Loading...

Teknologi Budidaya dan Beragam Manfaat Tanaman Sirih

Teknologi Budidaya dan Beragam Manfaat Tanaman Sirih
Sirih merupakan tanaman asli dari Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain/penyangga. Sirih dikenal dengan beberapa nama daerah yaitu: Toraja (Bolu), Melayu (sireh), Ambon (Amo), Ternate (Bido), Bali (Base), Sumatera (Turu Kue), Purwokerto (Enggano), Aceh (Ranub), Gayo (Bloh sereh), Alas (Blo), Batak Karo (Belo), Batak Toba (Demban), Nias (Ato Tahina Tawuo), Mentawai (Cabai), Palembang (Suruh), Lampung (Canbai), Sunda (Seureuh), Jawa (Sedah suruh) Madura (sare). Klasifikasi tanaman sirih Menurut Koesmiati (1996): Divisio: Spermatopyta, Subdivisio: Angiospermae, Klas: Dicotyledone, Ordo: Piperales, Familia: Piperaceae, Genus: Piper, Species: Piper betle Linn. Wijaya kusuma et al (1992) melaporkan bahwa sirih sudah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sejak lama. Tanaman ini banyak ditanam orang dipekarangan, dengan ciri ciri sebagai berikut : batangnya berwarna hijau kecoklatan, permukaan kulit kasar, berkerut-kerut, mempunyai nodule atau ruas yang besar tempat keluarnya akar. Tumbuh memanjat dan bersandar pada batang lain, tingginya dapat mencapai 5-15 meter. Daun tebal, tumbuh berseling, bertangkai, bentuk daun menyerupai jantung dengan ujung daun meruncing. Tepi rata lebar 2,5-10 cm, panjang 5-18 cm, mengeluarkan bau aromatic jika diremas. Teknik Budidaya Tanaman Sirih Tanaman sirih dapat tumbuh baik di daerah dengan iklim sedang sampai basah. Sirih dapat ditemui mulai dari daerah dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Tanaman sirih menyukai tempat-tempat yang mendapat cahaya matahari penuh. Sirih dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dengan struktur sedang. Sebaiknya sirih ditanam pada tanah yang subur, berhumus, kaya akan hara dan gembur. Lahan yang akan ditanami sirih dibersihkan dari gulma dan batu-batuan, dicangkul dengan kedalaman olah 20 cm. Setelah diolah, dibuat bedengan, kemudian dibuat lubang tanam dengan ukuran 80 cm x 40 cm x 60 cm. Jarak tanam 2 m x 2 m atau 2,5 m x 2,5 m. Satu bulan sebelum tanam, pada setiap lubang tanam diberi pupuk kandang sebanyak 0,5 kg dan diaduk rata. Untuk menopang pertumbuhan batang dan sulurnya, tanaman sirih membutuhkan pohon tegakan, baik tegakan mati maupun hidup. Untuk tegakan hidup dapat digunakan tanaman dadap, kelor, kayu kuda atau kapok. Tanaman tegakan sebaiknya ditanam sekitar 15 cm dari tempat tanaman sirih agar perakaran sirih tidak terganggu. Pembibitan sirih dilakukan dengan menggunakan stek sulur. Sebaiknya sulur yang akan dijadikan bibit telah mengeluarkan akar yang banyak dan panjang. Sulur dipotong sepanjang 30-50 cm. Stek sulur ditanam pada polibeg yang telah diisi media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari. Areal pembibitan diberi naungan. Stek akan berakar dan siap dipindahkan kea real penanaman setelah berumur 3-4 minggu. Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Bibit dalam polibeg dipilih yang pertumbuhannya baik dan seragam. Bibit dipindahkan ke lubang tanam yang telah disiapkan dengan cara merobek salah satu sisi polibeg. Tanah di sekitar bibit dipadatkan agar pertumbuhannya kokoh. Bibit yang telah ditanam disiram dengan air secukupnya. Pemupukan tanaman sirih hanya menggunakan pupuk kandang. Pupuk kandang dari kotoran ayam akan mengakibatkan daun berwarna kekuning-kuningan, sedangkan pupuk kandang kotoran sapi atau kerbau akan menghasilkan daun berwarna hijau segar. Penyiangan gulma sebaiknya dilakukan secara rutin setiap 1,5-2 bulan. Gangguan pertumbuhan yang disebabkan serangan penyakit dan hama hampir tidak ditemui pada budidaya tanaman sirih. Panen dapat dilakukan setelah tanaman berumur setahun atau disesuaikan dengan kebutuhan. