakit. 9. panen dan pascapanen - panen dilakukan umur 70-80 hst, dengan tanda pangkal batang sudah empuk bila dipijat dengan jari, daunmulai menguning dan > 70% tanaman sudah terlukai sertaumbi sudah berwarna merah tua dan penuh. - panen dengan cara mencabut dan mengikat dengan tulus (tali dari bambu) - bawang merah dikeringkan dengan cara digantung padapara-para, diusahakan tidak terkena sinar matahari langsung selama 7-10 hari. - sortasi dengan cara memisahkan umbi yang baik dengan umbi yang rusak sertamengelompokkan berdasarkan besar umbinya. - setelah kering diikat (3-5 kg/ikat) bawang merah telahsiap untuk dipasarkan atau disimpan. - cara penyimpanan dengan cara digantung pada para-para, digudang yang berventilasi baik. - produksi rata-rata dapat mencapai 20 ton/ha. penulis : anita febriana,spt bpp panekan