Jagung merupakan komoditas tanaman pangan yang strategis setelah padi. Kebutuhan jagung terus meningkat seiiring dengan berkembangnya industri pangan dan pakan ternak. Jagung di Kalimantan Barat sebagian besar di usahakan di lahan kering yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah dan bereaksi masam. Kondisi ini mengakibatkan tingkat produktivitas jagung Kalimantan Barat masih rendah hanya 32,57 ku/ha, sedangkan produktivitas jagung nasional mencapai 51,78 ku/ha. Rendahnya produktivitas ini selain disebabkan oleh kondisi lahan, juga penggunaan varietas lokal dan teknologi budidaya jagung yang masih sederhana. BPTP Kalimantan Barat pada musim tanam gadu ini melaksanakan percontohan budidaya jagung komposit dengan kelas benih BS (label kuning) di Kecamayan Sekayam yang merupakan daerah perbatasan di Kabupaten Sanggau. Melalui percontohan ini diharapkan petani dapat mengetahui teknologi budidaya jagung yang tepat dan diharapkan produktivitas jagung meningkat. Selain itu dari percontohan ini hasilnya akan dijadikan benih, sehingga petani tidak sulit lagi memperoleh benih untuk pertanaman berikutnya. Dari percontohan budidaya jagung komposit tersebut diperoleh produktivitas 6,5 ton/ha pipilan kering. Teknologi budidaya Jagung komposit 1. Varietas dan Benih? Varietas yang digunakan adalah Lamuru. Varietas Lamuru ini memiliki ketahanan terhadap kekeringan dan memiliki potensi tinggi 7,6 ton/ha pipilan kering dan cukup tahan terhadap penyakit bulai? Benih yang digunakan merupakan benih dari Balit Serealia Maros dengan kelas benih BS (breeder seed/ label kuning).2. Penyiapan lahan? Lahan di olah dengan dibajak sempurna hingga gembur, merata dan bebas gulma.? Saluran drainase perlu dibuat terutama pada bagian-bagian yang berpotensi tergenang air jika terjadi hujan lebat. 3. Penanaman? Jarak tanam yang digunakan 75 cm x 40 cm ( 2 tanaman/lubang) dan 75 cm x 20 cm (1 tanaman/lubang). ? Penanaman dilakukan dengan menggunakan alat tanam dan tugal. 4. Pemupukan? Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik berupa pupuk kandang ayam 3,75 ton/ha dan pupuk an organik berupa pupuk N-P-K 15:15:15 sebanyak 350 kg/ha , Urea 200 kg/ha dan SP-36 100 kg/ha)? Pupuk kandang ayam diberikan sebagai penutup benih pada saat tanam? Pupuk diberikan 2 “ 3 kali pemberian sesuai stadia tanaman? Pupuk dasar diberikan pada umur 7-10 Hari Setelah Tanam (HST) menggunakan N-P-K (15:15:15) sebanyak 200 kg/ha dan SP-36 100 kg/ha? Pupuk kedua pada umur 25 - 30 HST menggunakan N-P-K (15:15:15) sebanyak 150 kg/ha dan Urea 200 kg/ha? Pupuk ketiga pada umur 40 - 45 hari setelah tanam dilakukan pemantauan warna daun menggunakan BWD ? Pemupukan diberikan dengan cara tugal ± 5 cm dari pangkal akar tanaman, kemudian lubang kembali ditutup dengan tanah.5. Penyiangan dan pembumbunan? Penyiangan dilakukan sebanyak 2 kali atau tergantung banyaknya guma? Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 15-20 HST yang diikuti dengan pembumbunan. Pembumbunan bertujuan untuk memberikan lingkungan yang baik agar tanaman dapat tumbuh kokoh dan kuat? Penyiangan ke dua dilakukan pada umur 30 “ 35 HST atau tergantung banyaknya gulma. Penyiangan ke dua dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida kontak atau secara manual dengan cangkul diikuti dengan pembumbunan serta pembuatan saluran 6. Pengendalian hama ? Hama yang biasa merusak tanaman jagung antara lain lalat bibt, penggerek batang dan penggerek tongkol.? Hama lalat bibit umumnya menyerang pada saat awal pertumbuhan, sehingga pengendalian dilakukan sejak saat tanam dengan menggunakan insektisida berbahan aktif corbufuron terutama di daerah endemik lalat bibit.? Hama penggerek batang, dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif carbufuron sebanyak 3 “ 4 butir/tanaman yang diletakkan pada pucuk tanaman yang terserang. 7. Pengendalian Penyakit? Penyakit utama yang biasa menyerang tanaman jagung adalah bulai. Gejala penyakit terlihat adanya warna putih pada permukaan daun sampai kekuningan , diikuti oleh garis “ garis klorotik. Ciri yang lain yaitu pada pagi hari disisi bawah daun terdapat lapisan halus warna putih. Bila tanaman jagung yang muda terserang penyakit ini, maka umumnya tidak menghasilkan buah, namun bila menyerang pada tanaman yang sudah tua, buah dapat berbentuk tapi tidak sempurna dan tanaman kerdil.? Pengendalian penyakit bulai dapat dilakukan dengan :a. Gunakan varietas jagung komposit yang tahan bulai seperti Gumarang, Lamuru dan Sukmaragab. Lakukan perlakuan benih dengan mencampur benih dengan fungisida berbahan aktif metalaksil secara merata dengan dosis 2 gr/kg benih.c. Tanam serempakd. Lakukan eradikasi pada tanaman yang terserang bulai8. Panen dan pasca panen? Penen dilakukan setelah tanaman masak fisiologis atau kelobot telah mengering berwarna kecoklatan (biji telah mengeras dan pangkal biji telah mulai membentuk lapisan hitam/black layer minimal 50% di setiap barisan biji). Pada saat itu biasanya kadar air biji telah mencapai kurang dari 30%.? Penjemuran tongkol dilakukan sampai kadar air biji mencapai sekitar 16%, selanjutnya dipipil dengan mesin pemipil pada kecepatan sedang agar biji tidak pecah/retak Penulis : Ir. Sari Nurita