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik daun yang telah tua dari cabang samping. Daun sirih umumnya digunakan dalam keadaan segar. Kegiatan pascapanen yang dilakukan hanya pencucian. Kandungan Kimia dan Manfaat Konsumsi daun sirih Jenis bahan kimia yang terdapat pada daun sirih dan pemakaiaanya sebagai obat tradisional sudah lama dikenal. Khasiat dari daun sirih ini selain sebagai styptic (penahan darah) dan vulnerary (obat luka pada kulit) juga untuk antioksidan, antiseptic, fungisida dan bahkan sebagai bakteriosidal. Hal ini dipertegas oleh Widarti (1991) bahwa daun sirih mengandung minyak atsiri yang bersifat menghambat pertumbuhan mikroba. Kandungan kimia utama pada daun sirih adalah minyak atsiri. Selain minyak atsiri senyawa lain yang menentukan mutu daun sirih adalah vitamin, asam organic, asam amino, gula, tannin, lemak, pati dan karbohidrat. Komposisi minyak atsiri terdiri atas senyawa fenol, turunan fenol profenil (sampai 60%). Komponen utama eugenol (sampai 42%), karvakrol, khavikol, khavibetol, alilltekol, kavibetol asetat, alil katekol, sineol,ekstragol,metil eter, p-simen, karyofilen, kadifen dan senyawa seskiterpen (Darwis, 2002). Menurut Hidayat (2008), didalam 100g daun sirih mengandung komposisi sebagai berikut : kadar air 85,4g, protein 3,1g, lemak 0,8g, karbohidrat 6,1g, serat 2,3g bahan mineral 2,3g, kalsium 230mg, fosfor 40mg, besi 7,0mg besi ion 3,5 mg, karoten (dalam bentuk vitamin A) 9600 IU, tiamin 70ug, riboflavin 30ug, asam nikotianat 0,7mg dan vitamin C 5 mg. Sedanglkan menurut Tampubolon (2001) daun sirih mengandung senyawa tiamin, gula, vitamin dan minyak atsiri. Minyak atsiri daun sirih yang berwarna kuning kecoklatan mempunyai rasa getir, berbau wangi dan larut dalam pelarut organic seperti alkhohol, eter dan kloroform, serta tidak larut dalam air (Soemarno, 2007). Menurut Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes (2022) daun sirih memiliki manfaat sebagai berikut: Menyehatkan Saluran Pencernaan Fakta pertama terkait manfaat daun sirih yaitu, daun ini mampu menyehatkan saluran pencernaan dalam tubuh. Kandungannya dapat meningkatkan metabolisme, sehingga merangsang kerja usus untuk menyerap nutrisi dan vitamin penting bagi tubuh. Selain itu, daun sirih juga bisa dijadikan obat herbal untuk mengatasi sembelit. Air rebusannya diklaim bisa membantu kelancaran buang air besar. Menyembuhkan luka Daun Sirih, terutama yang berjenis merah memiliki kandungan saponin yang bersifat antiseptik. Senyawa ini beperan penting dalam penyembuhan luka. Selain saponin, sirih merah juga memiliki tanin yang berfungsi membentuk kolagen sehingga luka lebih cepat tertutup. Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi Manfaat daun sirih lainnya adalah dapat menjaga kesehatan mulut dan merawat gigi. Sifat antimikroba pada daun sirih, membantu mengatasi bakteri yang tertinggal di mulut. Oleh karena itu, sejak dulu daun sirih sudah digunakan untuk menjaga gigi. Orang tua saat itu memakainya dengan cara mengunyah daun sirih. Mencegah infeksi karena bakteri Manfaat daun sirih selanjutnya yakni untuk mencegah infeksi karena bakteri. Kandungan fenol dan flavonoid di dalam sirih ini mampu mencegah risiko infeksi. Bahkan daun tersebut juga mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus. Mencegah kadar gula dalam darah meningkat Diabetes melitus adalah penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Biasanya, kondisi ini menyebabkan penderita mengalami beberapa gangguan organ tubuh. Apabila tidak segera diatasi, penyakit ini bisa membahayakan nyawa penderita. Mengonsumsi air rebusan daun sirih dapat membantu mencegah hal ini pada diabetes dan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap utuh. Bahkan minyak daun sirih juga bisa digunakan oleh penderita diabetes. Mencegah penyakit kanker Daun sirih memiliki senyawa fenolik di dalamnya yang dapat mengandung berbagai khasiat seperti anti bakteri, anti mutagenik, antioksidan, dan anti proliferatif. Daun sirih hijau juga memiliki kandungan fitokimia yang tinggi, yang dapat membantu melawan kanker mulut dan usus besar. Daun sirih juga membantu melawan stres oksidatif dan menghilangkan radikal bebas. Kedua faktor ini penting dalam mencegah kanker. Penyusun: Religius Heryanto (Penyuluh Pertanian BPSIP) Sumber : Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (https://yankes.kemkes.go.id)