Loading...

Teknologi Pembuahan Durian Di Luar Musim

Teknologi Pembuahan Durian Di Luar Musim
Durian merupakan tanaman buah tahunan yang sangat digemari sebagian besar masyarakat tetapi umumnya buah ini panen hanya sekali dalam setahun sesuai ritme pergantian iklim kering saat kemarau dan basah saat hujan. Bagi pencinta durian harus menunggu lama untuk dapat menikmati buah tersebut. Sehingga diperlukan teknologi pembuahan durian di luar musim. Istilah pembuahan di luar musim adalah melakukan panen lebih awal (early-season) atau lebih lambat (late-season) dari seharusnya sehingga durasi panen buah durian jadi lebih panjang daripada kondisi normal. Dengan melakukan upaya pemacuan pembungaan secara fisiologis maupun kimiawi menyebabkan tanaman berbunga mendahului dari waktu yang seharusnya. Dasar dari pelaksanaan pembuahan diluar musim adalah meniru kondisi alamiah yaitu adanya tanggap tanaman terhadap kondisi kekurangan air. Ketika di dalam tanah terjadi kekurangan air, maka pengangkutan nitrogen yang larut dalam air oleh akar menjadi berkurang sehingga rasio karbon terhadap nitrogen meningkat. Meningkatnya rasio C/N akan menurunkan sintesis hormon giberelin sehingga menurunkan pertumbuhan vegetatif Teknologi pembuahan di luar musim, antara lain : 1. Stressing air Secara alamiah, mekanisme stressing ini dapat terjadi ketika kemarau. Selama periode waktu tertentu tidak ada hujan sehingga pasokan air tanah jadi berkurang dan tanaman mengalami stress. Setelah ada hujan kembali maka tanaman akan muncul bunga. Ada tanaman yang responsif sehinga dengan masa kering 2 minggu saja sudah cukup menginisiasi bunga, sebaliknya ada yang bandel sehingga membutuhkan 8 minggu atau lebih untuk tanaman mampu menginisasi munculnya bunga. Tanaman yang responsif ditandai dengan seringnya muncul bunga bahkan tumpang tindih dengan masa pembesaran buah. Wilayah Indonesia secara umum terbagi menjadi dua tipe, yaitu equatorial dan monsoonal (Kadarsah 2007). Equatorial yaitu kondisi iklim hujan di sekitar garis katulistiwa, sedangkan monsoonal yaitu di utara dan selatan katulistiwa. Di wilayah equatorial pola ikim hujan dan kemarau ada dua puncak yaitu hujan di bulan Maret-Mei dan Agustus-Desember serta kemarau di januari-Februari dan Juni-Juli, sedangkan monsoonal pola iklim hujan dan kemarau hanya satu puncak, yaitu hujan di bulan Oktober-Maret dan kemarau di bulan April-September. Dari dua pola iklim ini secara alamiah pohon durian di wilayah equatorial berbuah 2x setahun dan di tipe iklim monssonal terjadi 1x dalam setahun. Aplikasi pembuahan diluar musim berdasarkan stressing air adalah dengan melakukan upaya meloloskan air hujan segera keluar area kebun dengan membuat parit-parit yang cukup dalam, memberikan pasir pada area perakaran dan menyungkup pohon atau menutup area perakaran dengan plastik. Dengan cara ini air hujan tidak sempat membasahi area perakaran, sehingga walaupun ada hujan tanah tetap kering. 2. Zat Pengatur Tumbuh Cara lain untuk mempengaruhi metabolisme dalam tanaman agar terpacu pada pertumbuhan generatif adalah dengan menggunakan hormon yang memacu pembungaan, misalnya menggunakan paklobutrazol. Paklobutrazol berperan dalam menghambat biosintesis giberelin sehingga menurunkan pertumbuhan vegetatif tanaman dan sebaliknya merangsang terjadinya pembungaan. Penulis : Ely Novrianty (BSIP Lampung) Sumber : Panca Jarot & Agus Priyono (Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Buah Tropika)