Loading...

TEKNOLOGI BUDIDAYA KACANG HIJAU PADA LAHAN KERING

TEKNOLOGI BUDIDAYA KACANG HIJAU PADA LAHAN KERING
Di sentra produksi kacang hijau di Kalimantan Barat terutama di Kabupaten Sambas kacang hijau ditanam setelah padi pada musim gadu bulan Januari-Februari. Hampir seluruhnya kacang hijau ini ditanam pada lahan pasang surut. Luas tanam kacang hijau di Kabupaten Sambas tahun 2015 tercatat mencapai 1.376 ha dengan produktivitas rata-rata 0,758 ton/ha dan total produksi 1.043 ton. Hal ini membuka peluang bagi kabupaten lain untuk mengembangkan kacang hijau pada lahan kering. Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian (2005) telah menghasilkan paket teknologi budidaya kacang hijau pada lahan kering. Pada lahan kering Alfisol di Probolinggo yang tergolong subur, paket rekomendasi budidaya kacang hijau tanpa pemupukan mampu memberikan hasil biji 1,63 t/ha dan biomas hasil sampingan panen untuk pakan sebanyak 2,68 t/ha. Produktivitas kacang hijau dapat ditingkatkan dengan menerapkan sebagian atau seluruh komponen teknologi dalam paket budi daya sesuai anjuran Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-Umbian sebagai berikut:1. Benih dan VarietasSemua varietas unggul kacang hijau yang telah dilepas dapat ditanam di lahan tegalan atau lahan kering.Kebutuhan benih sekitar 20 kg/ha dengan daya tumbuh 85%.Varietas unggul tahan penyakit embun tepung dan bercak daun seperti Sriti, Kutilang, Perkutut, Murai dan Vima 1 dapat dianjurkan ditanam pada daerah endemik.2. Penyiapan tanahPada awal atau akhir musim hujan setelah tanaman utama, tanah sebaiknya diolah dengan cara membajak sedalam 15“20 cm, kemudian dihaluskan dan diratakan. Saluran drainase di buat setiap 3“5 m, sedalam 20“25 cm sepanjang petakan lahan.3. Cara tanam.Biji ditanam dengan sistem tugal, 2-3 biji/lubang.?Pada tumpangsari atau monokultur, digunakan jarak tanam 40 cm x 15 cm untuk mencapai po-pulasi 200“400 ribu tanaman/ha.4. PemupukanPada tanah subur, kacang hijau tidak memerlukan pupuk.Pada tanah kurang subur kacang hijau perlu dipupuk 50 kg Urea atau ZA + 50-100 kg SP-36 + 50-100 kg KCl/ha. Apabila pupuk tunggal sulit/tidak tersedia, kacang hijau dapat dipupuk 150 kg Phonska/ha.?Pupuk organik berupa pupuk kandang sapi atau ayam dengan takaran 2,5“5,0 t/ha dapat dianjurkan dalam budidaya kacang hijau.Pemupukan dilakukan pada saat tanam dengan cara dilarik atau ditugal di samping baris tanaman.5. PenyianganPenyiangan dilakukan dua kali pada saat tanaman berumur 2 dan 4 minggu.?Di daerah langka tenaga kerja pertanian dapat menggunakan herbisida pratumbuh nonselektif seperti Lasso, Roundup, atau Goal dengan takaran dan saat pemberian sesuai anjuran dalam kemasan.6. PengairanSumber utama pengairan lahan kering adalah hujan. Fase kritis tanaman kacang hijau adalah saat menjelang berbunga umur 25 hari dan pengisian polong umur 45“50 hari. Apabila pada fase kritis tersebut tanah sudah kering dan tidak terjadi hujan, maka dapat dilakukan pengairan. Fasilitas pengairan pada lahan kering antara lain sumur atau sungai yang airnya dapat dipompa 7. Pengendalian hamaHama utama kacang hijau adalah lalat bibit Agromyza phaseoli, ulat jengkal Plusia chalcites, kepik hijau Nezara viridula, kepik coklat Riptortus linearis, penggerek polong Maruca testutalis, dan Etiella zinckenella, dan kutu Trips.Pengendalian hama dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida, seperti: Confidor, Regent, Curacron, Atabron, Decis, Furadan, atau Pegasus dengan takaran 2“3 cc/liter air dan volume semprot 500“600 liter/ha.Perlakuan benih dengan Carbosulfan (10 g/kg benih) atau Fipronil (5 cc/kg benih) dapat dianjurkan pada daerah endemik lalat bibit Agromyza phaseoli.8. Pengendalian penyakitPenyakit utama kacang hijau adalah bercak daun Cercospora canescens, busuk batang, embun tepung Erysiphe polygoni, dan penyakit puru Elsinoe glycines.?Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida, seperti: Benlate, Dithane M-45, Baycor, atau Daconil pada awal serangan dengan takaran 2 g/liter air.?Fungisida hexakonazol efektif mengendalikan penyakit embun tepung yang diberikan pada umur 4 dan 6 minggu, dan penyakit bercak daun yang diberikan pada umur 4, 5, dan 6 minggu.9. Panen dan pasca panenPanen dilakukan apabila polong berwarna hitam atau coklat dengan cara dipetik secara manual.?Untuk varietas unggul yang polongnya masak serempak, panen dapat dilakukan dengan sabit. Polong dijemur selama 2“3 hari, kemudian dibiji-kan dengan cara dipukul atau tresher.Biji dijemur lagi sampai kering simpan (kadar air 8“9%). (Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc., BPTP Kalimantan Barat) Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Budidaya Kacang Hijau di Lahan Kering. http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/wpcontent/uploads/2017/03/Leaflet_kacanghijau_2017-.pdf